Archive for: Februari 2014

TKD Pegawai Terlambat, Sekprov: Bendahara SKPD Malas Mengurusnya

MANADO – Keterlambatan proses pembayaran tunjangan kinerja daerah (TKD) bulan Januari 2014 bagi PNS yang mengabdi di lingkungan Pemprov Sulut, karena bendahara SKPD yang lambat memprosesnya.

hal itu ditegaskan Sekprov Sulut Siswa R Mokodongan, Kamis (27/2/2014) kemarin, menjawab pertanyaan wartawan Pos Pemprov di ruang kerjanya.

“Keterlambatan pembayaran TKD ini, bukan dari Pemprov tapi karena ulah bedahara SKPD yang bersangkutan karena malas mengurusnya,” katanya Mokodongan.

Namun perihal keterlambatan pembayaran TKD bulan januari ini, Mokodongan menyebutkan, pimpinan masih memberi kelonggaran untuk bisa diterima secara penuh oleh pegawai.

Alasannya, pada bulan Januari 2014 seluruh PNS Pemprov Sulut, selama hampir tiga minggu ikut dilibatkan ambil bagian membersihkan lumpur dan sampah di Kota Manado, pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Menjawab kegalauan perasaan hati dari para pegawai, Mokodongan berjanji TKD untuk Bulan Januari pegawai akan menerima penuh.

 

(hps/rr)

“Walk for Sulut” di Jakarta Untuk Bantu Korban Bencana

walk-for-sulut-logo

JAKARTA – Sebuah acara bertajuk “Walk for Sulut” digagas oleh Yayasan Torang Samua Basudara, demi menggalang bantuan dana bagi korban bencana banjir bandang yang menerjang Kota Manado, Sulawesi Utara sekitar Januari 2014.

“Kita buat acara berjalan bersama dalam rangka menggalang dana untuk korban banjir bandang di Sulut,” kata Ketua Yayasan Torang Samua Basudara, Coreta Kapoyos di Jakarta, Kamis (27/2/2014) kemarin.

Istri Kapolda Metro Jaya itu, menjelaskan acara Walk for Sulut akan menghadirkan agenda jalan bersama sepanjang 3,5 km di sekitar Komplek Senayan Jakarta Pusat pada Minggu, 2 Maret mendatang.

Untuk menghibur pengunjung yang hadir, panitia akan menampilkan sejumlah artis antara lain Ruth Sahanaya, Becky Tumewu, Tantowi Yahya, Ruben Onsu dan Kristina.

walk-for-sulut

Coreta menuturkan panitia pelaksana menyediakan 20 konter yang akan menyajikan kuliner, cinderamata, tarian dan nyanyian khas Sulut.

“Suasananya seperti di Manado dengan menghadirkan ciri khasnya,” ujar Ketua Bhayangkari Polda Metro Jaya itu.

Selain menampilkan hiburan, panitia juga akan menggalang dana untuk korban banjir bandang yang melanda Kota Manado.

Coreta menuturkan pihaknya akan memprioritaskan penyaluran bantuan untuk renovasi fasilitas umum khususnya bangunan sekolah.

Coreta mencatat terdapat 98 bangunan sekolah yang rusak terdiri atas 91 lokal rusak ringan dan tujuh lokal rusak berat.

Pihak Yayasan Torang Samua Basudara akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

 

(an/ar)

Demo Faked Unsrat, Seorang Dokter Patah Tulang Rusuk

demo-faked-

MANADO – Unjuk rasa mahasiswa, alumni dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi kembali terjadi. Mereka kembali menuntut Rektor Prof Dr Donald Rumokoy dan Dekan Fakultas Kedokteran Prof Dr Ralp Kairupan mundur dari jabatannya, Kamis (27/2). Namun demo kali ini menyisakan korban.

Massa sejak pagi sudah berkumpul di Aula Faked, para demonstran secara bergantian melakukan orasi. Awalnya massa menggelar mimbar bebas, kemudian mencoba masuk ke ruang Dekan Faked di lantai satu kampus tersebut. Saat itu, Ralp Kairupan ada di ruangan tersebut.

Bentrok terjadi antara massa dengan sekitar 20 Satpam kampus yang melakukan penjagaan. Dua dosen, Dr Richard Sumangkut SpB dan Dr Ronny Mewengkang SpOG mengalami luka serius. Kedua dokter terkenal itu diduga terkena pukulan.

Orasi pun dilanjutkan di depan ruang dekan, namun Ralp Kairupan memilih tetap berada di dalam ruangan. Massa semakin merangsek dan suasana bertambah panas.

Tiba-tiba botol-botol minuman air mineral beterbangan di kerumunan massa. Suasana chaos, massa dan Satpam saling dorong dan bahkan ada aksi pemukulan. Bahkan ada teriakan, “Awas, ada strum.” Di antara massa pun ada yang terjatuh.

Kedua kubu saling teriak. Satpam kampus memaksa massa membubarkan diri. Selama lebih dari tiga jam, tak terlihat ada aparat kepolisian di kampus. Aksi dorong-dorongan itu menelan korban.

Menurut informasi yang didapat dari seorang demonstran, dua dosen, Dr Richard Sumangkut Spesialis Bedah-Konsultan Bedah Vaskuler (Staf/Dosen Bagian Ilmu Bedah) mengalami patah tulang rusuk.

Kemudian Dr Ronny Mewengkang Spesialis Obstetri-Ginekologi Konsultan (Sesepuh/Dosen Senior) di Bagian Kebidanan dan Kandungan juga mengalami luka. Diduga keduanya terkena pukulan.

