Archive for: November 2014

Raih Suara Terbanyak, Suwarjono dan Arfi Bambani Pimpin AJI Indonesia

Ketum dan Sekjen terpilih saat bicara (Foto Osep)

Ketum dan Sekjen terpilih saat bicara (Foto Osep)

MANADO – Rangkaian pelaksanaan Kongres Nasional Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia yang digelar di Grand Rocky Hotels Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis – Minggu (27 – 30/11/2014) mencapai puncaknya dengan terpilihnya pasangan Suwarjono (suara.com) – Arfi Bambani (viva.co) sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jendral AJI Indonesia periode 2014 – 2017.  Dalam voting tertutup yang digelar, Minggu (30/11/2014) dinihari pukul 03.00 WIB, SuwarjonoArfi memperoleh 157 suara, sementara kandidat lainnya Abdul Manan (Tempo) – Renjani Pusposari (Forbes Asia) mendapat dukungan 83 suara.

Voting tertutup pemilihan Ketua Umum dan Sekjend dimulai sekitar pukul 00.00 WIB itu sempat diulang karena kelebihan jumlah surat suara. Diketahui dari 37 AJI Kota, jumlah total suara sebanyak 245, yang dihitung berdasarkan jumlah anggota AJI Kota. Usai voting pertama, ternyata jumlah surat suara mencapai 246. Aryo Wisanggeni yang memimpin sidang akhirnya memutuskan untuk melakukan pemungutan suara ulang. Beberapa saksi dihadirkan, mereka adalah para mantan Ketua Umum AJI Indonesia seperti Ahmad Taufik, Didiek Supriyanto, Ati Nurbaeti, Nezar Patria, dan Eko Item Maryadi.

Akhirnya dalam voting kedua ini, pasangan Suwarjono – Arfi Bambani berhasil unggul dengan perolehan suara sebanyak  157, sementara Abdul Manan – Renjani Pusposari mendapat 83 suara. Terpilihnya Suwarjono – Arfi Bambani ini lantas disambut sukacita ratusan anggota AJI yang hadir di kongres itu.  “Saya nyatakan terimakasih atas dukungan yang diberikan kawan-kawan. Ke depan saya bersama Arfi dan juga pengurus lainnya siap untuk   memajukan AJI lebih baik lagi,” ujar Suwarjono.

Menariknya, sebelum pemilihan, baik Suwarjono maupun Abdul Manan menyatakan  siap membantu siapapun yang memang nanti. “Seperti saya sampaikan sebelumnya, saya siap untuk membantu kepengurusan Suwarjono dan Arfi,” ujar Manan.

Selain pemilihan Ketua Umum dan Sekjend, agenda kongres juga berhasil memilih nama-nama yang akan duduk sebagai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO). Di samping itu, Kongres juga mengusulkan 13 nama yang akan dipilih oleh Ketua Umum sebagai Majelis Etik.

Sebelum pemilihan Ketua Umum dan Sekjend,  forum kongres juga berhasil menetapkan revisi AD/ART dan Peraturan Organisasi, Kode Etik Jurnalistik, serta Rekomendasi dan Garis Besar Haluan Program.(***/Amas Mahmud)

Revolusi Spiritual Lebih Tinggi Dari Revolusi Mental

KH. Said Aqil Siraj, Ketua Umum PBNU (Foto Ist)

KH. Said Aqil Siraj, Ketua Umum PBNU (Foto Ist)

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siraj, Sabtu, (29/11/2014) akan dikukuhkan menjadi profesor bidang tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Tema besar yang dikemukakannya adalah revolusi spiritual. Kiai Said yang menghabiskan 12 tahun di Arab Saudi untuk menempuh penddikan tinggi sampai lulus doktor ini memang mengambil spesialisasi tentang kajian tasawuf. Bagaimana pemikirannya tentang revolusi spiritual ini, berikut wawancara Mukafi Niam dari NU Online di gedung PBNU di tengah-tengah kesibukannya mempersiapkan pidato pengukuhan.

Apa yang dimaksud dengan revolusi spiritual?

