Archive for: Februari 2014

Minahasa Bisa Bangkit, Salah Satunya Dengan Cabe

TONDANO – Minahasa baru saja dicanangkan sebagai ‘Kabupaten Cabe 2014’. Hal itu diharapkan bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah dimana menandakan bahwa sektor pertanian mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kesinambungan ketahanan pangan di daerah merupakan salah satu indikator utama terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang ketika membawakan sambutan pada kegiatan Pencanangan ‘Minahasa Sebagai Kabupaten Cabe 2014’, di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Sasaran Tondano, Selasa (25/2/2014).

Gubernur juga mengatakan bahwa sudah saatnya Minahasa ini “bangkit” dengan mengangkat potensi-potensi pertanian yang menurutnya Minahasa adalah daerah yang subur.

“Minahasa bisa bangkit dengan produksi pertanian. Dengan cabe misalnya, saya mendapat laporan bahwa permintaan cabe di luar Sulut sangat tinggi, permintaan pasar ini adalah peluang yang harus kita ambil. Saya meminta Bupati dan jajarannya untuk dapat proaktif dalam membantu para petani melalui kebijakan-kebijakan yang pro-petani,” kata Gubernur.

Gubernur berharap warga Minahasa bangga dengan kesuburan tanah Toar-Lumimuut. “Karena tanaman cabe ini hanya di taruh pada polibek-polibek bisa hidup, apalagi di tanam langsung di halaman rumah serta pada lahan-lahan yang kosong, sudah pasti akan tumbuh,” kata dia.

Gubernur juga menapresiasi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut yang telah membantu pemerintah dengan menginventasi dan langsung berhubungan dengan masyarakat petani, melalui pinjaman kepada kelompok tani untuk perkembangan komoditi Cabe ini.

Pencanangan Minahasa sebagai Kabupaten Cabe merupakan sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mendukung Ketahanan Pangan, UMKM dan Keuangan inklusif.

Selanjutnya digelar penandatanganan MoU antara Bupati Minahasa Jantje W Sajow dengan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Luctor E Tapiheru, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Alsintan dari Gubernur Sulut kepada Bupati Minahasa, penyerahan bibit Cabe kepada Ketua TP PKK Minahasa Olga Sajow-Singko, serta demontrasi anjungan Kartu Pegawai Elektronik dan penyerahan CSR sebesar Rp 596.514.144,- dari Bank Sulut kepada Pemkab Minahasa.

 

(hps/rr)

 

 

Akhirnya, Nokia Munculkan Smartphone Android Pertamanya

nokia-android-nokia-xSULUTTODAY.com – Akhirnya smartphone Android pertama dari Nokia benar-benar muncul dan diperkenalkan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2014 di Barcelona, Spanyol.

Yang agak mengejutkan, ponsel Android Nokia ini ternyata terdiri dari tiga jenis perangkat, yaitu Nokia X, Nokia X+, dan XL. Tiga smartphone tersebut diumumkan oleh mantan CEO Nokia Stephen Elop dalam sebuah konferensi pers pada Senin (24/2/2014) waktu setempat.

“Nokia X bisa menjalankan aplikasi Android, serta datang dengan berbagai layanan populer dari Microsoft,” ujar Elop, sebagaimana dikutip oleh The Verge.

Layanan Microsoft yang dimaksud antara lain One Drive dan Skype. “Nokia X membawa pengguna ke jaringan cloud milik Microsoft, bukan Google,” ujar Elop.

Saat presentasi, Elop tak merinci perbedaan di antara Nokia X dan X+, kecuali bahwa Nokia X+ bakal dilengkapi “memori dan storage extra”.

Tentang Nokia X sendiri, adapun kabar-kabar sebelumnya menyebutkan bahwa perangkat itu dibekali layar 4 inci dengan resolusi 800 x 480. Di dalamnya tersemat prosesor dual-core 1 GHz dengan RAM berkapasitas 512 MB. Spesifikasi lain termasuk kamera 3 megapiksel, baterai 1.500 mAh, dan dukungan dual-SIM card.

Update: Nokia telah merilis spesifikasi lengkap dari tiga versi Nokia X dalam situs resminya beberapa saat setelah acara peluncuran, selengkapnya baca: Spesifikasi Lengkap Android Nokia X, X+, dan XL.

