Archive for: Juni 2014

Mangindaan Umumkan Demokrat Sulut Dukung Capres-Cawapres Nomor 1

ee-mangindaan-partai-demokrat

EE Mangindaan

MANADO – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, EE Mangindaan menegaskan dukungannya kepada pasangan Capres-Cawapres nomor 1 Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014.

“Alasannya karena visi dan misi cocok dengan kami. Selain itu masih ada hubungan emosional,” kata Mangindaan, Sabtu (28/6/2014).

Selain menggelar jumpa pers, kedatangan Mangindaan ke Kota Manado untuk melihat perkembangan dukungan Partai Demokrat Sulawesi Utara terhadap pasangan yang diusung koalisi Indonesia Bangkit ini.

“Apalagi kan belum lama ini sudah ada deklarasi dukungan Partai Demokrat Sulut ke Prabowo-Hatta. Jadi saya cek lagi,” ujar Mangindaan yang juga menjabat Menteri Perhubungan.

Seperti diketahui, Partai Demokrat walaupun mengaku pada posisi netral pada Pilpres kali ini, telah menunjukan secara terang-terangan condong mendukung Prabowo-Hatta.

Seluruh pengurus Provinsi dan para Anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, telah menyatakan dukungan mereka ke Prabowo-Hatta.
(bek/ar)

Senin, Rupiah Menguat Setelah Sepekan Tertekan

rupiah

JAKARTA – Nilai tukar rupiah akhirnya bergerak menguat dan keluar dari level US$ 12 ribu per dolar AS, setelah tertekan selama sepekan.

Penguatan di awal pekan ini lebih didorong faktor eksternal berupa rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penurunan.

Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), menunjukkan rupiah bergerak menguat di level 11.969 per dolar AS di awal pekan. Padahal sepanjang pekan lalu, rupiah terus tertekan dan berada di atas level US$ 12 ribu per dolar AS.

Senada dengan kurs JISDOR BI, data valuta asing Bloomberg juga menunjukkan adanya penguatan nilai tukar rupiah. Setelah dibuka menguat di level 12.015 per dolar AS, rupiah masih terus berfluktuasi menguat hingga ke level 11.921 per dolar AS pada pukul 10.20 waktu Jakarta.

“Penguatan rupiah hari ini lebih karena digerakkan pengaruh eksternal karena PDB AS menurun dan melemahkan nilai tukar dolar pada sejumlah mata uang negara lain seperti rupiah,” tutur Ekonom Rully Nova, Senin (30/6/2014).

Sementara dari faktor internal, Rully menjelaskan, para pelaku pasar masih menanti laporan data ekonomi Indonesia yang rencananya dirilis awal Juli. Data ekonomi yang positif dipastikan dapat mendongkrak naik nilai tukar rupiah.

“Neraca perdagangan Mei diperkirakan surplus Sementara pergerakan inflasi masih terkendali,” ungkapnya.

Selain itu, para pelaku pasar juga masih menanti kepastian politik atas pemilihan calon presiden yang rencananya akan digelar pada 9 Juli mendatang. Tak heran, sejauh ini sentimen positif dari faktor politik masih belum banyak terasa.

Prediksi Rupiah
Nilai tukar rupiah diprediksi akan menguat sepanjang perdagangan hari ini dan bertengger di kisaran 11.950 per dolar AS. Lompatan pergerakan nilai tukar rupiah baru akan terjadi setelah pemerintah mengumumkan data ekonomi nasional.

“Rupiah hari ini masih akan berada di bawah level 12 ribu per dolar AS, tak akan bergerak jauh. Rupiah akan bertengger di level 11.900-an,” tuturnya.

Kendati demikian, kombinasi defisit neraca perdagangan, data ekonomi yang positif dan kepastian politik mampu mendongkrak nilai tukar rupiah hingga ke level 11.000 per dolar AS.

(les/rr)

Pemprov Sulut Beli Kuda Pejantan Pakai APBD 1 M

kuda-pejantan

ilustrasi

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara membeli dua ekor kuda pejantan impor seharga Rp 1 miliar. Kuda dibeli dengan dana APBD 2014.

“Iya, benar. Dibeli dari Australia,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Siswa Rahmad Mokodongan.

Menurut Mokodongan, tak ada yang salah dari pembelian dua kuda itu. Dikatakannya, sasaran pembelian kuda ini untuk kepentingan umum: pembibitan.