Dokter Enrico Rawung menyebutkan, Richard Sumangkut yang datang mengikuti aksi damai itu menjadi korban karena mengalami patah tulang rusuk. “Aksi damai dilakukan demokratis bukan dengan kekerasan yang mengakibatkan jatuh korban,” tutur Rawung saat di lokasi demo.

Richard dilarikan ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan dada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Kandou Manado. Selain itu juga melakukan foto rontgen. Seorang dokter di rumah sakit tersebut menolak memberikan keterangan, namun membenarkan jika Richard melakukan pemeriksaan.

Sementara itu, ketika demo sudah reda, Dekan Faked, Ralp Kairupan muncul. Dia mempersilakan ada demo, selama tidak mengganggu aktivitas perkuliahan.

“Intinya memang fenomenanya terjadi seperti ini. Saya tetap akan memimpin Faked. Mengenai demo, asalkan tidak mengganggu perkuliahan,” ujarnya seraya menambahkan, dirinya hanya menjalankan amanah.

“Selama saya sudah ditunjuk oleh Rektor, tetap jalan. Kalau ada hal-hal yang dianggap mereka ilegal, dibuktikan di jalur PTUN atau jalur hukum. Jangan ada kegiatan demontrasi lagi yang mengganggu akademik.” katanya.

Dia juga mengaku mendapat telepon dari orangtua mahasiswa yang berharap tak ada demonstrasi lagi. “Pasti semuanya akan berakhir dan indah pada waktunya,” tandasnya.
(tribun/ar)

Kerja Keras Pulihkan Manado, Pemkot Optimis Raih Adipura Kencana

adipura-manadoMANADO – Pemerintah Kota Manado masih optimis meraih Adipura Kencana, meski kondisi kota saat ini masih belum pulih total dari lumpur dan sampah akibat banjir bandang.

Seluruh jajaran Pemerintah Kota Manado, Jumat (28/2/2014) kembali turun melakukan kerja bakti untuk mengangkat sisa-sisa sampah dan lumpur akibat terjangan banjir bandang lalu.

“Kami memang meningkatkan pembenahan di lokasi-lokasi yang terkena dampak bencana,”kata Kepala BLH Manado Johsua Pengkerego.

Untuk itu perlu sinergritas semua komponen masyarakat termasuk Pemerintah harus ada koordinasi yang mantap agar impian adipura kencana bisa diraih.

“Kita masih optimis Manado bisa mendapatkan Adipura Kencana tahun 2014 ini,”ujar Pangkerego.

Dilain pihak, BLH Manado akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan terkait lokasi penilaian adipura di tempat yang terkena bencana.

“Kami akan koordinasikan apakah bisa dialihkan di tempat lain. Namun yang pasti kita perlu kerja ekstra secara bersama-sama. Karena ini bukan hanya tugas Pemerintah semata tapi semua elemen masyarakat,”tandasnya.

Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan yang memimpin apel dalam arahannya mengingatkan seluruh jajaran Pemkot Manado tugas dan tanggung jawab untuk pemulihan Kota Manado.

“Semuanya bisa kita raih asalkan dibarengi dengan kerja…kerja dan bekerja. Itulah kuncinya. Yang jelas koordinasi lagi-lagi harus kita bangun. Dengan berkoordinasi komunikasi pasti jalan dan bisa diketahui mana yang kurang untuk dibenahi bersama,” terang Ai sapaan akrab Mangindaan.

 

(al/mt)

Pemilu Sukses! Imbau Sarundajang di Sangihe

Gubernur Sulut S.H Sarundajang berpidato di hadapan pegawai negeri sipil Kabupaten Sangihe, Rabu (26/2/2014) di GOR  Manente Tahuna.

Gubernur Sulut S.H Sarundajang berpidato di hadapan Pejabat dan pegawai negeri sipil Kabupaten Sangihe, di GOR Manente, Tahuna, Rabu (26/2/2014).

TAHUNA – Pesta demokrasi pemilihan umum legislatif (Pileg) April mendatang dan pelaksanaan Pemilihan presiden (pilpres) 2014 harus sukses. Jika tidak, akan terjadi inflasi bagi Indonesia. Seluruh komponen masyarakat yang memiliki hak pilih pun diharapkan mempergunakan hak pilihnya atau jangan golput.

Hal itu dikemukakan Gubernur Sulawesi Utara S. H. Sarundajang, pada rapat koordinasi Pemerintahan antara Pemprov dengan pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe, Rabu (26/2/2014) di GOR Manente Tahuna.

Menurut Sarundajang yang juga anggota konvensi calon presiden partai demokrat, kesuksesan pemilu terindikasi dari kehadiran masyarakat ke tempat pemungutan suara (TPS) dan melakukan hak pilihnya.

“Pemilu harus sukses! masyarakat datang ke Pileg 9 April, kemudian Pilpres 19 Juli, serta melakukan politik yang baik dan santun, menghindari pelanggaran-pelanggaran sampai selesai pelaksanaan pesta demokrasi negara kita,” kata Sarundajang.

Selain itu, gubernur juga mengimbau seluruh PNS menjaga netralitas dalam pemilu mendatang, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat keamanan agar bersama-sama saling membantu dalam pendistribusian logistik pemilu ke setiap TPS hingga pelosok desa yang ada di pulau-pulau.

 

(hps/rr)

iklan1