Archive for: Agustus 2014

Terbatas! BKN Manado Buka Pendaftaran Simulasi Tes CPNS

tes-cpns-cat

MANADO— Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional XI Manado akan melakukan simulasi Computer Assisted Test (CAT) seleksi CPNS, Senin, 1 September 2014.

Kepala Kanreg XI BKN Manado English Nainggolan mengatakan, bagi masyarakat atau calon pelamar CPNS yang berminat untuk segera mendaftar.

“Simulasi ini gratis dan hanya untuk 500 orang,” katanya.

Untuk pendaftaran bisa diakses lewat link http://118.97.48.2/kanreg11/in/cat-kanreg-11/daftar-simulasi-cat.html.

“Daftar sekarang juga. Dan ikuti simulasi Senin mendatang di Kanreg XI BKN Manado, Jl AA Maramis Km 8, Paniki Bawah,” kuncinya.
(rr)

 

Perkosa Anak Hingga Hamil, Odim Mengaku Khilaf

ilustrasi

ilustrasi

BOLMONG – Ayah yang memperkosa anak gadisnya yang berumur 13 tahun mengaku khilaf dengan perbuatannya. OM alias Odim (48) baru menyadari perbuatannya usai menggagahi putrinya sendiri.

Saat memberikan keterangan di hadapan penyidik Polsek Bolaang, Senin (25/8/2014) lalu, Odim hanya bisa tertunduk.

“Kita sudah merampungkan berkasnya untuk masuk pada tahap selanjutnnya. Dia mengaku khilaf usai kejadian itu ,” kata Kapolsek Bolaang AKP I Made Sumadiah.

Dari keterangan Sumadia, Odim memang sudah pisah dengan istrinya sejak putrinya masih berumur dua tahun.

Menurut keterangan Odim, putrinya sempat tinggal di Desa Bumbung Kecamatan Sangtombolang bersama keluarga. Namun saat kembali ke kampung halaman putrinya sudah tak lagi tinggal bersama ibunya, malah tinggal bersama ayahnya.

“Korban memang tinggal bersama ayahnya. Setelah kejadian warga juga ikut kaget dengan kejadian itu,” pungkas Sumadiah.

Gadis 13 tahun itu saat ini sedang mengandung janin ayahnya sendiri. Usia kandungannya telah berusia 3 bulan 2 minggu. Saat ini ia telah dirawat oleh Ibunya.

Dari kejadian itu, pelaku bakal dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.
(tco/rr)

Pejabat Pemkot Manado Wajib Ikut Sosmed Fors One

Berbagai Jejaring Sosial. (foto:ist)

Berbagai Jejaring Sosial. (foto:ist)

MANADO—Perkembangan Ilmu pengetahuan dan tekonologi saat ini, ternyata makin dioptimalkan Pejabat Pemkot Manado, dalam rangka mensinergiskan antara program kerja maupun capaian kerja di seluruh SKPD yang ada. Buktinya, berdasarkan dengan surat edaran Walikota Dr Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) per tanggal 1 September 2014, maka Sekertaris Daerah (Sekda), Pejabat Esalon II,III serta Lurah Se-Kota Manado wajib gabung dan berkomunikasi lewat Jejaring Sosial Media (Sosmed) Fors One atau ForumSKPD Online Pemkot Manado.

Menurut Kabag Humas Protokol Pemkot Manado Franky Mocodompis bahwa ini sesuai dengan yang dintruksikan oleh Walikota Manado GS Vicky Lumentut, agar wajib seluruh pejabat untuk berkomunikasi lewat Sosmed Fors One.

“Bagi yang tidak sanggup dengan petunjuk ini, boleh mencatatkan namanya kepada Kabag Humas dan Kadis Kominfo Kota Manado. Hal lain adalah untuk mengikuti perkembangan setiap harinya dan melaporkan bagi pejabat yang tidak mengindahkan instruksi ini,” ujarnya mengikuti surat edaran yang disampaikan oleh Walikota Manado GSVL.

Dikatakannya, untuk jam  berkomunikasi di media Fors One dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

“Kalau ada gangguan jaringan, harap segera memberikan info lewat SMS ke No. 082188468888, atau hubungi via BBM ke Lufri,Sekertaris Pribadi (Sespri) Walikota,” ujarnya.

(jk)

Sulut Alami Tambahan Pendapatan Rp 53,02 Miliar

Kantor-Gubernur1 Kantor pemerintah provinsi Sulawesi Utara

Kantor pemerintah provinsi Sulawesi Utara

MANADO—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat adanya tambahan pendapatan sekitar Rp 53,02 miliar pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2014.

Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang mengatakan adanya tambahan pendapatan sebesar Rp 53,02 miliar pada APBD 2014 itu secara langsung mengubah kebijakan pendapatan dan belanja daerah setempat.

Secara umum, kata Sarundajang, penyusunan dan pelaksanaan APBD 2014 telah berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

Meskipun demikian, saat ini pemerintah setempat diperhadapkan pada kondisi terkini yang menuntut adanya penyesuaian agenda dan program pembangunan.

