Ilmu Kesehatan, Apakah Ilmu Anti Aging itu? (3)

Senior woman rubbing temple

Oleh Prof. dr. Eulis Alwi Datau, SpPD, KAI

Baca: Artikel sebelumnya

Hormon Kortisol
Kortisol adalah suatu hormon katabolik yang mengeluarkan energi dan bahan-bahan untuk pembentukan kembali, dan hormon ini penting dibutuhkan untuk mencegah kelelahan dalam waktu yang bervariasi sepanjang hari sampai sore. Kortisol atau turunannya seperti tablet hidrokortison akan memberikan kita energi yang banyak karena dia akan mengambil gula dari darah masuk ke dalam otak dan otot-otot sesuai kebutuhannya, mencegah hipoglikemia (gula darah rendah).

Dosis yang kecil yang diperlukan oleh tubuh membutuhkan asam amino dan asam lemak bebas sebagaimana juga gula darah. Kami anjurkan anda melakukan monitor kadar kortisol untuk mendapatkan apakah normal, kurang atau kelebihan dalam produksinya. Sebaiknya diperiksa kadar kortisol dari air ludah untuk mendapatkan hasil yang tepat.

Sebagaimana semua hormon yang lain, harus ada keseimbangan yang ideal dengan hormon anabolik lain seperti testosteron dan DHEA. Kadar kortisol yang terlalu tinggi berarti anda berada dalam keadaan stres yang berlebihan dan dapat menyebabkan katabolisme atau pemecahan jaringan-jaringan yang berakhir dengan penuaan dini. Kadar kortisol yang sangat rendah akan menyebabkan anda menjadi lebih cepat menua dibandingkan orang normal, atau beresiko terjadinya kegagalan kelenjar adrenal (anak ginjal).

Kortisol akan membantu anda menyiapkan energi terhadap tekanan-tekanan di dalam kehidupan sehari-hari, tetapi bila stresnya menjadi berlebihan, anda mungkin akan memerlukan kortisol yang lebih.

Orang-orang yang menderita kekurangan hormon kortisol akan merasa capek dan lemah sepanjang hari. Tanpa kortisol yang cukup tubuh anda akan melakukan kompensasi dengan mengeluarkan banyak hormon adrenalin, makanya kortisol ini disebut sebagai hormon “Fight or Flight”. Kelebihan adrenalin ini sangat berpengaruh buruk untuk tubuh dan selanjutnya akan memperlemah keseluruhan sistem umpan balik kelenjar adrenal.

Para dokter sering salah berpikir bahwa kortisol ini adalah hormon yang buruk, yang dapat menyebabkan kita menua dini. Anggapan buruk dari terapi kortisol ini sebenarnya berasal dari penggunaan hormon kortisol sintetik dalam dosis yang berlebihan yang berbeda dengan apa yang dianjurkan oleh dr. Wiliiam Jeffries yang mengatakan dalam bukunya “The Save Uses of Cortisol”, dimana kortisol dapat membantu supaya kita energetik sepanjang hari dan mencegah keinginan untuk minum dan makan yang manis.

Hormon Kortisol yang Berlebihan – Seperti yang dikatakan di atas bahwa kadar kortisol yang sangat tinggi mengatakan bahwa bila berada dalam stres yang berlebihan dapat menyebabkan katabolisme atau kerusakan jaringan yang berakhir pada penuaan dini. Jika kita terlalu banyak kortisol maka kita kemungkinan memerlukan tidur yang lebih, mengurangi stres, dan merasa ada keinginan untuk makan terlalu sering. Pada kasus ini kita memerlukan tidur jam 10 malam, melakukan meditasi atau santai sejenak, makan lebih sering dalam jumlah kecil, dan menggunakan hormon DHEA untuk mengimbangi hormon kortisol.

Hormon Kortisol – Bila kortisol ini sangat rendah dan merasa mudah lelah, maka anda mengalami gejala awal dari kegagalan kelenjar adrenal. Juga karena kortisol dibutuhkan untuk menjaga kadar hormon pertumbuhan (Growth hormon) yang cukup maka penting untuk menjaga supaya kedua hormon ini dalam keadaan seimbang. Jadi normalkan dulu kadar hormon kortisol anda sebelum menggunakan hormon pertumbuhan.

Kadar kortisol yang terlalu rendah berarti anda sangat beresiko mengalami kegagalan kelenjar adrenal, sangat lemah, dan lebih cepat menua daripada normal. Licorice ekstrak dapat meningkatkan kortisol menjadi normal. (bersambung)
(rr)

iklan1
iklan1