Festival Selat Lembeh Dimeriahkan Parade Kapal Ikan

Kapal dan Perahu Nelayan melintasi Selat Lembeh dalam rangka ikut serta ambil bagian dalam pelaksanaan Festival Selat Lembeh 2013. | Kompas.com/Ronny Adolof Buol

Kapal dan Perahu Nelayan melintasi Selat Lembeh dalam rangka ikut serta ambil bagian dalam pelaksanaan Festival Selat Lembeh 2013. | Kompas.com/Ronny Adolof Buol

BITUNG,  – Ratusan jenis kapal motor nelayan dan perahu melakukan parade di Selat Lembeh dalam rangka memeriahkan puncak kegiatan Festival Selat Lembeh, Sabtu (21/9/2013). Kapal nelayan berbagai jenis tersebut merupakan kapal-kapal motor yang biasanya beraktivitas di sepanjang Selat Lembeh yang dikenal sebagai gerbang utama pelabuhan di Sulawesi Utara.

Di Selat Lembeh tersebut terdapat Pelabuhan Utama Bitung, Pelabuhan Kontainer, Pelabuhan Kapal Feri, Pelabuhan Perikanan dan berbagai dermaga milik perusahaan swasta maupun dermaga milik Pangkalan TNI AL.

Festival Selat Lembeh sendiri merupakan hajatan tahunan yang digelar oleh Komunitas Nelayan dan Pengusaha Perikanan Kota Bitung yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bitung, yang pada tahun 2013 merupakan pelaksanaan yang kelima kalinya.

Walik Kota Bitung, Hanny Sondakh mengatakan festival tersebut selain mempromosikan potensi perikanan yang ada di Kota Bitung, juga sekaligus sebagai ajang pentas seni dan budaya. “Sebagaimana diketahui bersama, Bitung merupakan pintu gerbang Provinsi Sulawesi Utara dan juga sebagai salah satu kawasan andalan regional yang ada di Indonesia Timur. Oleh karena itu diharapkan Festival Selat Lembeh dari tahun ke tahun bisa lebih baik pelaksanaannya,” ujar Sondakh.

Sementara itu Ketua Asosiasi Kapal Perikanan Nasional (AKPN), Rudy Walukow menjelaskan bahwa Festival Selat Lembeh kali ini selain diikuti peserta dari lokal juga melibatkan beberapa negara seperti Australia, Swiss dan Jerman yang merupakan negara utama pembeli hasil perikanan Bitung.

Selain parade kapal dan perahu, Festival Selat Lembeh juga diisi dengan pelepasan ikan Napoleon, pentas seni dan budaya seperti tari maengket, cakalele, masamper, musik bambu. Ikut pula dipertandingkan lomba dayung, lomba renang melintasi Selat Lembeh serta lomba kebersihan kapal.

Alhasil Festival Selat Lembeh yang ikut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bitung yang ke-23 tersebut berhasil menarik ribuan warga yang memadati kawasan Pelabuhan Perikanan Bitung. Warga yang datang dari berbagai daerah tersebut sejak pagi memadati dermaga yang sehari-harinya merupakan tempat bongkar muat serta pelelangan hasil tangkap laut dari perairan Sulawesi Utara.

Sumber : Kompas.com

iklan1
iklan1