“Maka dari itu, perlu perubahan APBD 2014. Hasilnya diharapkan dapat semakin menyentuh berbagai aspek pembangunan, termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata gubernur.

Dia menjelaskan kebijakan pembiayaan anggaran terdiri dari penerimaan pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun yang lalu sebesar Rp148,28 miliar, mengalami perubahan menjadi Rp249,4 miliar.

Adapun pengeluaran pembiayaan yang dialokasikan untuk penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah dari semula Rp25 miliar, mengalami perubahan menjadi Rp50 miliar.

Di samping itu, tambah Sarundajang, terdapat pembayaran atas utang pekerjaan tahun sebelumnya serta terdapat berbagai kegiatan pada masing-masing satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) yang perlu mendapatkan tambahan anggaran untuk operasional pelaksanaan proses pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Dia menambahkan berbagai upaya yang dilakukan ini merupakan bentuk perhatian sekaligus komitmen Pemprov Sulut untuk memacu gerak roda pemerintahan dan pembangunan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang semakin berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera.
(bs/rr)

Kabel Laut Manado-Los Angeles Segera Dibuat

kabel-laut

MANADO – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) segera luncurkan proyek kabel laut South East Asia-United State (SEA-US). Penandatanganan proyek itu dilakukan oleh Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad bersama dengan perwakilan konsorsium di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan dengan proyek ini Indonesia siap menghadirkan Indonesia Global Networks yang menghubungkan jalur komunikasi global melalui pembangunan SEA-ME-WE 5 dan SEA-US. “Ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Arief, proyek SEA-US ini adalah kabel laut pertama yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke Amerika Serikat.

Arif mengklaim sistem kabel laut ini mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke Amerika Serikat dibandingkan dengan sistem kabel laut internasional lain yang sudah ada.

Submarine Cable System SEA-US merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 15 ribu kilometer serta membentang dari Indonesia ke Amerika Serikat. Kabel laut SEA US menghubungkan lima area dan teritori, yaitu Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, US), dan Los Angeles (California, US).

Menurut Arief, kabel laut SEA-US tidak berada di kawasan gunung berapi dan patahan bumi sehingga kemungkinan terkena bencana alam seperti gempa cenderung kecil. Selain itu, keunggulan laut SEA-US di antaranya seperti hambatan yang relatif kecil meski di saat trafic yang padat (lowest latency).

Kabel laut SEA-US akan beroperasi di tahun 2016. Sistem kabel laut SEA-US ini juga terkoneksi dengan kabel laut Indonesia Global Gateway (Manado-Dumai) yang terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya yaitu SEA-ME-WE 5, Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS). Total investasi keseluruhan mencapai US$ 1 miliar dengan Telkom memegang bagian sebesar 40 persen.

Menurut Arief, inilah yang disebut dengan Indonesia Global Networks, yaitu ketika mampu terhubung dengan sistem kabel domestik lainnya yang akan menciptakan konfigurasi jaringan komperehensif yang menghubungkan Asia, Eropa, USA, dan Indonesia.

Sistem komunikasi kabel laut ini disebut mempunyai konektivitas yang stabil dan menjadi satu-satunya sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara dan USA dengan rute yang menghindari wilayah rawan gempa di Asia Timur.

Investasi proyek SEA-US ini sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp 3 triliun dengan menyediakan tambahan kapasitas sebesar 20Tb/detik dan menghubungkan Indonesia dan Filipina ke Amerika Serikat menggunakan teknologi 100G.

Dengan kapasitas sebesar ini, diharapkan mampu menampung permintaan bandwitch antara kedua benua tersebut. Menurut Arief, Telkom mempunyai andil investasi 30 persen atau sebesar Rp 800 miliar di konsorsium pembangunan kabel laut SEA-US. Untuk mencapai balik modal dengan nilai investasi, Arief memperkirakan butuh lima sampai tujuh tahun. Arief sendiri saat ini sedang menjajaki kemungkinan Australia untuk ikut bergabung. “Indonesia sebagai leader dalam konsorsium ini,” ujar Arif.

Konsorsium SEA-US terdiri dari tujuh perusahaan telekomunikasi global yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Holdings (GTA), Gti corporation, and Telekomunikasi Indonesia International, Inc. (Telkom USA).

Pengamat telekomunikasi, Ruby Alamsyah menilai proyek kabel laut Manado-Los Angeles ini akan menambah jalur baru dengan kualitas yang bertambah baik. “Bandwitch menjadi bertambah dan bakcbone lebih variatif (jalur berbeda) ” ujar Ruby ketika dihubungi Kamis, 28 Agustus 2014.

Ruby menilai apabila bandwitch bertambah, maka biaya yang dikeluarkan pelanggan akan lebih murah nantinya. “Stok bandwitch banyak, jadi lebih murah.”
(tp/rr)

iklan1