Pelayanan IMB Lambat , Aktivis Pertanyakan Kerja Kaban BP2T Manado

Tommy Turangan, SH (Foto Suluttoday.Com)

Tommy Turangan, SH (Foto Suluttoday.Com)

MANADO – Dalam berbagai kesempatan Walikota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut menyampaikan dan mengingatkan pada jajarannya menyangkut pentingnya mengedepankan pelayanan publik. Walau begitu, kondisi yang dialami masyarakat saat menikmati pelayanan di instansi pemerintahan Kota Manado, hal itu terlihat dari keluhan beberapa warga saat mengurus Izim Mendirikan Bangunan (IMB) pada kantor Badan Pelayanan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T).

”Kami sudah beberapa hari menggurus IMB, namum belum juga selesai sampai saat ini. Kata Kepala BP2T lagi tak ada di kantor, sampai kapan selesainya IMB kalau bagini pelayanannya,” ujar sumber yang juga pernah menjadi jurnalis ini meminta namanya tidak disebutkan.

Mendengar keluhan masyarakat, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan SH, mengharapkan agar pemerintah Kota Manado tidak menjadikan pelayanan publik sebagai bagian yang kesekian dalam penerapan kebijakannya. AMTI juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya bicara pelayanan pemerintah Kota Manado, tapi harus diimbangi dengan pelaksanaannya dilapangan.

”Jangan kemudian pelayanan publik hanya disampaikan dimulut saja oleh pemerintah Kota Manado. Kalau diselaraskan antara ucapan dan perbuatan, contohnya di BP2T pelayanannya yang seharusnya selesai satu minggu atau tidak cukup satu minggu malah diulur hingga berminggu-minggu, inilah yang membuat masyarakat menjadi tidak percaya dengan pemerintah. Kami meminta Walikota Manado ikut mengingatkan Kepala Badan agar pro-aktif dalam hal memprioritaskan pelayanan publik secara nyata, bukan hanya kata-kata. Jangan sampai muncul kesan pimpinan SKPD tidak mau mendengar perintah pimpinan diatasnya, apa sih kerja Kaban kalau seperti ini?,” ujar Turangan dengan nada tegas.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala BP2T Manado, Harke Tulenan tidak ditemui diruang kerjanya. Bahkan saat dihubungi nomor HP 08124474xxx, nomor tersebut sedang tidak diaktifkan. (Amas Mahmud)

iklan1
iklan1