Mangindaan Serap Keluhan Warga di Atas Angkot 

Dr. Harley Mangindaan..

Dr. Harley Mangindaan..

MANADO – Wakil Wali (Wawali) Kota , Dr. Harley Mangindaan kembali membuat kejutan. Dua hari pascadinaikkannya tarif angkot, Mangindaan melakukan survei langsung dari atas tiga angkot berbeda jurusan secara bergantian, sore kemarin. Alhasil, keluhan masyarakat terkait tarif yang dinaikkan sepihak masih saja ditemukan. Saat mengendarai angkot jurusan Paal Dua-Pasar 45 misalnya, penumpang mengeluh dengan masih adanya sopir yang tak memberikan uang kembalian sebagaimana mestinya.

“Kami tidak keberatan dengan naiknya tarif. Tapi tolong agar sopir yang memaksa penumpang membayar Rp4 ribu bisa ditindak tegas,” ujar Netty, warga Paal Dua.

Selanjutnya, saat mengendarai angkot jurusan Wanea Samrat, warga justru mengaku tidak keberatan. “Asalkan pelayanan ke masyarakat bisa ditingkatkan dari segi transportasi,” ungkap Sherly, warga Karombasan.

Di jalan, Mangindaan juga sempat mewawancarai enam siswa SMP Negeri 1 Manado. Dari wawancara tersebut, mereka mengatakan, tarif untuk pelajar dan mahasiswa masih terhitung mahal. “Tolong diperhatikan hal ini pak wawali,” kata Ridho, salah satu siswa.

Mangindaan saat dikonfirmasi mengatakan, survei itu dilakukannya untuk menyerap keluhan warga pengguna angkot, pascatarif angkot disesuaikan dua hari lalu. ”Untuk mengetahui apakah ada keluhan warga soal tarif sesuai perwako, atau tidak,” jelasnya kepada wartawan.

Terkait keluhan warga, dia berjanji akan menseriusi setiap keluhan dan masukan para penumpang tersebut. Di sisi lain, dia meminta para sopir angkot agar tetap tunduk pada aturan yang berlaku. ”Jangan tambah ongkos atau tarif angkot,” timpalnya.

”Selain itu tolong kepada para sopir untuk tertib berlalu lintas. Jangan parkir sembarangan, agar tidak jadi simpul kemacetan yang baru,’ pintanya.

Sementara itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulut mengancam akan menggelar demonstrasi terkait kenaikan harga BBM. Hal itu diakui Ketua Organda Manado Lauri Dien, kemarin. Menurutnya, aksi itu akan digelar dengan cara angkot mogok beroperasi selama sehari.

”Saya mendapat perintah dari DPP dan diteruskan DPD Organda Sulut akan aksi mogok tersebut. Sebagai organisasi saya tentunya akan dukung meski di Manado khususnya sangat kondusif pasca kenaikan harga BBM,” terang Dien.

Mendengar informasi tersebut, Mangindaan langsung bergerak proaktif. Dia langsung melakukan koordinasi dengan Dishub Manado, serta Kodim 1309 Manado, untuk mengambil langkah antisipasi, dengan menyiapkan armada bus. “Saya sudah minta ke Kadishub untuk turunkan armada bus jika mogok angkot benar-benar terjadi,” terangnya.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar aktivitas masyarakat Manado yang menggunakan jasa angkot tidak terganggu. “Kodim pun sudah menyiapkan bus untuk melayani warga jika demo dilakukan. Akan turun kekuatan penuh melayani warga jika mogok beroperasi angkot terjadi. Saya sudah dihubungi pak Wawali,” ucap Vicky Koagouw, Kadishub Manado. (Amas Mahmud)

iklan1
iklan1