Archive for: Maret 2014

Wabup Minahasa Imbau Masyarakat Respon Program Cabe

TONDANO – Program pemerintah kabupaten untuk menjadikan Minahasa sebagai kabupaten cabe dinilai akan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Wakil Bupati Ivan Sarundajang (Ivansa) pun meminta masyarakat merespon positif program tersebut.

“Karena program ini bukan cuma berlaku bagi petani tapi juga untuk warga yang bukan petani,” kata Ivansa.

Lanjut dia, Cabe bisa ditanam di mana saja termasuk pekarangan warga. Program ini sangat potensial untuk diterapkan di Minahasa, mengingat luas lahan yang sangat besar, kemudian struktur tanah yang sangat bagus dan subur untuk pengembangan komoditi ini. Selain itu target kita sebagai daerah penghasil cabe di Sulawesi Utara bahkan Nasional bisa terwujud.

“Kami optimis program ini bisa meningkatkan kesejehteraan masyarakat terlebih petani,” tukasnya.
(mt/ar)

Masalah Listrik Jadi Penghambat Investasi di Sulut

Pembangkit listrik (ilustrasi)

Pembangkit listrik (ilustrasi)

MANADO – Target Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulut yang mematok investasi pada 2014 sebesar Rp 1,4 triliun dinilai realistis mengingat masih banyak kendala untuk penunjang investasi di bumi Nyiur Melambai.

Masalah pasokan listrik contohnya, menjadi persoalan utama yang menghambat investasi Sulut.

Pengamat ekonomi Univesitas Sam Ratulangi Toni Paputra mengatakan, target pemerintah cukup realistis walaupun menurun jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai Rp1,6 triliun.

“KEK Bitung kan belum ditetapkan, selain itu masalah invetasi Sulut ialah listrik. Untuk memenuhi kebutuhan saat ini saja masih sulit, apalagi untuk investasi yang lebih besar,” ujarnya, Kamis (27/3/2014).

Pada tahun sebelumnya, BKPMD Sulut menargetkan investasi yang masuk di Sulut sebesar Rp 1,2 triliun. Namun, pada tahun ini BKPMD hanya mematok target Rp 1,4 triliun atau turun jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

Dari total realisasi investasi Rp 1,6 triliun, hanya sekitar Rp3 miliar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang terdiri atas 12 perusahaan. Sisanya, berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dengan 14 perusahaan.

PMA itu berasal dari Singapura, Jepang, Korea, Inggris, China, Malaysia dan Belanda. Beberapa sektor utama yang disasar antara lain perhotelan, industri pengolahan kelapa, departement store, pariwisata dan pertambangan.

Toni juga mengatakan, investasi yang melalui pintu BKPMD belum mampu menggambarkan seluruh investasi yang masuk ke Sulut. Pasalnya, data BKPMD hanya merangkum investor yang memanfaatkan kemudahan dari pemerintah.

Dia menuturkan, nilai investasi di Sulut lebih tinggi dari data yang dirilis BKPMD karena kenyataan di lapangan banyak investor yang masuk ke Sulut. Para investor itu umumnya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyediakan listrik.

Menurutnya, PLN perlu menyediakan listrik yang memadai agar investasi di wilayah Sulut dan Indonesia Timur lebih bertumbuh. PLN perlu berinvestasi dan membangun jaringan dengan proyeksi 3-4 tahun ke depan.

Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah pusat perlu memikirkan untuk melakukan pemisahaan pengelolaan (spin off) listrik di tubuh PLN. Pemisahaan pengelolaan di tubuh PLN diharapkan dapat menciptakan persaingan dan peningkatan pelayanan seperti yang saat ini terjadi pada Angkasa Pura dan Pelindo.

“Buat seperti Angkasa Pura atau Pelindo. Lalu listrik di Jawa-Bali juga tidak perlu disubsidi lagi karena infrastruktur penunjang lain sudah bagus. Kasih subsidi untuk wilayah Indonesia Timur, biar terjadi pemerataan,” ujarnya.
(bis/rr)

Kantor Walikota Manado Akan Dipindahkan

Kantor Walikota Manado (ist)

Kantor Walikota Manado (ist)

MANADO – Kantor milik Pemerintah Kota Manado (Pemkot) atau kantor Walikota akan dipindahkan. Wacana tersebut telah lulus bahasan dengan Dewan Kota dan masyarakat.

