Archive for: Mei 2014

Pasangan Anda Malas Bercinta? Mungkin Karena 5 Hal Ini

malas-bercinta-suluttoday

JAKARTA – Setelah menjalin hubungan pernikahan cukup lama, beberapa pasangan bisa enggan atau malas untuk bercinta. Ada berbagai penyebab kenapa pasangan suami-istri tak lagi antusias untuk bercinta, padahal mereka masih saling mencintai. Dr. Marty Klein, seorang terapis seks dan penulis buku ‘SEXUAL INTELLIGENCE: What We Really Want From Sex–And How to Get It’, memaparkan lima hal yang membuat Anda dan suami malas bercinta.

1. Hanya Fokus Mendapatkan Orgasme
Menurut Dr. Marty, sangat wajar jika orang tak lagi menginginkan seks ketika dia kurang menikmati aktivitas tersebut. Ada banyak sebab kenapa seseorang tidak menikmati hubungan intimnya. Di antaranya, hanya fokus pada orgasme sehingga malah membuat dia mencapai klimaks dan tak menganggap foreplay penting.

Kalau memang Anda atau suami mengalami hal di atas, cobalah untuk kembali mengingat masa-masa pacaran. Dr. Marty mengatakan, pasangan yang sudah lama menikah biasanya tak lagi semangat untuk berciuman. Hal tersebut tentu berbeda dengan masa pacaran. Padahal justru dengan berciuman Anda dan suami bisa bergairah. Menurut terapis seks asal Amerika Serikat ini, ciuman adalah
aktivitas seksual paling intim.

2. Diselimuti Perasaan Negatif
Keintiman sulit tercipta jika Anda atau suami hanya fokus pada performa saat bercinta atau merasa bersalah, malu dan gelisah. Semua perasaan tidak enak itu tercipta ketika pasangan sering bertengkar.

Jarak yang tercipta di antara Anda dan suami, tentu akan menghilangkan mood untuk bermesraan. Apalagi jika perasaan tidak enak itu hanya dirasakan Anda seorang, aktivitas bercinta benar-benar akan terasa tidak menyenangkan.

3. Antusiasme Menyurut
Salah satu hal yang diinginkan orang saat bercinta adalah merasa spesial dan diinginkan. Sehingga ketika Anda bercinta dengan pasangan yang terlihat malas-malasan, meski dia cukup mahir, tetap saja sulit merasakan kedua hal tersebut. Dalam kasus itu, Anda tidak lagi peduli dengan kemahirannya dan lebih memperhatikan dia yang tak antusias. Ditegaskan Dr. Marty, pasangan yang antusias selalu bisa membuat suami atau istrinya bergairah. Sedangkan pasangan yang cuek, bisa membunuh gairah tersebut.

4. Belum Juga Memahami Keinginan Pasangan
Anda dan suami tentu tidak mau terjebak dalam rutinitas atau kebiasaan yang sama setiap bercinta. Tapi tentu saja ada hal-hal tertentu yang Anda suka dan tidak suka saat berhubungan intim. Kalau selama bertahun-tahun bercinta, Anda harus mengulang-ulang pada suami tidak suka digigit saat berciuman, tentu hal ini bisa membuat Anda lama-lama malas melakukan aktivitas tersebut.

5. Seks Terasa Menyakitkan
Rasa sakit yang timbul ada saat bercinta umumnya disebabkan karena vagina yang kurang pelumas atau endometriosis. Dalam kasus-kasus tertentu, sakit pada saat bercinta disebabkan oleh kondisi bawaan tubuh atau berbagai hal lain tergantung kondisi fisik seseorang. Salah satu gejala fisik yang menyebabkan sakit pada saat bercinta secara medis dikenal dengan nama vulvodynia atau vulvar vestibulitis. Hingga kini para ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari kondisi tersebut.

Namun selain lima hal di atas yang mungkin menjadi pemicu, pasangan kita butuh mendapatkan respek dan kasih sayang yang lebih dari kita. Banyak yang menyepelehkan hal ini padahal termasuk unsur yang sangat penting dalam hubungan pernikahan.

 

(wp/jk)

Sulut Ekspor Tepung Kelapa ke Delapan Negara

Tepung-Kelapa-sulut-suluttoday

ilustrasi

MANADO – Sulut berhasil mengekspor tepung kelapa ke delapan negara. Aktivitas perekonomian tersebut dilakukan pada pekan ke-2 bulan Mei 2014.

“Tepung kelapa asal Sulut diekspor ke Brasil, Jerman, Australia, Belgia, Inggris, Italia, Belanda dan Selandia Baru,” kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Hasudungan Siregar.

Jumlah yang diekspor, kata Siregar, sebanyak 310 ton dengan nilai 718.706 dolar AS dan negara-negara tersebut merupakan pasar potensial ekspor komoditi turunan kelapa seperti tepung kelapa.

Menurutnya pelaku usaha daerah ini perlu mengoptimalkan peluang ini dengan mengoptimalkan pasarnya di negara tersebut guna mendukung program memperluas pasar ekspor yang jadi target pemerintah.

“Selama ini angka ekspor Sulut bisa dikatakan cukup baik, hanya saja negara tujuannya masih sedikit, perlu diperluas supaya tidak ada ketergantungan bila terjadi gejolak di negara tujuan ekspor,” kata Siregar.

Dia berharap, ke depan bisa dikembangkan komoditi ekspor dengan kandungan lokal lebih tinggi, selain itu barang-barang yang sudah diolah di Indonesia, bukan mengekspor bahan mentah, karena hal ini akan memberikan nilai tambah.

