Kemen PU Siapkan Rp 230,1 Miliar Tangani Banjir Manado

ist

ist

JAKARTA – Dalam kunjungan yang dilakukan Wapres Boediono, Selasa (21/1/2014) kemarin, Wapres mengungkapkan, perlu ada penataan kembali daerah aliran sungai (DAS) di Manado guna menghadapi terjadinya musim hujan yang lama karena terjadinya perubahan iklim.

“Penataan DAS harus benar-benar disiplin, jangan sampai menunggu sehingga banyak pemukiman yang dibangun. Kita harus berasumsi, kalau dulunya 10 tahun sekali (banjir karena hujan deras), nantinya bisa lebih sering. Sebab itu, kita tata lebih permanen menghadapi risiko-risiko seperti ini,” kata Boediono.

Meresponi hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan dana sebesar Rp230,1 miliar untuk penanganan pengendalian banjir di Manado. Anggaran ini digelontorkan untuk mengatasi banjir bandang yang terjadi di daerah tersebut.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, Rabu 22 Januari 2014, mengungkapan bencana yang terjadi kali ini lebih besar dibanding banjir bandang yang pernah terjadi pada tahun lalu.

“Bencana banjir ini bukanlah yang pertama menimpa Manado dan wilayah ini berpotensi besar mengalami banjir setiap tahun,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Banjir bandang di Manado tidak hanya menimbulkan kerugian material seperti jalan putus, bangunan dan rumah rusak, tetapi juga menelan korban jiwa dan sekitar 40.000 orang harus mengungsi.

Di Sulawesi Utara, kerugian material akibat banjir bandang dan longsor di lima kabupaten/kota mencapai Rp1,87 triliun. Pemerintah menetapkan banjir di Manado sebagai bencana nasional.

Hingga kemarin, kondisi Manado akibat banjir bandang belum pulih. Meski hujan masih terus turun, ribuan warga Manado tetap berusaha membersihkan rumah dan lingkungan dibantu sekitar personel TNI.

Untuk mengantisipasi banjir bandang terulang, Boediono, memerintahkan Pemerintah Kota Manado dan Kabupaten Minahasa segera membersihkan bangunan di bantaran sungai. Pihak Kementerian Pekerjaan Umum, juga diminta segera melakukan normalisasi terhadap DAS Tondano dan Sawangan.

“Normalisasi sungai dan penataan sungai di sini sedang didiskusikan dengan Wamen PU. Itu yang menjadi prioritas kami,” kata Boediono.

 

(at/ar)

iklan1
iklan1