Ini masih nyambung dengan pesantren, kalau mental kan akhlak, kalau spiritual lebih dari akhlak. Lebih tinggi. Ini sangat-sangat relevan dengan era globalisasi yang sangat mengkhawatirkan. Liberalisasi budaya, agama, hubungan seks, semuanya memprihatikan sekali. Narkoba sudah masuk ke anak SD, ke orang miskin. Kalau dulu kan orang kaya saja karena mahal.

Gagasannya adalah bagaimana spiritualitas menjadi spirit semangat kehidupan kebangsaan, bagaimana tasawuf membangun spiritualitas yang kita jadikan tujuan. Saya ini bukan orang yang sholeh, tapi ingin menjadi orang yang baik. Arahnya ke sana. Idolanya saya, harus mengidolakan seorang yang spiritualitasnya mulia, aulia, ulama, solihin, saya sendiri masih jauh.

Apa yang dilakukan dengan revolasi spiritual ini?

Mari kita dalam hidup ini, bukan hanya ketika di masjid, di pasar, di jalan, mari kita mengutamakan spritualitas. Kalau akhlak sekedar pribadi luar, hormat orang tua, tetangga, tamu, membantu orang miskin,  Itu semuanya baik, tapi belum tentu spiritualitasnya baik. Akhlaknya baik. Kita membantu orang miskin yang didasarkan pada keikhlasan, ketulusan, tidak ingin pamer, tidk ingin balasan. Lha ini baru sufi. Nah, bagaimana spirit ini mewarnai spiritnya bangsa Indonesia, yang petani, buruh, pejabat dan lainnya menjalankan kewajibannya dengan didasari keikhlasan, apalagi kiainya, yang mengajar dan membimbing masyarakat.

Saya ini masih ngak karu-karuan, tapi idolanya saya ke sana, ke orang-orang yang sholeh. Berat, tapi bisa kalau ada niat. Apa sih bedanya kita dengan Imam Ghozali, sama-sama dilahirkan dengan kondisi seorang bayi yang bodoh, buta huruf, tapi beliau bisa menjadi sufi dan filosof besar. Apa sih bedanya kita dengan Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, waktu lahir juga ngak bisa apa-apa, menangis. Artinya kalau ada kemauan pasti bisa. Sama dengan membangun karir, membangun kebesaran kemuliaan spiritual. Kita bisa jadi wali kalau kita mau.

Ini soal penanaman nilai, kalau rajin ibadah belum tentu memiliki nilai spiritualitas?

Bukan berarti saya meremehkan ibadah, tapi belum tentu orang yang rajin ibadah itu sufi. Akhlakul karimah penting, tapi belum tentu orang yang sudah melakukan itu menjadi sufi. Bisa menjadi sufi kalau yang dilaukan tadi berdasarkan hati yang ikhlas.

Pencapaian nilai itu harus melalui pesantren atau ngaji atau apa?

Normatifnya ya pesantren atau mengikuti tarekat, tapi banyak orang jadi penjahat kemudian tobat langsung jadi wali seperti Ibrahim bin Adham, Sayyidah Rabiah Adawyah, penyanyi klub yang kemudian langsung menjadi wali. Ibrahim bin Adham, seorang anak raja yang melepaskan kebesaran kemewahannya langsung menjadi sufi, tetapi secara normal ya ada proses untuk mencapai spiritualitas yang tinggi. Ada juga para auia mencapai makom tinggi tanpa proses.

Apa mengikuti tarekat langsung jadi sufi atau wali?

Ngak, katakanlah anggotanya 10 ribu, kalau ada walinya 10 sudah bagus. Sama juga pesantren, seperti Lirboyo, dari 10 ribu santri, 100 yang sangat alim dan berakhlak saja itu sudah sangat bagus.  Tarekat adalah lembaga pendidikan. (***/Amas Mahmud)

Menakar Kualitas Pendidikan di Daerah Tertinggal

Bahtiar Ali Rambangeng (Foto Ist)

Bahtiar Ali Rambangeng (Foto Ist)

(Analisis Hasil Riset Pendidikan Daerah Tertinggal Tahun 2012)

