“Beruntung” Bukan Hanya Rupiah, Masih Ada 2 Negara ini Rontok Terhadap Dolar

Rupiah (ist)

Rupiah (ist)

SulutToday.com – Berkaitan dengan rencana bank sentral AS mengurangi program stimulannya, membuat dana-dana investasi di seluruh dunia kembali ke AS. Hal ini membuat Rupiah pun melemah hingga Rp. 11.000. Tapi, Rupiah bukan salah satu mata uang yang anjlok, karena masih ada dua mata uang negara lain yang rontok terhadap Dolar AS.

Adapun 2 negara yang mata uangnya anjlok ke level terendah terhadap dolar AS tersebut adalah pertama Negara Turki.

Mata uang lira Turki hari ini anjlok ke level terendahnya karena kondisi di AS. Meski bank sentral Turki sudah menggelontorkan cadangan devisa US$ 350 juta untuk menahan kejatuhan mata uangnya, namun lira tetap jatuh. Dolar AS menguat ke 2.095, dari sebelumnya 1,992 kemarin.

Bursa saham Truki juga jatuh 1,66% pada hari ini. Kejatuhan lira ini juga diakibatkan melemahnya perekonomian Turki. Dolar yang menyentuh 2,0095 ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah.

Dikutip dari AFP, Selasa (27/8/2013), kejatuhan mata uang Turki ini sejalan dengan kejatuhan mata uang lain terhadap dolar yang terjadi di Asia, Amerika Latin, Rusia, dan juga Afrika Selatan. Para investor dunia menarik uangnya dari kawasan tersebut untuk beralih ke AS.

Tekanan ekonomi ini membuat bank sentral Turki menaikkan suku bunga overnight 0,5% menjadi 7,75%.

Selain Turki, negara yang mata uangnya rontok adalah India. Rupee India hari ini jatuh lagi ke level terendahnya, setelah pemerintah negara hindustan ini mengeluarkan program baru, yaitu penyediaan makanan kepada orang miskin.

Program ini dianggap memberatkan anggaran pemerintah, dan dikhawatirkan memperbesar defisit anggaran, sehingga utang meningkat. Ini jadi sentimen negatif di tengah tekanan yang terjadi apda mata uangnya.

Hari ini, bursa-bursa saham dan mata uang di Asia tengah tertekan sentimen negatif rencana invasi militer AS ke Suriah.

Rupee tahun ini menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Dolar sudah menyentuh rekor tertingginya di 65,71 rupee, setelah sebelumnya berada di 65,56 rupee yang juga merupakan level terendah sebelumnya.

Menteri Keuangan India P. Chidambaram mengumumkan aturan soal penyediaan makanan untuk orang miskin pada hari ini. Paket kebijakan ini bakal memakan waktu US$ 18 miliar per tahun.

Chidambaram mengatakan anjloknya rupee harus disikapi dengan sabar. “Negara-negara emerging saat ini tengah mengalami tantangan yang berat, termasuk India. Dampaknya saat ini pasar saham dan nilai tukar jatuh,” kata Chidambaram.

Paket kebijakan soal pangan atau makanan ini diterbitkan untuk menyediakan pasokan kepada 800 juta orang di India.

 

Editor : Janni Kasenda

iklan1
iklan1