Archive for: Oktober 2014

Pemeriksaan di RM Kawan Baru, Ini Temuan Balai POM Manado

Warga keracunan, ilustrasi (Foto Ist)

Warga keracunan, ilustrasi (Foto Ist)

MANADO – Setelah meninjau langsung kondisi Rumah Makan (RM) Kawan Baru pasca insiden keracunan yang terjadi belum lama ini, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (Balai POM) di Manado, melalui Kepala Seksi Penindakan Balai POM, Sukriadi Darma menyampaikan beberapa hal penting menyangkut hasil yang ditemui tim Balai POM bersama Dinas Kesehatan Manado pada Sidak, Jumat (31/10/2014) siang tadi.

Menurut Sukriadi, bila mengikuti aturan main yang berlaku, maka Dinas Kesehatan Kota Manado harus bertanggung jawab dalam melakukan pengawasan Rumah Makan yang layak dari sisi kebersihan dan kesehatan. Pihaknya dalam Sidak tersebut tidak menemukan bukti terkait adanya warga yang keracunan di RM Kawan Baru.

”Kami tidak menemukan bukti terkait indikasi keracunan yang disebabkan Rumah Makan Kawan Baru menyajikan menu makanan atau minuman yang ‘bermasalah’. Hal itu, bisa jadi karena tim Balai POM Manado turun lapangan setelah dua hari kejadian. Bukti berupa hasil muntahan atau bukti lain, kami tidak menemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kami meminta Dinas Kesehatan Manado lebih maksimal melakukan pengawasa karena sesuai ketentuan PerMenKes No 2 tahun 2013, menyangkut pengawasan Pangan itu kewenangan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,” tutur Sukriadi.

Alumni HMI Cabang Makassar itu juga menuturkan instansi terkait agar tidak ”longgar” dalam menentukan suatu Rumah Makan itu tingkat penilaian kebersihannya baik atau tidak. ”Kita menelusuri jejaknya, saat dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan standar Undang-Undang Pangan, ditemukan khusus Kawan Baru tingkat kebersihan dan kesehatan kurang baik. Produk susu kadaluarsa dicampur dengan susu yang belum kadaluarsa disajikan pada konsumen, terus lagi mereka menggunakan air isi ulang, yang sebetulnya ini tidak boleh. Berdasarkan aturan air isi ulang tidak bisa dijual eceran, kami juga mau sampaikan sementara ini Balai Besar POM di Manado sedang melakukan pengujian menyangkut masalah ini,” tegas Sukriadi pada Suluttoday.Com. (Amas Mahmud)

Udin Musa ‘Bongkar’ Tabir Terkait Keracunan Es Brenebon Kawan Baru

Sultan Udin Musa (Foto Ist)

Sultan Udin Musa (Foto Ist)

MANADO – Kejadian yang mengejutkan dan menggemparkan kembali terjadi di Manado, Rabu (29/10/2014) beberapa warga Manado diduga keracunan lantaran meminum es brenebon di Rumah Makan (RM) Kawan Baru menuai tanggapan beragam. Meski telah ditutup, Sultan Udin Musa SH, Ketua Dewan Pembina Syarikat Islam (SI) Sulawesi Utara (Sulut) menuturkan perlunya pemerintah Kota Manado dan stakeholder terkait mendalami persoalan tersebut.

”Perlu dikaji dan dilakukan penelitian atau pengujian terhadap keracunan yang disinyalir disebabkan oleh beberapa warga meminum es brenebon di Rumah Makan Kawan Baru. Ini dimaksudkan agar tidak ada lagi kebijakan yang merugikan satu pihak, jangan sampai sebelum ada temuan jelas pemerintah Kota Manado mengambil sikap yang keliru,” ujar Musa saat diwawancarai, Jumat (31/10/2014).

Mantan legislator Kota Manado itu mengingatkan semua pihak yang terlibat untuk membuka masalah ini secara terang-benderang. Kronologis kejadian keracunan juga, kata Musa perlu dirunut dan disampaikan ke publik, dirinya merasa ada yang aneh dalam keracunan tersebut yang luput dari perhatian pemberitaan media massa.

”Saya mengajak kita semua jernih dan komprehensif mempelajari kasus ini. Apakah setelah masuknya beberapa orang yang keracunan di Rumah Makan Kawan Baru ini, sebelumnya ada orang lain yang masuk kemudian mengalami keracunan? Atau misalkan sesudah itu, Wawali Manado diantaranya. Sebelum beliau masuk dan minum es kemungkinan ada orang lain yang meminum es brenebon disitu. Namun apakah mereka juga keracunan? Hal ini saya lihat luput dari pemberitaan media massa, saya meminta kita mengungkap ini secara terang-benderang,” tukas Musa yang juga kader Partai Golkar Manado ini. (Amas Mahmud)

 

DPRD Manado: ”Pemkot Manado Harus Rehabilitasi Nama RM Kawan Baru”

Kantor DPRD Manado (Foto Ist)

Kantor DPRD Manado (Foto Ist)

MANADO – Terjadinya dugaan keracunan beberapa warga setelah minum es brenebon di Rumah Makan (RM) Kawan Baru mendapat respon cepat dari pemerintah Kota Manado. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado, Dante Tombeng pada wartawan menyebutkan akan menyegel RM Kawan Baru atas terjadinya insiden keracunan tersebut.

”Kami akan mengusulkan untuk disegel agar Rumah Makan Kawan Baru tidak beroperasi. Ini dimaksudkan untuk menghindari jangan sampai ada korban selenjutnya,” ujar Tombeng.

Menanggapi hal itu, Syarifudin Saafa anggota DPRD Kota Manado mengingatkan pemerintah Kota Manado untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Menurutnya pemerintah Kota Manado perlu melakukan investigasi terhadap peristiwa dugaan keracunan sejumlah warga Manado yang dikaitkan dengan Rumah Makan Kawan Baru.

