Archive for: Desember 2013

Sekprov: 2014 TKD Pegawai Naik

sekprov-tegur-

MANADO – Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bagi para PNS Pemprov Sulut akan dinaikkan pada tahun 2014. Hal itu disampaikan Sekretaris Provinsi Sulut Siswa R Mokodongan saat memimpin apel kerja pegawai bulan November 2013 di ruang Mapalus, Senin (2/12/2013).

“Pengumuman kenaikan TKD tersebut, kita tunggu sampai pelaksanaan apel perdana awal Januari 2014 mendatang,” kata Sekprov, yang kemudian menambahkan, kenaikan TKD ini merupakan berkat bagi seluruh PNS Pemprov Sulut.

Sementara besaran kenaikan TKD Mokodongan menyebutkan, bervariasi sesuai dengan eselon yang ada, termasuk staf.

Bagian lain Mokodongan tak lupa mengingatkan, pimpinan SKPD memperhatikan pengelolaan anggaran yang bersumber dari dana APBD.

“Karena sudah memasuki akhir tahun anggaran diharapkan tidak akan terjadi utang piutang,” pungkasnya.

 

(hps/ar)

Awal 2014 Pengguna LG G2 Bisa “Makan” KitKat?

Maskot Android KitKat

Maskot Android KitKat

TEKNO – LG G2 mendapat banyak respon positif dari berbagai pihak, baik itu dari pengamat maupun penggunanya. Maka dari itu, banyak yang berharap smartphone ini segera memperoleh update Android versi terbaru.

Google memang telah meluncurkan versi terbaru Android 4.4 KitKat pada handset tertentu. Para pengguna LG G2 tentu juga menginginkan pembaharuan itu hadir di perangkat pintar miliknya.

Menurut GSM Arena, Senin (2/12/2013), pihak LG berencana akan menyediakan update Android 4.4 Kitkat pada kuartal pertama tahun 2014.

Kabar yang bersumber dari Mobile Syrup menyebut, update itu akan tersedia untuk semua operator menjelang akhir Maret 2014 mendatang. Sedangkan ketersediaan di setiap perangkat tergantung dari operatornya masing-masing.

Kantor perwakilan LG Kanada yang menghubungi Mobile Syrup mengklaim, versi update bagi perangkat unlocked diharapkan akan lebih dari versi bundling operator.

Seperti yang diketahui, LG G2 mengisi pasar smartphone Android kelas high-end dan telah menjadi salah satu yang terbaik. Pun demikian, banyak kritik yang muncul karena smartphone berlayar lapang itu terlalu banyak menyematkan fitur bawaan di sistem operasinya.

Lantas, apakah nantinya dalam versi Android KitKat juga demikian? Tunggu saja kabar selanjutnya.

 

(les/rr)

Di Bitung Tak Gaji Sesuai UMP, Sanksi Pidana Menanti

BITUNG – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bitung Oktavianus Kandoli, menegaskan perusahaan yang tidak menerapkan upah minimum provinsi (UMP) akan dikenai sanksi pidana.

Diketahui, tahun 2014 mendatang, UMP di Provinsi Sulawesi Utara mengalami kenaikan dari Rp 1.550.000 menjadi Rp 1.900.000,

”Berdasarkan UU nomor 13 tahun 2003 pasal 185 ayat 1 dan Pasal 90 :1 tentang Ketenagaakerjaan disebutkan perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya dikenakan sanksi denda paling sedikit Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah) dan sanksi penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun,” jelas Kandoli.

Karena itu Kandoli mengingatkan, agar semua perusahaan di Kota Bitung akan memenuhi kewajibannya dengan membayar UMP terhitung 1 Januari tahun 2014 mendatang, sehingga terhindar dari sanksi pidana sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

 
(sm/rar)

Pesan Ketua MUI Sulut Sebelum Meninggal Dunia

MANADO – Ketua MUI Sulut Kiai Haji Fauzi Nurani meninggal dunia, Minggu (1/12/2013), setelah menjalani perawatan di RSUP Kandou. Kematian tokoh Muslim yang sangat dihormati itu dikarenakan sakit ginjal yang telah dideritanya selama 4 tahun.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Mahawu, Tuminting, Manado. Jenazah akan dimakamkan Senin (2/12/2013) di TPU Banjer, Manado.

Anak kedua Almarhum, Muhammad Mukhtar Luthfi (38) mengungkapkan Aba sapaan akrab KH Fauzi Nurani dikeluarga meninggal pada pukul 1.30 Wita di Rumah Sakit Kandou Malalayang, setelah dirawat selama satu bulan. “Beliau menderita ginjal dan ginjal yang sudah dirasakannya sejak empat tahun lalu, dan dalam kesehariannya dibantu dengan alat CAPD,” ujarnya.

Meninggalnya ayahandanya tercinta memang dengan tiba-tiba, semalam pada Subuh masih mengajarkan tauhid kepadanya. Namun setelah Salat Dzuhur kondisinya menurun.

Ketika itu ia ke apotek untuk membeli obat, sekembalinya dari apotek dokter telah berupaya untuk mengembalikan kesadarannya. “Saya mengantarkan beliau dengan dua kalimat syahadat, ketika itu beberapa saat saya dapat merasakan denyut nadinya, namun setelah itu sudah tidak ada,” katanya.

Sebagai ayah dari tiga anak, ayahandanya merupakan sosok yang menanamkan nilai-nilai luhur yang diajarkan agama keluarganya, terutama dengan kesabaran.

Segala sesuatu permasalahan selalu diselesaikan dengan musyarawarah dan selalu mengingatkan kepada anak-anaknya untuk terus berzikir, mengingat kepada Allah SWT. “Meskipun marah jika anaknya melakukan kesalahan, namun marah seorang ayah yang begitu cinta anaknya,” katanya.

Meskipun sakit, ia selalu mengungkapkan kepada anaknya, bahwa penyakit itu adalah teman, untuk manusia mengingat kepada Allah SWT. Ia juga tidak pernah lupa kepada anak-anaknya mengajarkan ilmu tauhid. “Dia tidak pernah mengeluh sakit, karena sudah terlalu sakit di dadanya, Aba hanya mengatakan dadanya sakit,” tuturnya.

Tidak ada firasat yang dirasakannya, namun ketika Sabtu malam, ketika ia menjaga ayahandanya yang ketika itu sedang tidur, tiba-tiba berkata “hari minggu Aba berangkat,”. Ucapan itu tidak pernah disampaikan kepada siapun, karena dirinya tidak perpikir macam-macam. Namun saat ini sepertinya ucapan Aba seakan memberikan isyarat, bahwa dirinya akan dipanggil Allah SWT.
(tr/my/rr)

iklan1