MANADO – Pendidikan merupakan cara terbaik memajukan masyarakat, kesejahteraan masyarakat meskipun pembangunan ekonomi masyarakat tetap menjadi hal pokok namun keduanya jika ditilik lebih mendalam maka hal paling mendasar adalah pendidikan karena pendidikan berdampak pada kesadarn akan kemajuan dan ketersediaan tenaga terampil dan terdidik untuk maju. Jika penguatan ekonomi adalah jalan maka konsekwensi logisnya masyarakat harus dimodali dengan modal besar selain itu perlu pembinaan, pengembangan dan intervensi kebijakan agar bisnis masyarakat bisa maju dan berkembang. Langkah kedua di sektor wirausaha memang perlu, tetapi jika melihat kebutuhan mendasar maka pendidikan adalah pintu terbaik memajukan masyarakat, memajukan kesejahteraannya maupun kemandirian dari berbagai aspek kehidupan sosial.

Tentu saja keberadaan pendidikan inilah menjadi pendorong kemajuan bangsa, meski demikian ada berbagai masalah pendidikan yang dialami pebedaan moncolok kualitas daerah jawa dan timur dari segi kualitas guru, murid dan lulusan universitas. Perbendaan mencolok antara daerah perkotaan kualitas gurunya memadai dengan pedesaan dari kualifikasi guru berkualitas dan tidak dan perbedaan antara daerah maju dengan daerah tertinggal lebih mencengangkang lagi karena guru di perkotaan sudah sedikit mapan sementara daerah tertinggal baru mau belajar menjadi guru yang baik belum bicara kualitas. Di daerah-daerah perkotaan akses belajar banyak, ruang kelas tersedia dengan baik, fasilitas buku juga demikian sebaliknya di daerah tertinggal belaku hal yang berlawanan masih jauh dari harapan jika dikaitkan standar kompotensi kurikulum pendidikan nasional 2013.

Hasil riset yang dilakukan di daerah-daerah tertinggal seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB memperlihatkan kualitas pendidikan memang belum bisa diperbandingkan dengan perkotaan. Ada kesalahan besar jika kurikulum pendidikan harus berlaku di daerah-daerah tertinggal karena kualitas yang dimiliki guru masih jauh dari harapan apalagi siswa yang diajarkan pelajaran tertentu diluar kompotensi guru. Kurikulum dengan penguatan standar kompotensi dan indikator capaian pendidikan belum bisa dikomsumsi dengan baik di daerah tertinggal alasannya sederhana, ketersediaan guru dengan jumlah siswa masih berbanding terbalik, fasilitas sekolah baik sarana maupun prasarana belum memadai, fasilitas sekolah hanya tersedia di pusa-pusat pemerintahan, guru masih banyak yang lulusan SMA, guru juga masih banyak yang belum mengikuti standar kompotensi, pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas guru masih sangat terbatas di daerah tertinggal.

Fasilitas pendidikan yang tersedia baik bangku, ruangan memadai masih sangat minim, siswa masih harus berebutan bangku sebelum belajar karena keterbatasan bangku sekolah. Jika harus belajar maksimal maka urusan perbangkuan harusnya sudah selesai. Sarana pendidikan baik perpustakaan tidak memadai bahkan buku-buku yang ada tidak dipergunakan secara baik, dengan menjad pembaca. Kondisi sarana pendidikan olahraga terbatas, masih belum tersedia sehingga menyulitkan guru dalam hal praktikum pembelajaran olahraga yang membutuhkan sarana khusus.

Selain karena sarana pendidikan yang sifatnya ternbatas sekolah-sekolah yang ada di daerah tertinggal masih menunmpuk diperkotaan dengan jumlah yang masih terbatas membuat siswa di polosok desa-desa tidak bisa ikut terlibat dalam proses pendidikan karena jarak sekolah yang jauh menyulitkan siswa ikut pendidikan. Sekolah yang jauh dengan kondisi jalan yang rusak karena tidak ada pembangunan infrastruktur memadai membuat anak-anak pedesaan lebih memilih ikut menjadi penggarap sawah dari pada ikut pendidikan. Anak-anak yang bisa sekolah khususnya tingkatan SLTA hanya bisa dilaksanakan oleh anak pejabat atau sekitaran perkotaan, kondsi real ini membuat pendidikan menjadi sangat mahal bagi anak petani dan murah bagi anak pejabat serta dekat akses kota.