Perangkat yang sebelumnya memiliki kode nama “Normandy” ini menjalankan sistem operasi Android Open Source Project (AOSP) dalam antarmuka yang terlihat mirip dengan “Modern UI” ala Windows Phone.

Bukan cuma tampilannya yang berbeda dari ponsel Android pada umumnya. Dari segi layanan yang tersedia, trio Nokia X ini pun tak dibekali dengan layanan-layanan ala Android dari Google, semisal Google Play Store dan Google Maps.

Sebagai pengganti Play Store, aplikasi-aplikasi Android dapat diunduh dari Nokia Store. Toko aplikasi Nokia tersebut telah menyediakan sejumlah judul aplikasi terkenal, seperti Facebook, Twitter, Vine, Swiftkey, Skype, dan BBM.

Meski demikian, Nokia X, X+, dan XL tetap bisa menjalankan aplikasi-aplikasi Android lainnya.

Untuk aplikasi pengganti Google Maps, Nokia X akan dibekali aplikasi peta andalan Nokia, Here yang kemampuannya dinilai lebih baik dari besutan Google.

“Dengan Nokia X, kami memperoleh keuntungan dari ekosistem aplikasi Android. Kami juga telah membangun fondasi dengan perangkat ini, untuk mengenalkan lebih banyak pengguna ke layanan dan aplikasi Nokia. Pengembang Android juga bisa membawa aplikasi mereka ke Nokia dalam beberapa jam,” ujar mantan CEO Nokia, Stephen Elop, sebagaimana dikutip oleh The Inquirer.

Elop menambahkan bahwa Nokia X tersambung ke jaringan cloud milik Microsoft, bukan Google. “Ini berarti bahwa Microsoft bisa merengkuh orang-orang yang sebelumnya berada di luar jangkauan.”

Rencananya, trio Android dari Nokia itu akan mulai tersedia dalam beberapa minggu ke depan. Harganya? Nokia X bakal dibanderol seharga 89 euro atau sekitar Rp 1,5 juta, sementara Nokia X+ dan XL masing-masing dihargai 99 euro atau sekitar Rp 1,6 juta, dan 109 euro atau sekitar Rp 1,8 juta.

Belum diketahui kapan Nokia X masuk ke pasaran Indonesia. Yang jelas, ponsel Android Nokia ini sudah “mendarat” di Indonesia beberapa minggu yang lalu. Nokia diam-diam telah mengajukan permohonan sertifikasi Nokia Normandy di Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Bersama dengan Nokia X, Nokia turut memperkenalkan sejumlah model baru dari lini feature phone Asha perusahaan tersebut, yaitu Asha 105, 220, dan 230.

 

dbs/rr

Anggota Korpri Bukan Warga Kelas Dua

Istimewa

Istimewa

MANADO – Anggota Korpri sebagai motor penggerak dalam elemen penting pemerintahan dan menjalankan tugas dan pekerjaan setiap hari, tak luput dari kecelakaan kerja. Selayaknya jaminan kecelakaan kerja anggota Korpri jangan diperlakukan seperti era Askes dulu, dimana PNS di-ibaratkan hanya sebagai warga kelas dua.

Hal itu disampaikan Sekprov Siswa R Mokodongan saat menyampaikan materi “Kebijakan perihal BPJS Ketenagajerjaan di lingkup PNS Pemprov”, dalam sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Senin (24/2/2014) kemarin di ruang Hujula Kantor Gubernur.

Mokodongan yang adalah Ketua Korpri, berpendapat bahwa pandangan Korpri adalah warga kelas dua berimbas pada kurang maksimalnya pelayanan yang mereka peroleh. “Diharapkan tidak akan terjadi lagi di era BPJS Ketenagakerjaan sekarang ini,” ujarnya.

“Kalau perlu saya usulkan para Abdi Negara ini apabila terjadi kecelakaan kerja harus mendapat perawatan di kelas satu,” kata dia sembari menyebutkan, tiap bulan setiap anggota Korpri mendapat potongan 5 persen sesuai besaran gaji yang diterima, “karena itu tidak ada alasan anggota Korpri harus diperlakukan sebagai warga kelas dua,” tandasnya.

Bagian lain Mokodongan mengatakan, sebagai public servant yang prefesional tidak dapat berjalan maksimal apabila tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan dari pemerintah, yang berupa remunerasi gaji, tunjangan kesejahteraan, penyediaan perumahan yang layak dan asuransi kesehatan.

