Ai Mangindaan Tegaskan Proyek APBD Harus Tuntas Sesuai Kontrak

Dr Harley Mangindaan saat menemui proyek asal jadi (Foto Ist)

Dr Harley Mangindaan saat menemui proyek asal jadi (Foto Ist)

MANADO – Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dijajaran pemerintahan Kota (Pemkot) Manado  diminta memantau kinerja para rekanan kontraktor. Dengan begitu, kualitas bangunan sesuai dengan apa yang diharapkan. Kontraktor tidak asal-asalan mengerjakan proyek infrastruktur untuk kepentingan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota (Wawali) Manado, Dr Harley Mangindaan menegaskan, jelang berakhirnya masa tahun anggaran 2014, SKPD terkait bisa menyelesaikan proyek pembangunan yang belum selesai. Dalam pelaksanaannya, SKPD juga harus melakukan pengawasan dan memonitor proyek yang dikerjakan kontraktor sehingga progres pembangunannya segera terlaksana. “Proyek APBD harus tuntas sesuai kontrak dan jadwal yang ditentukan,” tegas Wawali yang turun melakukan pengawasan proyek di sejumlah titik di kota Manado akhir pekan lalu.

Lanjut Wawali, SKPD yang menggandeng kontraktor selaku pihak pemborong dalam pembangunan infrastruktur harus mengedepankan kelayakan pekerjaan proyek itu. “Artinya, setiap jengkal pembangunan fisik dan non fisik untuk kepentingan masyarakat harus diperhatikan lebih teliti. Baik dari segi kualitas, kuantitas, mutu bahan bangunan, spek. Sarana pendukung pun patut diawasi lebih ketat dalam setiap pembangunannya,” tambah Wawali, Minggu (14/12/2014).

Dikatakan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu perhatian Pemkot Mnado  dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan, memudahkan masyarakat melakukan berbagai aktivitas. Bangunan sekolah, kantor kelurahan dan sarana publik merupakan media yang memang dibutuhkan dan menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

“Selama proyek pembangunan berjalan, saya akan terus melakukan pengawasan. Para kontraktor tidak boleh menyepelekan pekerjaan proyek dan menggarapnya dengan kualitas rendah. Saya tidak ingin masyarakat cedera. Apalagi bila infrastruktur tersebut tidak layak digunakan,” ungkap Ai Mangindaan sapaan akrab Wawali Manado.

Kadis PU Manado, Ir Ferry Siwi yang dikonfirmasi pun mengakui dari total jumlah paket kegiatan fisik di Tahun Anggaran  (TA) 2014, akan ada yang progresnya dibawah target. Paket-paket tersebut yang diperkirakan akan terlambat atau tidak 100% saat masa kontrak berakhir bulan Desember 2014.

Proyek tersebut sesuai konfirmasi dinyatakan Siwi, ada 6 proyek yang bernilai diatas Rp1 miliar namun posisi pencapaian kegiatan fisik dilapangan baru sekitar 40-an%.

Disentil apakah pemegang proyek tersebut (kontraktor) tidak selesaikan pekerjaan atau pekerjaan asal-asalan akan kena sanksi, Siwi menjamin, kalau sanksi pasti akan diberikan. “Iya pasti. Kalau ada kontraktor tidak selesaikan pekerjaan yang di tandatangani kontraktor dan PPK pasti akan kena sanksi. Karena itu jelas diatur dalam dalam kontrak kerja,” kata Siwi. (Amas Mahmud)

iklan1
iklan1