KPK: Penahanan Anas Kado Tahun Baru Untuk Rakyat

vivanews

vivanews

JAKARTA – Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Februari 2013, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji pada proyek Hambalang, Anas Urbaningrum.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, penahanan Anas ini merupakan hadiah bagi masyarakat di tengah upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.

“Ini tahun baru 2014, semoga proses penahanan ini membuka tahun 2014. Menurut saya ini hadiah bagi rakyat pemilih negeri agar pemberantasan korupsi di 2014 semakin masif,” ujar Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2014).

Kendati demikian, lanjut dia, KPK tetap memuji sikap Anas Urbaningrum yang mau memenuhi panggilan lembaga pada pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

“Kita apresiasi kepada sodara Anas Urbaningrum yang mau hadir dalam proses pemeriksaan. Seharusnya memang sebagai warga negara yang taat hukum, tentu harus memenuhi panggilan yg ditentukan oleh penegak hukum,” tandas Johan.

Anas menjadi tersangka dalam kasus gratifikasi terkait proyek pembangunan sekolah olahraga Hambalang pada 22 Februari 2013.

Mantan Ketum PB HMI Itu dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 atau 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU 20 Tahun 2001 tentang UU Pemberantasan Korupsi.

Dalam kasus Hambalang ini, Anas disebut-sebut menerima Toyota Harrier dari rekanan proyek Hambalang. Mobil mewah itu diterima saat Anas masih menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR atau sebelum menjabat Ketua Umum Demokrat.

 

(les)

iklan1
iklan1