Archive for: November 2014

Muhammadiyah Sulut: Bangkitkan Semangat Pencerahan

Ketua Panitia saat menyampaikan laporan

Ketua Panitia saat menyampaikan laporan

MANADO – Pelaksanaan Milad (Ulang Tahun) Muhammadiyah ke-105 H/102 M, yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Muhammadiyah, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (30/11/2014) di Hotel Sintesa Peninsula Kota Manado berjalan hikmat. H. Rivai Poli, S.Hi selaku Ketua Panitia menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak hingga pelaksanaan puncak Milad ini dapat terlaksana.

“Kami berterima kasih atas partisipasi semua pihak dalam kegiatan milad Muhammadiyah, berbagai rangkaian kegiatan sepeti pengobbatan Gratis tanggal 29 November 2014, jalan sehat ribuan warga Muhammadiyah Sulut. Memang Milda Muhammadiyah ke-105 H/102 M kali ini kami menggelar berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Selamat melaksanakan Milad Muhammadiyah, organisasi Muhammadiyah harus bangkit dan berkiprah lebih maju lagi sebagaimana cita-cinta pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan,” ujar Poli yang juga mantan anggota Komisioner KPU Sulut ini.

Milad yang mengambil tema Gerakan Pencerahan Menuju INDONESIA Berkemajuan juga dihadiri hampir ribuan warga Muhammadiyah Sulut dan para undangan. Hi. Anwar Panawar, M.AP, sebagai Ketua Umum Muhammadiyah Wilayah Sulut dalam sambutannya juga mengingatkan agar perlunya kader Muhammadiyah tidak melupakan sejarah perjuangannya.

Warga Muhammadiyah Sulut ketika mengikuti prosesi Milad

Warga Muhammadiyah Sulut ketika mengikuti prosesi Milad

“Penyebaran Muhammadiyah di Sulawesi Utara pertama kali muncul di Sangihe Talaud, hingga saat ini perkembangan Muhammadiyah dengan pendidikan yang dibawa mengalami kemajuan. Gerakan Muhammadiyah di Sulut tidak mengalami hambatan, kita Muhammadiyah di Sulut baru dua untuk hal membangun Panti Asuhan, ini akan kami kembangkan, di Sulut sendiri ada 9 Pimpinan Daerah di Kabupaten/Kota. Untuk Yayasan Pergutuan Tinggi di Sulut sendiri sudah ada STIKES, dan akreditasinya cukup membanggakan. Mari kita bangkitkan Gerakan Pencerahan,’’ terang Panawar.

Sementara itu, Hi. Chaidar Nasir mewakili Ketua Umum DPP Muhammadiyah mengingatkan agar gerakan pencerahan yang dikedepankan kader Muhammadiyah tetap menjadi perjuangan terdepan dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Menurutnya dengan ilmu pengetahuan kader Muhammadiyah akan mampu memajukan NKRI, dan ummat pada umumnya.

Suasana pelaksanaan Milad Muhammadiyah di Hotel Sintesa Peninsula Manado

Suasana pelaksanaan Milad Muhammadiyah di Hotel Sintesa Peninsula Manado

“Apa yang dilakukan pengurus Muhammadiyah bukanlah sesuatu yang layah dibanggakan, namun inilah Gerakan Pencerahan. Jangan kemudian jargon Gerakan Pencerahan dianggap sebagai gagasan semata, tanpa ada implementasi. Islam sebagai agama pencerehan, Muhammadiyah hadir untuk mengubah sistem jahiliah menjadi sistem yang benar-benar islami dan modern. Kita merubah kondisi dan kebiasaan kegelapan, menuju pada kondisi yang mencerahkan. Bangsa Indonesia ini bisa maju jika generasinya cerdas dan memiliki wawasan luas, dalam hal peran-peran kebangsaan. Pentingnya kesadaran masa depan,’’ papar Nasir.

