Jika Paripurna Senin, Royke Anter Dipastikan Ketua DPRD Manado

Royke Anter (Foto Ist)

Royke Anter (Foto Ist)

MANADO – Konstalasi politik di gedung DPRD Kota Manado sepertinya berjalan alot. Pasalnya, ada dua SK yang diterbitkan DPP Partai Demokrat untuk Ketua DPRD Kota Manado, masing-masing dikantongi Royke Anter dan Noortje Henny Van Bone. Menariknya, pimpinan sementara DPRD Kota Manado juga diduga telah mendapatkan ”intimidasi” politik dari pihak Partai Demokrat.

Muncul spekulasi dan analisa Anter yang akan berpeluang besar mendapat restu DPC Partai Demokrat Kota Manado dan resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Manado defenitif. ”Percaya ataupun tidak, move politik DPP ini memiliki korelasi erat dengan kompetisi politik 2015 nanti disaat pertarungan Pilkada. Kami meminta Sekwan dan pimpinan DPRD Manado sementara untuk objektif, mana surat yang lebih dahulu diterima Sekwan, itulah yang harus dilantik. Ingat SK yang baru belum masuk ke DPRD Manado karena belum menjadi lampiran surat DPC Demokrat Manado,” ucap salah satu sumber resmi pengurus DPC Partai Demokrat Manado yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Suluttoday.Com dari salah satu pimpinan DPRD Manado sementara, mengatakan jika rapat Paripurna digelar hari Senin (13/10/2014) maka Royke Anter akan berpeluang dilantik Ketua DPRD defentif. ”Ada desakan kalau Paripurna harus digelar hari Senin (13/10/2014), kalau ini dilakukan Senin sore maka sudah pasti Royke Anter akan ditetapkan Ketua DPRD defenitif. Ada yang maunya hari Selasa (4/10/2014), rapat Paripurna dilaksanakan, memang luar biasa,” ujar sumber singkat.

Boby Duad anggota DPRD Kota Manado bahkan berbeda saat menyikapi jika nantinya ada protes yang muncul di internal Fraksi Demokrat Kota Manado, menurutnya sesama wakil rakyat dirinya akan memposisikan diri secara profesional. ”Pasti ada dinamika, interupsi dan lain-lain terjadi dalam rapat Paripurna penetapan Ketua DPRD Manado, Kami sebagai kawan dan diluar Fraksi tidak bisa masuk dalam ranah mereka, saya malah mengusulkan kalau ini dikembalikan ke internal Demokrat,” ucap Daud singkat.

Ditempat terpisah pengamat politik dan pemerintahan, Dr. Ferry Duad Liando mengatakan keberadaan kedua SK yang dipegang Anter dan Van Bone adalah sah. ”Kalau kedua SK itu keluar dari sumber yang sama, dalam hal ini DPP Partai Demokrat, maka kedudukan kedua-duannya sah,” kata Liando yang juga dosen di Fakulas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsrat Manado itu. (Amas Mahmud)

iklan1
iklan1