Di samping itu anggota Korpri akan diberikan jaminan pensiun dan jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

 

(hps/rr)

Pembunuh Waria Kotamobagu Divonis 14 Tahun Penjara

ayu-basalamah

KOTAMOBAGU – Sidang putusan pembunuhan yang menewaskan Abdullah ‘Ayu’ Basalamah, waria pemilik salon Ayu, digelar Pengadilan Negeri Kotamobagu. Majelis hakim memvonis terdakwa MRZ alias Rendi, dengan hukuman 14 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana selama 14 tahun penjara kepada terdakwa,” ujar Ketua Majelis Hakim, I Dewa Budi Watsara SH, Senin (24/02/2014).

Vonis ini masih lebih ringan karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dawa’an Manggalupang menuntut terdakwa dengan 17 tahun penjara karena dinilai melanggar pasal 365 ayat (3) KUHP.

“Hal-hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan,” lanjut Watsara.

Tidak ada reaksi berlebihan dari terdakwa dan penasihat hukumnya ketika mendengar vonis yang dijatuhkan. Usai persidangan terdakwa langsung digiring ke ruang tahanan dengan alasan pengamanan.

Sebelumnya, seorang terdakwa lain, AA alias Angga, telah dijatuhkan vonis selama 6 tahun penjara oleh majelis hakim pada persidangan yang digelar Oktober 2013 silam.

Sekadar diketahui, Abdullah ‘Ayu’ Basalamah, pernah menghina Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar melalui Facebook dan pesan Blackberry Mesengger (BBM) karena tidak menepati janji membagikan pulsa gratis untuk mendukung Novi Bachmid, kontestan Idola Cilik asal Boltim.

Kasus ini kemudian berujung penculikan pemilik Salon Ayu ini dan dianiaya oleh ajudan bupati serta anggota Satpol PP Kabupaten Boltim. Penanganan kasus penganiayaan itu sempat berlarut-larut, namun akhirnya berujung permintaan maaf.

Selang beberapa waktu kemudian, Ayu malah ditemukan tewas di dalam salon miliknya pada Senin, 17 Juni 2013 silam. Melalui penyelidikan panjang, polisi akhirnya berkesimpulan, kematian Ayu karena murni perampokan dan tidak terkait dengan kasus penghinaan terhadap bupati.

 

(dt/rr)

Awal 2014 Sulut Ekspor Rumah Panggung Minahasa ke Afrika

Rumah panggung Minahasa (ist)

Rumah panggung Minahasa (ist)

MANADO – Di awal 2014, Sulawesi Utara telah mengekspor rumah panggung tradisional khas Minahasa ke Tanzania. Demikian kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Olvie Atteng.

“Rumah panggung Minahasa dengan volume 34,8 ton itu mampu menghasilkan devisa sebesar US$33.334,” kata Olvie di Manado, Senin (24/2/2014).

Menurut Olvie, rumah panggung yang diekspor tersebut hasil buatan pengrajin dari kelurahan Woloan I, Kecamatan Tomohon Barat.

Rumah panggung yang dipadu dengan rumah adat Tanzania tersebut, berbahan baku kayu merah (besi) yang dirancang khusus sehingga mampu bertahan terhadap kondisi cuaca di negara Afrika tersebut.

Ia mengatakan, ekspor rumah panggung Woloan ke Tanzania, bisa terwujud karena pembeli luar negeri percaya selain motif menarik, juga kualitas pembuatan rumah pengrajin di daerah ini yang sudah semakin baik dari waktu ke waktu.

“Pemerintah daerah terus memberdayakan pengrajin sehingga kualitas yang dihasilkan makin baik,” katanya.

Kelurahan Woloan Kota Tomohon sudah ditetapkan pemerintah daerah sebagai kawasan industri rumah panggung di Provinsi Sulut.

Sejak ditetapkan beberapa tahun lalu sebagai kawasan pengrajin rumah panggung, sudah mampu penuhi permintaan baik dari daerah lain di Indonesia juga permintaan dari beberapa negara.

Rumah panggung Minahasa selain ke Tanzania juga sudah merambah negara-negara di Benua Eropa, Asia dan Amerika, katanya.

 

 

(met/ar)

iklan1