Polres Bolmong Tetapkan Tersangka Pencabulan 15 Siswi SD

ilustrasi

ilustrasi

KOTAMOBAGU— Kasus pencabulan 15 siswi SD di Bolaang Mongondow (Bolmong) terus didalami. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bolmong, AKP Iver Manosso mengatakan, meski telah menetapkan satu orang tersangka, pihaknya terus melakukan pendalaman terkait laporan salah satu orang tua korban.

“Dalam pemeriksaan terhadap korban yang masih kecil, kami menurunkan tim khusus penyidik bagi anak-anak yang hasilnya mengarah ke tersangka AAH alias Ris,” ujar Manosso, Jumat (25/4/2014).

Menurut Manosso, tersangka (Ris) adalah pedagang asongan yang berjualan di sekolah.

“Untuk pemeriksaan dilakukan secara hati-hati. Sebab korban diketahui masih anak-anak rata-rata masih berumur 10 tahun yang dikuatirkan akan menimbulkan trauma,” kata Manosso.

“Dimungkinkan kita akan gandeng psikolog khusus anak-anak didalam pendalaman penyelidikan karena itu menjadi tuntutan undang-undang,” tambahnya.

Kepala Kepolisian Resort Bolmong, AKBP Hissar Siallagan mengatakan, dari hasil yang ada saat ini sudah 10 orang siswa SD di sekolah tersebut yang telah diperiksa.

“Sedangkan lima siswa lainnya masih sedang kami upayakan karena ini menyangkut anak kecil,” tutur Hisar.

Suliyanti Mokodongan sebagai Kepsek, membenarkan kejadian tersebut. Namun menurut Suliyanti, peristiwa tersebut terjadi di luar jam sekolah.

‘”Kejadian ini diduga terjadi pada saat diluar jam sekolah. Disaat siswa-siswa tersebut menunggu jemputan,” terang Mokodongan.

Pelaku sendiri, menurut Suliyanti tidak sama sekali ada hubungannya dengan sekolah ataupun rumah ibadah yang ada tepat di depan sekolah tersebut.

“Dia yang saya tau memang sudah lama berjualan di sekolah tersebut,” terang Suliyanti.

Aksi pencabulan tersebut dilakukan di seputaran salah satu rumah ibadah di pusat Pemerintahan Kotamobagu.
(dbs/rr)

iklan1
iklan1