“Kita akan gelar seminar terkait rencana pemindahan Kantor Walikota Manado. Ini juga telah dibicarakan dengan masyarakat dan Dekot Manado sebagai kajian Pemkot. Karena sangat berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat nanti seperti harapan Gubernur Sulut,” kata Walikota G.S Vicky Lumentut.

Lain pihak, menurut Kepala Bappeda Manado Petter Assa, pemindahan Kantor Walikota adalah gagasan yang baik.

“Rencana itu sangat bagus karena sangat berkaitan erat dengan pelayanan terhadap masyarakat,” tuturnya.

Sementara Gubernur Sulut SH Sarundajang menuturkan, wacana tersebut harus dikaji dengan seksama. Terutama kajian lokasi, karena menyangkut pelayanan masyarakat.

“Usulan saya, rencana pemindahan Kantor Walikota bisa diseminarkan dulu. Sehingga dapat diketahui apa harapan melalui tanggapan masyarakat. Ini baru pendapat pribadi saya, tapi lakukan koordinasi dengan Pemprov Sulut,” kata Gubernur.
(al/mk/ar)

 

Jalan Raya Kabupaten dan Kota se-Sulut Akan Diperbaiki

Kondisi jalan seperti ini sangat mengganggu dan menghambat arus lalu lintas

Kondisi jalan seperti ini sangat mengganggu dan menghambat kelancaran arus lalu lintas

MANADO – Gubernur Sinyo Harry Sarundajang menegaskan, Pemprov Sulut akan segera memperbaiki kembali ruas jalan provinsi yang rusak di setiap kabupaten/kota.

Penegasan itu disampaikan gubernur di hadapan para Bupati/Walikota se-Sulut, pada pelaksanaan acara Rakorev 2013 di ruang Mapalus Kantor Gubernur, Rabu ( 26/32014).

“Karena itu bupati/walikota tolong laporkan kepada saya jalan-jalan provinsi yang ada di kabupaten/kota yang masih rusak, pemprov akan segera memperbaiki,” ujar Sarundajang, sembari menyebutkan dana pemeliharaannya sudah ditetapkan di tahun anggaran (TA) 2014.

Apabila sampai akhir tahun ini masih ada jalan provinsi yang belum diperbaiki, maka pemprov akan memasukannya di TA 2015, sehingga dengan demikian seluruh ruas jalan provinsi di kabupaten/kota akan segera tuntas perbaiknnya.

Bagian lain Gubernur menyebutkan, pengelolaan anggaran baik APBD maupun APBN di kabupaten/kota masih perlu dipacu, karena di triwulan pertama ini masih sangat rendah.

“Karena itu saya ajak mari kita gunakan prinsip pengelolaan keuangan secara beraturan, sehingga bisa meraih predikat WTP di masa yang akan datang,” ujar gubernur.

 

(hps/rr)

Tidak Benar Jika Pembangunan Tol Manado-Bitung Batal

sinyo-harry-sarundajang Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang

Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang

MANADO – Gubernur Sinyo Harry Sarundajang membantah jika proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung tidak jadi dilaksanakan. Bahkan gubernur mengatakan bahwa prosesnya terus berjalan,

karena tidak ada lagi masalah menyangkut pembebasan lahan dari Manado hingga Airmadidi.

“Kan saya telah usahakan. Ini juga uang dan tender semuanya dari pusat. Saya terus perjuangkan pembangunan tol ini dapat persetujuan pusat,” kata gubernur, di lobi kantor Gubernur Sulut, Selasa (25/3/2013).

Menurut gubernur, pemerintah pusat pada awalnya menghendaki pembebasan lahan dilakukan keseluruhannya sepanjang 39 Km. Berhubung dana Pemprov tidak cukup, maka pembangunan akan dilakukan secara bertahap.

“Nah, pada akhirnya disetujuilah dibangun secara bertahap. Tahap pertama sepanjang 13 kilometer, dari Manado sampai Airmadidi, sambil berproses menyelesaikan ganti rugi lahan selanjutnya. Jadi jalan Tol Manado-Bitung tak ada masalah,” ujarnya.

Menurut gubernur, pembangunan tol Manado-Bitung ini akan bertampak pada elancaran pembangunan ekonomi.

“Ini akan membantu dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

 

(tmt/ar)

iklan1