”Pemerintah Kota Manado saya harapkan tidak gegabah, harus dicaritau secara keseluruhan. Jangan sampai ini karena persaingan usaha, atau hal-hal lain yang menjadi penyebabnya tidak seperti yang disampaikan pemerintah Kota Manado. Ironis, jika dalam tahapan menginvestigasi kemudian ditemukan ternyata bukan RM Kawan Baru penyebabnya, kami minta pemerintah teliti betul. Kalau tidak ditemukan, pemerintah Kota Manado harus lakukan rehabilitasi atas nama baik RM Kawan Baru,” kata Saafa.

Sekedar diketahui, saat ini Rumah Makan Kawan Baru telah ditutup atas perintah pemerintah Kota Manado. Jumat (31/10/2014) tadi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Manado juga sempat turun melakukan pemeriksaan, ditemukan dua RM Kawan Baru ditutup yakni di Mantos dan Lipo Plaza sedang ditutup. Hanya dikawasan Mega Mas yang terlihat beroperasi. (Amas Mahmud)

Pantau Para CPNS, Walikota Ingatkan Warga Jangan Tertipu

Walikota Manado saat memantau para peserta CPNS (Foto Ist)

Walikota Manado saat memantau para peserta CPNS (Foto Ist)

MANADO – Meski di tahun 2014 ini hanya 30 kursi CPNS yang disiapkan Pemkot Manado. Namun dalam mencapai Passing Grate atau standart minimal nilai kelulusan yang diterapkan dalam sistem Computer Assisted Test (CAT) tersebut, pihak BKN dibantu BKD Kota Manado, mendapatkan hasil yang patut dibanggakan.

Walikota Manado DR. G.S Vicky Lumentut Jumat (31/10/2014), terlihat memantau langsung proses jalannya seleksi CPNS yang dirasakan sangat transparan, jujur dan bersih tersebut. Hal ini seperti dikatakan Walikota Lumentut dihadapan sejumlah keluarga peserta seleksi CPNS yang ‘nekat’ hadir menemani pelamar dilokasi kantor BKN Mapanget.

Menurut GSVL, saudara-saudara lihat sendiri proses seleksi CPNS melalui sistem CAT kali ini, tidak ada yang namanya rekayasa atau kongkalingkong dalam soal atau hasil jawaban. Itu semua dilakukan lewat komputer, dan langsung hasilnya dilihat oleh pihak panitia bersama dengan keluarga pelamar yang ada. 

“Saudara-saudara, om dan tante disini, boleh lihat sendiri hasil nilai anak, istri atau suami yang ikut seleksi CPNS. Semua tergantung pribadi yang bersangkutan, tidak ada yang bisa menolong. Siapa yang rajin belajar dan banyak berdoa, itu pasti ysng berhasil,” kata Lumentut.

Tambah Lumentut para pelamar harus teliti dan tidak mudah tertipu dengan hadirnya oknum tertentu yang menjanjikan tentang kelulusan CPNS, karena pemerikasaan seleksinya sangat ketat. “Warga atau pelamar CPNS, jangan mudah tertipu. Tidak ada yang bisa meloloskan orang untuk lulus CPNS saat ini, siapa pintar dan rajin belajar itu yang akan lulus karena semua berdasarkan komputerisasi,” beber GSVL yang turut didampingi Sekot Ir Harfey Sendoh, Kepala Kantor Regional XI BKN English Nainggolan SH, dan Kaban BKD Manado, Ventje Pontoh.  (Amas Mahmud)

Terjadi Lagi Kehilangan Barang Penumpang Lion Air, Pihak Airlines Lepas Tangan

Pesawat Lion Air (Foto Ist)

Pesawat Lion Air (Foto Ist)

MANADO – Kembali terjadi insiden kehilangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi Kota Manado, Selasa (28/10/2014), saat tiba di Kota Manado, Heri Mardiansah mengalami nasib sial, tanpa diduga barang miliknya hilang akibat kelalaian pihak bagasi Lion Air.

Hal tersebut disampaikannya pada Suluttoday.Com, Jumat (31/10/2014), Heri mengaku kesal dan dirugikan dengan sikap pihak pengelola bagasi yang tidak bertanggung jawab tersebut atas kehilangan barang miliknya. Barang berupa Kamera Digital yang berada di dalam koper miliknya dibuka.

”Saya dari Yogyakarta-Balikpapan-Manado, tiba Manado Selasa (28/10/2014) dengan menumpang Pesawat Lion Air. Rute yang saya tempuh, dari Yogyakarta menuju Balikpapan dengan kode penerbangan JT 0668. Begitu tiba bandara Sam Ratulangi dengan kode penerbangan JT 730, kamera digital Samsung saya hilang dibagasi, kondisi barang didalam koper saya berantakan, sepertinya ada yang sengaja membongkar koper” ujar Heri.

Bukti Laporan Kehilangan Bagasi

Bukti Laporan Kehilangan Bagasi (foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, perlakukan tidak bertanggung jawab terlihat saat dirinya menyampaikan laporan ke bagian lost and found Lion Air di bandara Sam Ratulangi, laporannya tidak ditanggapi dengan baik. ”Sudah saya laporkan ke pihak yang berwenang dalam hal ini pengelola atau penanggung jawab bagasi tentang kehilangan tersebut, tapi pihak Lion Air hanya berjanji akan mencari selama tiga hari. Bila belum ditemukan, maka mereka tidak bertanggung jawab atau tidak ada ganti rugi, sampai sekarang tidak ada kabar. Semoga penumpang lain tidak mendapatkan perlakuan serupa,” tegas Heri. (Amas Mahmud)

 

iklan1