Untuk diketahui yang ikut hadir dalam Milad Muhammadiyah Sulut kali ini, selain Ketua Umum Muhammadiyah Sulut, Hi. Anwar Panawar, Perwakilan DPP Muhammadiyah, Haidar Nasir, ada juga Ketua AISIYAH ibu Nurjannah, pengurus Ikatan Pemuda Muhammadiyah, Riyan Habibie, Ketua Umum IMM Wilayah Sulawesi Utara bersama pengurus, Drs. Mahyudin Damis, M.Hum, Pengurus Muhammadiyah Sulut, Ketua PAN Manado, Boby Daud yang juga anggota DPRD Manado, Bambang Hermawan, anggota DPRD Kota Manado, Pengurus MUI Sulut, Sya’ban Mauludin, Kepala Kantor Urusan Agama Sulut. (Amas Mahmud)

Wawali Manado: Jangan Marginalkan Pengidap HIV/AIDS

Wawali Manado ketika mengikuti perayaan Hari HIV AIDS

Wawali Manado ketika mengikuti perayaan Hari HIV AIDS

MANADO – Hari AIDS Sedunia diperingati secara meriah di Lapangan Mega Mas, akhir pekan lalu. Berbagai kegiatan seperti senam zumba dan jalan sehat bersama menambah kemeriahan tersebut. Menariknya, dari sekira 3.500 peserta yang hadir, 2.000 di antaranya berasal dari Remaja Sinode GMIM.

Wakil Walikota (Wawali) Manado yang juga Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Manado Dr Harley Mangindaan mengatakan, jargon torang paham torang cegah diambil setelah melihat realitas masyarakat dari tahun ke tahun, berkaitan dengan masalah AIDS.

“Jadi momen dimana pemuda remaja Manado untuk lebih memahami tentang HIV/AIDS. Perkembangan dunia yang pesat mewajibkan torang untuk membentengi diri dengan berbagai ilmu termasuk pemahaman tentang AIDS. Sekali lagi jangan marginalkan penginap HIV/AIDS,” Wawali Manado.

Ditambahkannya lagi  pemahaman tentang HIV/AIDS akan sangat bermanfaat bagi setiap manusia. “Supaya para pengidap HIV/AIDS tidak termarjinalkan juga,” terangnya.

Ditempat lain penatua   Remaja Sinode GMIM Moody Rondonuwu, keterlibatan mereka merupakan bentuk perhatian akan penyakit sosial yang ada. “Khusus AIDS, para remaja harus tahu paham sehingga nantinya bisa dicegah,” ujarnya.

Dia menambahkan, keterlibatan itu menjadi tanda dimulainya perayaan Natal oleh Remaja Sinode GMIM. Yang hadir ibu seyla mangindaan kudati,deng unsur dari pemerintah seperti para assisten dan juga komunitas masyarakat peduli aids. (Amas Mahmud)

Minim Dukungan Pemkot Manado, Pelatih Porkot Mengeluh

Kantor Walikota Manado

Kantor Walikota Manado

MANADO – Pelaksanaan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Manado yang digelar ternyata melahirkan kekecewaan bagi masyarakat, terutama para atlit dan pelatih. Menurut Meydi Tindi pelatih salah satu klub dari Keamatan Mapanget, Minggu (30/11/2014), menyampaikan kekecewaannya pada pemerintah Kota Manado, terutama terhadap Camat Mapanget.

“Kami himbau pada Walikota agar ikut menyukseskan Porkot Manado, karena sejak pelaksanaan Porkot berlangsung semua Camat kelihatannya pasif tak mau ikut campur dalam kompetisi Porkot ini. Terutama Camat Mapanget, kami masuk Final namun sampai saat ini camat belum ada kepedulian,” ujar Tindi, manta penjaga gawang Persma Manado.

Lanjut dikatakannya lagi Porkot cukup memberikan peran mengeliminir tindakan kriminalitas di Kota Manado, sehingga demikian Tindi mengatakan perlunya kerja sama pemerintah Kota Manado dalam meberikan dukungan.

“Karena pelaksanaan Porkot ini ikut mendukung pemkot Manado, kami membawa harum nama kecamatan. Kami juga membantu mengurangi adanya tindakan kekerasan dan kenakalan di Kota Manado,” ujar Tindi yang juga pelatih sepak bola. (Amas Mahmud)

Walikota Batam Akui Gebrakan Pemerintah Kota Manado

Walikota Bima bersama Walikota Manado (Foto Ist)

Walikota Batam bersama Walikota Manado (Foto Ist)

MANADO – Dr Ahmad Dahlan, Walikota Batam mengaku salut dengan gebrakan pemerintah Kota (Pemkot) Manado atas sejumlah program unggulan yang dinilai sangat membantu warga masyarakat dan aparat pemerintah yang ada paling bawah yakni Kepala Lingkungan (Pala) di Kota Model Ekowisata Manado ini.

