Pemulihan, 11.706 Korban Bencana Sulut Dapatkan Perawatan

Ilustrasi perawatan di pengungsian

Ilustrasi perawatan di pengungsian

MANADO – Sebagai upaya pemulihan dampak bencana banjir bandang, sebanyak 11.706 warga Sulut mendapatkan perawatan (rawat jalan) di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.

“Mereka yang dirawat inap sebanyak dua puluh lima orang, sementara dua puluh orang meninggal. Sedangkan fasilitas kesehatan yang terendam banjir yaitu puskesmas Wonasa, Ranomuut, dan Tikala Baru, serta sebelas unit puskesmas pembantu dan tiga rumah dinas para medis,” kata Gubernur Sinyo H Sarundajang di Manado, Kamis (30/1/2014).

Menurut Sarundajang, tanggap darurat sektor kesehatan telah dilakukan untuk warga korban banjir dan tanah longsor sejak terjadinya bencana hingga sekarang ini.

Bahkan melalui tim medis yang dikoordinasikan Kepala Dinas Kesehatan dr. Grace L Punuh MKes, pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui posko kesehatan maupun puskesmas.

Dari hasil identifikasi medis, penyakit yang menonjol saat ini adalah infeksi salurah pernafasan (ISPA), gatal-gatal di kulit, gastritis yang kemungkinan besar dipicu oleh kondisi mental yang labil, serta diare yang dialami anak-anak, ibu dan bayi di bawah lima tahun.

Akibat bencana yang terjadi di Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Sitaro, kucuran bantuan dari berbagai pihak terus bertambah.

Pada Rabu (29/1/2014), Tim Komisi IX DPR-RI yang berjumlah 15 orang dipimpin Ketua Supriyatno melakukan peninjauan di lokasi bencana banjir bandang Kelurahan Ketang Baru dan Ternate Baru, dan menyerahkan bantuan makanan dan obat-obatan kepada para pengungsi di dua kelurahan tersebut.

Supriyatno mengatakan, bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk kepedulian Komisi IX meringankan beban penderitaan dari warga yang terkena bencana.

Bencana di Sulut teparah terjadi di Kota Manado, dimana banjir merendam ribuan rumah, merusak dan menghanyutkan permukiman warga yang terletak di bantaran sungai, beberapa warga meninggal akibat bencana tersebut.

Banjir juga merusak sarana dan prasarana pemerintah, swasta serta fasilitas umum lainnya, secara keseluruhan pemerintah daerah memperkirakan total kerugian pascabencana di Sulut mencapai Rp1,781 triliun.
(ant/ar)

iklan1
iklan1