Diduga Korupsi, Polda Sulut Tahan Mantan Pejabat Pemprov

korupsi-sulut-suluttoday korupsi di sulawesi utara suluttoday

ilustrasi

MANADO – Setelah menjalani pemeriksaan sekitar tujuh jam, Benhard Leonard Tambun ditahan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Subdit 1 Reskrim Khusus Polda Sulawesi Utara, Senin (28/4/2014), sekitar pukul 21.00 Wita.

Kuat dugaan, Bernhard terlibat dalam kasus korupsi tukar guling lahan di Kawiley, Minahasa Utara. Dalam kasus ini, mantan Sekretaris Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara Fredy Lendo dan Denis Kuntag yang diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Dugaan keterlibatan Benhard Tambun karena menandatangani proses pencairan anggaran untuk membayar proyek tukar guling lahan Kawiley. Ketika itu dia menjabat sebagai Kepala Bagian Perbendaharaan Belanja Publik Biro Keuangan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2006. Saat itu Lendo menjabat Kepala Badan Aset Pemprov Sulut.

Benhard masih menunggu proses administrasi untuk dilakukan penahanan. Mengenakan kemeja lengan pendek bercorak kotak-kotak ia melangkah cepat keluar dari ruangan penyidik Subdit 1.

Ia pun hanya terdiam saat hendak diwawancarai wartawan. Ia hanya berbicara dengan penyidik yang mengawalnya ke sel tahanan Polda Sulut.

Benhard datang didampingi pengacaranya Gustaf Gumat. Sama seperti Benhard, penasihat hukumnya pun enggan memberikan komentar sedikit pun.

“Saya no comment dulu. Belum bisa berkomentar banyak,” ucapnya singkat.

Penahanan Benhard merupakan langkah lanjutan Tipikor Polda Sulut. Meskipun pengadilan telah menjebloskan Lendo dan Kuntag ke penjara, Polda tetap mengusut tuntas aktor penyebab hilangnya uang negara tersebut. Beberapa nama pun telah diperiksa penyidik.

Kapolda Sulut Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga melalui Kabid Humas Polda Sulut Ajun Komisaris Besar Wilson Damanik menegaskan, Polda sangat serius menuntaskan kasus tersebut.

Dikatakannya, penahanan Benhard karena penyidik beranggapan bahwa bukan Denis Kuntag dan Lendo saja yang terlibat.

“Makanya kasus tersebut dikembangkan hingga ditetapkannya Benhard sebagai tersangka,” katanya.

Dengan ditahannya Tambun, bukan berarti kasus tersebut selesai. Menurut Damanik, penyidik akan memeriksa beberapa orang lagi untuk mencari siapa lagi orang yang bertanggung jawab atas kasus tersebut.

 

(tr/rr)

iklan1
iklan1