Seperti diketahui, terobosan pemberian santunan dana duka Rp 2,5 juta bagi  setiap warga yang meninggal dunia dan diterima keluarga berduka, serta alokasi dana bagi gaji para Pala sebesar Rp 2,250 jt (dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) perbulan. Hal ini diungkapkan Walikota Batam, usai menerima kunjungan kerja Forum Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Kota Manado dibawah pimpinan Walikota Manado, Dr Vicky Lumentut Kamis (27/11/2014) malam akhir pekan lalu di Golden Prawn Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

“Saya dengar di Kota Manado diberi dana duka Rp 2,5 juta dan gaji Kepala Lingkungan Rp 2 juta lebih. Ini suatu langkah dan terobosan yang patut ditiru, Walikota Pak Vicky  memang hebat dalam menyusun anggaran pro rakyat,” puji Walikota Dahlan seraya mengaku bakal mengikuti sejumlah program unggulan Pemkot Manado itu.

Ditambahkannya, suatu kehormatan bagi jajaran Pemkot Batam yang bisa menjamu rombongan kerja dari Pemkot Manado. Lewat hubungan silahturahmi yang terjalin manis selama ini, kiranya kedepan akan semakin baik lagi kerja sama yakni tukar pikiran seputar kemajuan roda pemerintah dan peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Saya sangat salut dan angkat topi pada Walikota Manado Pak Vicky, ini Pimpinan Walikota se Indonesia serta Ketua Kelas saya saat mengikuti program pendidikan Kemendagri di Universitas Harvard Amerika. Dan Pak Vicky yang mengayomi kami semua walikota maupun bupati yang ikut saat itu, jadi saya tahu persis kepintaran dan sosok low profile Walikota Manado ini,” ungkap Walikota Bima menutup.

Menerima apresiasi dari Walikota Batam, Vicky Lumentut menyatakan sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa di lakukan Pemkot Batam. Pemkot Manado, kata Lumentut juga mengharapkan agar di hari-hari mendatang Walikota Batam dan jajaran bisa berkunjung ke Kota Manado, guna membalas kunjungan kerja pihaknya  di Kota Bisnis julukan Kota Batam tersebut.

“Kalau Pak Walikota Dahlan menjamu kami disini dengan sambutan yang ramah dan baik, kami juga di Manado dengan senang hati akan menerima kunjungan kerja tim Pak Walikota Dahlan itu. Kami siap menantikannya,” ujar Walikota GSVL  tersenyum di akhir sambutannya dihadapan unsur Muspida dan pejabat teras Pemkot Batam.(***/Amas Mahmud)

Munas Golkar Hadirkan Djan Faridz, Kubu Romi ”Tak Diakui”

Idrus Marham, Sekjen Partai Golkar (Foto Ist)

Idrus Marham, Sekjen Partai Golkar (Foto Ist)

Jakarta – Partai Golkar mengundang seluruh ketua umum partai politik untuk hadir dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Bali, pada 30 November 2014. Namun khusus untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai beringin lebih memilih mengundang Dzan Faridz, Ketua Umum PPP versi Muktamar di Jakarta dibanding Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum PPP versi Muktamar di Surabaya.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dalam keterangannya kepada media di Gedung DPR Jakarta, Jumat (28/11/2014) kemarin. Idrus lantas menyebutkan satu per satu semua ketua umum partai yang masuk dalam daftar undangannya. Surya Paloh dari Partai NasDem, Muhaimin Iskandar dari PKB dan Wiranto dari Partai Hanura adalah para tokoh yang rencananya akan diundang Golkar.

“Dari PPP yang kami undang yang menurut kami itu (benar), ya Pak Djan Faridz,” kata Idrus.

Sementara itu, Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy atau Romi menyerahkan sepenuhnya siapa yang akan diundang pada penyelenggara acara yakni Golkar. Ia yakin, Idrus pasti punya pemahaman mana kepengurusan PPP yang sah.

Karena itu Romi akan menghubungi Idrus untuk memastikan hal ini. “Bang Idrus itu teman saya. Tapi namanya juga pengundang, terserah saja siapa yang diundang,” kata Romi.

Menurut Romi, sudah jelas bahwa kepengurusan PPP yang dipimpinnnya lebih dulu didaftarkan sudah mendapat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Yang (Muktamar) di Jakarta  baru daftar,” katanya.

Romi berharap keputusan Idrus soal siapa yang diundang di Munas di Bali nanti akan berubah setelah ia menjelaskannya.

Hingga saat ini ketua umum PPP yang sah memang masih menjadi perdebatan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memang telah mengesahkan Romy sebagai ketua umum PPP. Namun, keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) meminta keputusan Yasona mengesahkan kepengurusan Romi ditunda terlebih dulu.(CNN Indonesia/Amas)

iklan1