“Harga kuda juga sesuai kelasnya. Tak ada mark up. Satu ekor kuda harganya Rp 500 juta,” kata Mokodongan.

Jufry Suak, petani dan peternak kuda asal Desa Tompaso, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa, menilai, pembelian dua kuda pejantan senilai Rp 1 miliar kelewat mahal. Sebab, harga kuda pejantan berkisar Rp 200 juta-Rp 300 juta per ekor.

“Harga pasaran kuda pejantan kualitas baik berkisar Rp 200 juta-Rp 300 juta. Yah, mudah-mudahan tak ada permainan dalam proyek ini. Saya ini peternak kuda, jadi tahu persis. Kecuali kuda pacu impor untuk ikut perlombaan harganya memang bisa di atas Rp 500 juta,” kata Jufry.

Pemerhati pemerintahaan, Taufik Tumbelaka, menilai, alokasi dana APBD Provinsi untuk membeli kuda tidak ada manfaatnya untuk warga. Ini cuma buat memenuhi kepentingan segelintir orang yang punya hoby beternak kuda. Ia minta aparat hukum menelusuri jejak pembelian dua kuda itu.

“Heran. Sekali dalam sejarah, baru kali ini APBD Provinsi Sulut digunakan buat beli kuda pejantan,” ujar Taufik.
(mtn/rr)

 

Silaturahmi Ramadhan, Pemkot Kotamobagu Tarawih Keliling

tatong-bara-ramadhan

ist

KOTAMOBAGU – Selama bulan suci ramadhan Tim Tarawih Keliling (Tarling) yang beranggotakan para pejabat Pemkot KK, DPRD Kotamobagu, Kementerian Agama Kotamobagu, dan pihak Perbankan serta para Mubaligh akan menyambangi masyarakat.

Kabag Humas Pemkot Kotamobagu, Sitti Rafiqah Bora, mengatakan Tim Tarawih Keliling terdiri atas 3 kelompok dan 1 Tim Khusus, yang dipimpin langsung oleh Walikota Kotamobagu, Tatong Bara dan Wakil Walikota Kotamobagu, Jainuddin Damopolii.

“Semua tim, termasuk tim khusus, akan melaksanakan tarawih keliling di wilayah Kota Kotamobagu, selama bulan Ramadhan,” kara Rafiqa.

Tim tersebut, menurut Rafiqa, juga akan melakukan sholat Jum’at keliling.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kaum muslimin di Kota Kotamobagu,” pungkas Rafiqa.
(lb/ar)

Di Manado Banyak OKB, 70 Persen Beli Mobil Tidak Pakai Nyicil

MANADO – Penjualan mobil di Manado nampaknya belum mengalami kesulitan, banyak warga yang kaya mendadak, mereka pun tidak lagi membeli mobil dengan menyicil alias tunai.

PT Bosowa Berlian Motor (BBM) selaku distributor Mitsubishi di Indonesia Timur meraup keuntungan. Soalnya banyak warga Manado yang kaya mendadak. Mereka pun mampu membeli mobil secara tunai dan bukan nyicil.

“Konsumen banyak yang beli cash. Datang ke diler dan pilih mobil. Mereka beli tunai hari itu juga,” kata Kepala Cabang PT Bosowa Berlian Motor Manado Arfan Djafar saat acara “Strada Triton Gathering” di Hotel Grand Kawanua Novotel.

Menurutnya, banyak warga Manado yang penghasilannya meningkat karena berkat bisnis properti. “Dan mereka langsung beli mobil baru,” ucapnya.

Arfan menambahkan peningkatan pemesanan mobil baru dengan cara pembayaran tunai cukup banyak. PT BBM mengaku kebajiran permintaan jenis Mitsubishi Pajero dan Outlander. Jika ditelisik, hampir 70 persen masyarakat Manado beli mobil penumpang dengan cara tunai.

Mitsubishi Pajero salah satu model yang paling populer di Manado. Mitsubishi Pajero terjual sebanyak 10-15 unit per bulan, sementara Mitsubishi Outlander 6-7 unit per bulan.

“70 persen beli cash. Tapi kalau untuk pikap kebanyakan beli nyicil karena mereka pengusaha,” tukas Arfan.
(dt/rr)

iklan1