“Banyak sekali negara-negara di Benua Eropa dan Afrika serta di belahan Timur Tengah perlu digarap menjadi tujuan ekspor Sulut,” katanya.
(se/rr)

4 TV Swasta Nasional dan Media Cetak Kecipratan Uang Anas Urbaningrum

sidang-terdakwa-anas-urbaningrum

JAKARTA – Banyak hal mengejutkan dalam surat dakwaan yang dicantumkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercantum dalam surat dakwaan itu, ada aliran uang dari hasil korupsi Anas dalam mengatur proyek-proyek pemerintah kepada media massa nasional.

Mengacu pada dakwaan, Anas disebut menerima setoran sebesar lebih dari Rp 84,5 miliar dari Muhammad Nazaruddin, sebagai biaya persiapan pencalonan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres PD 2010 di Bandung, Jawa Barat.

Dengan uang itu, Anas membayar biaya publikasi di sejumlah media massa nasional terkait pencalonan sebagai Ketua Umum PD pada 2010.

Media massa yang kecipratan uang Anas terdiri dari stasiun televisi swasta nasional dan media cetak, yaitu RCTI, TV One, Metro TV dan Jawa Pos Group.

“Terdakwa membayar biaya siaran live (langsung) Metro TV sebesar Rp 2 miliar, serta biaya siaran di TV One dan RCTI sebesar Rp 4,5 miliar,” kata Jaksa Trimulyono Hendradi, saat membacakan dakwaan Anas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Hendradi melanjutkan, Anas disebut menghabiskan Rp 13 miliar untuk iklan politik. Dari jumlah itu, dia membayar ongkos pembuatan iklan politik dengan judul ‘ANAS untuk Demokrat 1’ sebesar Rp 3,2 miliar kepada M. Ichsan Loulembah dari PT Impact Indonesia. Dana itu atas pemberian Nazaruddin.

Sementara itu, Anas rela menggelontorkan Rp 8,5 miliar kepada grup media Jawa Pos dan surat kabar Rakyat Merdeka. Ongkos itu dibayar sebagai biaya komunikasi media.

Menurut perhitungan jaksa, setidaknya Anas menghamburkan Rp 20 miliar buat menyokong pencalonan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres PD di Bandung pada 2010.
(dbs/rr)

Tarif Naik, Pelaku Usaha Wisata Bunaken Terancam Gulung Tikar

Deretan perahu yang biasa mengangkut wisatawan ke Pulau Bunaken parkir di kawasan pelabuhan Manado.

Deretan perahu yang biasa mengangkut wisatawan ke Pulau Bunaken parkir di kawasan pelabuhan Manado. (okezone)

MANADO – Pelaku usaha pariwisata di Taman Nasional Bunaken (TNB) meminta agar pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2014 tentang tarif wisata alam.

Dalam peraturan tersebut ditetapkan transportasi (perahu) sekali masuk Bunaken per unit harus membayar Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu per hari untuk kunjungan wisatawan asing.

Jika pemerintah tetap memberlakukan PP yang saat ini sedang disosialisasikan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), maka para pelaku usaha yang ada di sekitar pulau bunaken terancam gulung tikar.

“PP ini sangat diskriminatif, ada 5 item yang sangat memberatkan pengunjung, mereka pasti tidak akan berkunjung, dan kita juga akan gulung tikar,”ujar salah satu pelaku usaha di sekitar Pulau Bunaken.

Sementara itu, Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan berjanji akan memperhatikan aspirasi dan keluhan warganya tersebut.

“Kami akan pertanyakan PP yang baru ini ke pemerintah pusat,” ucap Mangindaan.
(it/rr)

Langgar Aturan, Pertamina Tutup Satu SPBU di Manado

20140527-215419-78859806.jpg

MANADO – Pertamina akan menutup stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Manado dan sejumlah daerah di Sulut, jika kedapatan melakukan pelanggaran penjualan BBM bersubsidi.

“Sudah ada satu SPBU yang terpaksa kita tutup sementara, karena kedapatan melakukan pelanggaran menjual BBM bersubsidi pada kendaraan yang sudah dimodifikasi, yang lain masih tahap diberi teguran,” kata Sales Representative BBM Retail Pertamina Area Manado, Kristanto.

Penutupan sementara SPBU tersebut, kata Kristanto, karena terbukti sopir angkutan yang membeli premium adalah anak dari salah satu pengawas di SPBU.

“Kita tidak akan main-main, bila ada SPBU sengaja menjual premium ataupun solar bersubsidi pada pihak lain yang ingin memperdagangkannya lagi, akan dikenai tindakan tegas,” kata Kristanto.

Pelaku usaha, kata Kristanto, harus memahami bahwa premium yang dijual di SPBU tersebut merupakan barang yang disubsidi pemerintah, jadi peruntukkannya bagi kendaraan umum dan pribadi serta sepeda motor.

“Tidak diperkenankan ada SPBU melayani pembelian dalam galon ataupun wadah lain yang sengaja sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk kepentingan pribadi,” kata Kristanto.

Dalam hitungan yang riil, alokasi premium sekitar 700-720 Kiloliter per hari, sudah mampu memenuhi kebutuhan seluruh kendaraan yang ada di Provinsi Sulut.

“Kalau alokasi yang sebenarnya ditaati, tidak perlu ada antrean kendaraan membeli bahan bakar minyak(BBM), karena jumlahnya cukup,” kata Kristanto.

(an/rr)

iklan1