Rasio guru dan siswa masih sangat jauh, guru bisa mengajar siswa,30-50 membuat proses pendidikan tidak berjalan maksimal sehingga seorang guru melaksanakan proses mengajaran harus mengalami beban berat untuk mengajar dengan jumlah siswa over capasity. Terus bagaimana bisa meningkatkan kualitas siswa sementara suasana ruangan tidak menunjang dan suasana pembelaran efektif harusnya 15-20 siswa gara proses transfer of knowledge dan transfer of value berjalan beriringan dan muda dicerna oleh siswa.

Guru-guru dengan fasilitas perpustaan untuk peningkatan kapasitas terbatas mana mungkin bisa mendesain pendidikan berkualitas. Guru di daerah-daerah tertinggal memerlukan buku bacaan selain bacaan untuk diajarkan juga wawasan pendidikan yang dapat meningkatkan kualitasnya dalam proses merumuskan pelajaran yang berkualitas maupun rancangan masa depan anak didiknya.

Guru juga masih belum sepenuhnya ikut dalam proses pendidikan peningkatan kapasitas membuat banyak guru belum memiliki kompotensi khusus dalam proses pengajaran. Peningkatan kompotensi masih sulit peroleh guru karena memang persoalan pelatihan guru jika harus mengajak tenaga terampil melatih dari Jakarta selain biayaya mahal juga adakah pembiayaan untuk itu yang secara serius dapat dipergunakan.

Rekayasa Pendidikan di Daerah Tertinggal

Banyaknya probelm pendidikan di daerah tertinggal baik kelas, fasilitas sekolah, buku ajar, kualitas guru, rasio murid dan guru, pemerataan pembangunan sekolah yang belum berjalan maupun problem peningkatan kompotensi guru untuk bisa menyerap hakekat kurikulum berbasis kompotensi 2013 maka diperlukan langkah konkrit pemerintah daerah, pusat dan swasta yang serius membanahi pendidikan agara berjalan beriringan dan terintegrasi. Proses menejemen pengelolaan pendidkan di daerah tertinggal baik soal anggaran, maupun pembangunan sekolah, peningkatan kapasitas guru harus dilaksanakan secara bersama-sama antara pemerintah daerah dan pusat. Pemerintah pusat jika ingin membangun sekolah ada baiknya melakukan riset sederhana agar dapat melihat aspek pemerataan pembangunan maupun potensi guru yang harus disiapkan.

Rasio guru dan murid yang tidak bersesuaian membuat sekolah sulit memajukan kualitasnya sehingga diperlukan distribusi guru-guru dari pusat-pusat perkotaan khususnya atau penerimaan guru lokal yang memang layak mendidik anak-anak sekolah. Selain itu diperlukan langkah konkrit menyelesaikan aspek rasio guru dan murid agar proses pembelajaran tidak sekedar berkeringat namun tidak meninggalkan hasil yakni kualitas siswa.

Diperlukan adanya guru profesional terdidk disetiap kabupaten kota berbasis kecamatan dan desa mulai SD, SMP, SMA maupun SMK agar proses pendidikan di daerah tertinggal terus dapat dievaluasi hasilnya. Guru-guru profesional tersebut selain berfungsi sebagai guru sekolah juga ikut memotivasi guru, membantu kepala sekolah dalam pengelolaan manajemen kepemimpinan agar proses perubahan dan inovasi pendidikan dapat dilaksanakan di daerah tertinggal. Mereka yang dikirim dari pusat yang menjadi tenaga pendidk profesional tersebut harus terus dpantau oleh kemendikbud agar proses pendidikan yang dilaksanakan dapat diketahui perkembangannya. Dengan adanya guru bantu profesional yang dipilih kemendikbud atau dinas provinsi minimal disekolah-sekolah d daerah ada motivasi untuk maju dan berkembang dari inspirasi yang dibawanya.

Perpusatakaan dan gerakan membaca bagi guru dan siswa harus digenjok sehingga ada peningkatan kapasitas dan wawasan. Proses ini hanya bisa berjalan jika tersedia perpustakaan mini dan komunitas membaca di daerah-daerah karena belajar yang diperlukan di daerah tertinggal membutuhkan metode ekstrim dalam peningkatan kualitas. Proses meningkatkan minat baca tersebut harus belajar di daerah-daerah lain bagamana prosesnya, bagaimana memulainya, dan kadang tumbuh dari tradisi sederhana seorang guru, siswa karena ada organisasi yang mendrongnya, ini banyak terjadi di daerah-daerah perkotaan baik di Bantaeng, Makassar maupun Jogja tradisi membaca masih ada karena ada organisasinya yang selalu aktif mempengaruhi selain itu tersedia sarana perpustakaan diberbagai tempat.

