Ada Bantuan Rp 15 Juta Untuk Rumah Rusak Kena Bencana

banjir rusak rumah

Puing rumah yang rusak akibat banjir bandang yang menerjang Manado,

JAKARTA – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menyiapkan anggaran stimulan, bagi masyarakat korban bencana yang huniannya mengalami kerusakan. Bantuan akan diberikan secara langsung maksimal Rp 15 juta per rumah tangga.

Seperti yang disampaikan oleh Deputi Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Ansari di sela-sela acara Bapertarum-PNS di kantor Kemenpera, Senin (27/1/2014).

“Tapi hanya terbatas bagi korban bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kalau kaya nggak bisa. Bantuan paling tinggi Rp 15 juta diberikan dalam bentuk uang langsung ditransfer ke masyarakat. Rekening kita yang buka,” kata Jamil.

Jamil mengungkapkan, untuk besaran nominalnya sangat tergantung hasil survei dari kerusakan yang dialami. Artinya setiap orang akan berbeda dana bantuan yang mereka dapat atau hanya 60% dari total biaya.

“Kita beri dari 60% dari biaya sisanya swadaya masyarakat sendiri. Misalnya biaya untuk bangun rumah yang rusak Rp 20 juta nanti kita kasih Rp 12,5 juta,” katanya.

Bagi calon penerima, maka mekanisme pengambilannya harus berdasarkan kelompok minimal 7 kepala keluarga, dan maksimal 11 kepala keluarga agar lebih efisien. Sistem pencairannya, si korban harus belanja dahulu bahan bangunan dan jasa, setelah itu bukti pembelian dibawa ke Bank Rakyat Indonesia (BRI), kemudian dicairkan.

“Program ini namanya bantuan stimulan. Anggarannya pada 2012 ada Rp 1,8 triliun, 2013 ada Rp 2 triliun, di tahun 2014 ada kenaikan menjadi Rp 2,1 triliun,” katanya.

Jamil menambahkan, pihaknya hanya membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Apabila BNPB tak bisa memenuhi, maka kemenpera siap mengambil alih program perbaikan rumah para korban bencana.

“Kalau nanti dari BNPB nggak ada anggaran jadi kami baru masuk di sana. Biar nggak ada tumpang tindih dengan BNPB,” katanya.

 

(dc/ar)

iklan1
iklan1