PPAR 49 Lemhanas Studi Ekonomi Kawasan Pasifik di Sulut

Gubernur dan Wagub Sulut saat menerima rombongan Studi Strategis PPAR 49 Lemhanas.

Gubernur dan Wagub Sulut saat menerima rombongan Studi Strategis PPAR 49 Lemhanas.

SulutToday.com, Sulut – Provinsi Sulawesi Utara sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berada pada posisi strategis dalam pengembangan ekonomi di kawasan pasifik.

Kondisi ini diperkuat dengan letak Sulawesi Utara yang berada di bibir pasifik, dimana kawasan ini merupakan jalur perdagangan dunia dan merupakan pusat distribusi barang dan jasa, karena letaknya yang relatif dekat ke beberapa pusat pertumbuhan ekonomi dunia sehingga sangat prospektif untuk perdagangan regional maupun internasional.

Demikian dikatakan Gubernur Sulut DR. S. H. Sarundajang saat menerima rombongan studi strategis dalam negeri Program Pendidikan Reguler Angkatan XLIX (PPAR 49) Tahun 2013, Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS) RI di ruang Huyula Kantor Gubernur Sulut, Senin (22/7/2013).

“Terkait kebijakan daerah dalam pengembangan kawasan perbatasan maka, Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina telah menetapkan rencana strategis pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan sebagai pedoman yang menentukan tentang stabilitas di kawasan perbatasan dan pengembagan kawasan perbatasan negara dalam membuka keterisolasian,” ujar Sarundajang.

Sarundajang yang didampingi Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil, MPd juga mengharapkan agar kunjungan dari peserta Lemhanas ini dapat memberi peran strategis bagi pemerintah provinsi Sulut untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

Hal ini karena masih minimnya akses transportasi dan jarak antar pulau yang cukup jauh sehingga sering terisolasi, apalagi bila cuaca buruk terjadi. Maka diharapkan peningkatan dana APBN lebih besar sehingga dapat membuka akses dan keterisolasian masyarakat yang ada di pulau-pulau terluar Indonesia untuk dijadikan beranda terdepan yang aman, tertib dan maju.

Dalam kunjungannya, rombongan studi strategis dalam negeri PPRA 49 diketuai oleh DR. H. Darmakusuma, MSi beranggotakan 34 orang peserta yang terdiri dari 1 peserta luar negeri asal Pakistan dan 33 peserta dari Indonesia. Untuk peserta dari Indonesia antara lain TNI, Polri, Dephan, Depdagri, Instansi pusat dan daerah serta ormas.

 

 

Editor: Henaldo Mandagi

iklan1
iklan1