Selain itu karena temuan dilapangan menunjukkan sekolah profesi seperti SMK kejuruan yang sangat terbatas maka pemerintah pusat seharusnya memikirkan penguatan dan memperbanyak guru profesi baik teknik, kebibadan, kelautan maupun pertanian kemudian mendirikan sekolah SMK kejuruan serta kewirausahaan agar anak-anak lulusannya dapat berirausaha secara mandiri jika tidak sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.(***)

Penulis : Bahtiar Ali Rambangeng (Peneliti Pendidikan Daerah Tertinggal (PDT) Tahun 2012)

Minyak Dunia Anjlok, Harga Premium di Indonesia Beri Keuntungan Pemerintah

Premium (Foto Ist)

Premium (Foto Ist)

Jakarta – Harga minyak dunia terus mengalami penurunan lantaran negara-negara yang tergabung dalam OPEC enggan memangkas produksinya saat pasar kelebihan pasokan minyak. Bahkan, harga minyak dunia mencapai titik terendah sejak tahun 2009 sebesar USD 66,15 per barel.

Dengan harga minyak yang anjlok tersebut, berapa besaran harga keekonomian premium atau RON 88 di pasaran?

Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kardaya Warnika mengatakan harga keekononomian BBM subsidi jenis premium atau RON 88 saat ini berada pada kisaran Rp 7.000 per liter. Dengan begitu, saat ini pemerintah mendapatkan keuntungan apabila harga jual BBM subsidi jenis Premium mencapai Rp 8.500 per liter.

“Kalau biaya atau harga premium di pasar internasional itu sekitar Rp 7.000. Kalau pengadaan biasanya sekitar 80 persen dari biaya produksi. Pemerintah untung dong, sekarang kan harga premium itu dijual Rp 8.500 per liter,” ujar Kardaya kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu (29/11).

Menurut Kardaya, saat ini sangat susah untuk menghitung harga keekonomian BBM jenis premium di pasaran. Lantaran, Premium atau RON 88 tidak tersedia di negara-negara lain.

“Jadi begini, kalau menghitung harga premium agak susah karena itu jenis RON 88. Sangat rendah, kualitasnya jelek karena di negara-negara luar itu tidak ada barang jenis premium atau RON 88,” pungkas dia. (Merdeka.Com/Amas)

Hari Ini, Muhammadiyah Sulut Gelar Milad 102

Ilustrasi, UNDANGAN Milad Muhammadiyah (Foto Ist)

Ilustrasi, UNDANGAN Milad Muhammadiyah (Foto Ist)

MANADO – Peringatan Milad (Hari Ulang Tahun) Muhammadiyah ke-102 M/105 Hijriah di hampir seluruh Indonesia dirayakan. Minggu (30/11/2014) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Utara (Sulut) dibawa komando, Drs. H. Anwar Panawar, MAP menggelar Milad di Sintesa Peninsula Hotel.

Berdasarkan undangan panitia pelaksana, Hi. A. Rivai Poli, SHI, MH selaku ketua panitia dan Fadhila Polontalo, S.Pt sebagai sekretaris panitia menyampaikan pelaksanaan Milad juga diharapkan sebagai bagian untuk menguatkan gerakan dan dakwah Muhammadiyah di Sulawesi Utara.

”Kegiatan dilaksanakan pelaksanaan Milad ke-105 H, dilaksanakan Minggu (30/11/2014) hari ini, pukul 19.00 Wita, di Hotel Sintesa Peninsula. Momentum ini sekaligus mengevaluasi gerakan dan apa-apa yang telah dilakukan warga Muhammadiyah di daerah ini kemudian untuk perjuangan memajukan bangsa Indonesia, kita berharap organisasi Muhammadiyah yang besar ini terus mengalami kemajuan,” ucap Poli. (Amas Mahmud)

iklan1