Langgar Aturan, Pertamina Tutup Satu SPBU di Manado

20140527-215419-78859806.jpg

MANADO – Pertamina akan menutup stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Manado dan sejumlah daerah di Sulut, jika kedapatan melakukan pelanggaran penjualan BBM bersubsidi.

“Sudah ada satu SPBU yang terpaksa kita tutup sementara, karena kedapatan melakukan pelanggaran menjual BBM bersubsidi pada kendaraan yang sudah dimodifikasi, yang lain masih tahap diberi teguran,” kata Sales Representative BBM Retail Pertamina Area Manado, Kristanto.

Penutupan sementara SPBU tersebut, kata Kristanto, karena terbukti sopir angkutan yang membeli premium adalah anak dari salah satu pengawas di SPBU.

“Kita tidak akan main-main, bila ada SPBU sengaja menjual premium ataupun solar bersubsidi pada pihak lain yang ingin memperdagangkannya lagi, akan dikenai tindakan tegas,” kata Kristanto.

Pelaku usaha, kata Kristanto, harus memahami bahwa premium yang dijual di SPBU tersebut merupakan barang yang disubsidi pemerintah, jadi peruntukkannya bagi kendaraan umum dan pribadi serta sepeda motor.

“Tidak diperkenankan ada SPBU melayani pembelian dalam galon ataupun wadah lain yang sengaja sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk kepentingan pribadi,” kata Kristanto.

Dalam hitungan yang riil, alokasi premium sekitar 700-720 Kiloliter per hari, sudah mampu memenuhi kebutuhan seluruh kendaraan yang ada di Provinsi Sulut.

“Kalau alokasi yang sebenarnya ditaati, tidak perlu ada antrean kendaraan membeli bahan bakar minyak(BBM), karena jumlahnya cukup,” kata Kristanto.

(an/rr)

iklan1
iklan1