KPK Telusuri Keterangan Nazaruddin Soal Jejak Anas di Simulator

111512_kpkluar1Jakarta – KPK menemukan dugaan jejak Anas Urbaningrum terkait kasus Simulator SIM. Mantan Ketum Partai Demokrat (PD) itu akan dipanggil Jumat esok. Penyidik hendak memvalidasi adanya kesaksian mengenai kehadiran Anas yang diungkap Nazaruddin.

“Memang ada rencana untuk meminta keterangan Anas Urbaningrum terkait kasus Simulator,” ujar Jubir KPK Johan Budi ketika dikonfirmasi, Rabu (13/3).

Pernyataan Johan ini bila dirunut ada korelasi dengan keterangan kubu Nazaruddin. Pengacara Nazar, Junimart Girsang membenarkan adanya suatu pertemuan di 2010 antara Nazaruddin dengan pihak Irjen Djoko Susilo.

Saat itu Nazar ditemani Anas dan Saan Mustopa. Sedang Irjen Djoko ditemani AKBP Teddy Rusmawan. Kabarnya ada penyerahan uang di sana.

“Saya tidak tahu itu pertemuan apa. Tapi kata Nazar, dalam pertemuan itu hadir Teddy Rusmawan dari Korlantas. Teddy membawa Rp 4 miliar dalam pertemuan,” kata Junimart, Rabu (13/3/2013).

Menurut Junimart, uang yang dibawa Teddy itu lantas diserahkan kepada yang hadir menemui. Namun dia tidak mengetahui, untuk keperluan apa uang tersebut diserahkan.

“Diserahkan uang itu,” kata Junimart.

Saan yang dikonfirmasi soal pertemuan itu belum mau memberikan komentar. Sedang pihak Anas melaku pengacaranya Firman Wijaya mengaku belum mendapatkan informasi apa-apa dari kliennya mengenai kasus Simulator.

“Saya akan tanyakan dulu,” ujar Firman.

Sedangkan pengacara Teddy Rusmawan, Dwi Ria Latifah menyerahkan segala sesuatunya ke KPK. Dia hanya menyatakan kilennya berada dalam posisi yang salah.

“Apa yang sudah ditanyakan penyidik KPK dalam pemeriksaan terhadap klien saya, semuanya sudah dijelaskan secara lengkap sejauh yang diketahui dan dialami secara langsung oleh klien saya. Jadi untuk substansi lebih baik lengkapnya tanyakan ke KPK. Saya cuma mau bilang klien saya Teddy Rusmawan kebetulan saja berada dalam posisi dan waktu yang salah,” kata Dwi Ria.

sumber : detik.com

iklan1
iklan1