Pemprov Sulut Beli Kuda Pejantan Pakai APBD 1 M

kuda-pejantan

ilustrasi

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara membeli dua ekor kuda pejantan impor seharga Rp 1 miliar. Kuda dibeli dengan dana APBD 2014.

“Iya, benar. Dibeli dari Australia,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Siswa Rahmad Mokodongan.

Menurut Mokodongan, tak ada yang salah dari pembelian dua kuda itu. Dikatakannya, sasaran pembelian kuda ini untuk kepentingan umum: pembibitan.

“Harga kuda juga sesuai kelasnya. Tak ada mark up. Satu ekor kuda harganya Rp 500 juta,” kata Mokodongan.

Jufry Suak, petani dan peternak kuda asal Desa Tompaso, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa, menilai, pembelian dua kuda pejantan senilai Rp 1 miliar kelewat mahal. Sebab, harga kuda pejantan berkisar Rp 200 juta-Rp 300 juta per ekor.

“Harga pasaran kuda pejantan kualitas baik berkisar Rp 200 juta-Rp 300 juta. Yah, mudah-mudahan tak ada permainan dalam proyek ini. Saya ini peternak kuda, jadi tahu persis. Kecuali kuda pacu impor untuk ikut perlombaan harganya memang bisa di atas Rp 500 juta,” kata Jufry.

Pemerhati pemerintahaan, Taufik Tumbelaka, menilai, alokasi dana APBD Provinsi untuk membeli kuda tidak ada manfaatnya untuk warga. Ini cuma buat memenuhi kepentingan segelintir orang yang punya hoby beternak kuda. Ia minta aparat hukum menelusuri jejak pembelian dua kuda itu.

“Heran. Sekali dalam sejarah, baru kali ini APBD Provinsi Sulut digunakan buat beli kuda pejantan,” ujar Taufik.
(mtn/rr)

 

iklan1
iklan1