Kunjungan Kementerian PU, Wawali Manado Siap Tindaklanjuti Hasil Pertemuan

Kementerian PU saat bersama Wawali Manado (Foto Ist)

Kementerian PU saat bersama Wawali Manado (Foto Ist)

MANADOItjen Slamet Haryono, perwakilan Kementerian PU, Selasa (3/2/2015) menyambangi kantor pemerintah Kota Manado untuk mengetahui status aset yang bersumber dari APBN. Haryono berharap Pemkot Manado bisa menyertakan surat pernyataan kesediaan penyerahan aset yang tuntas.

Mulai dari pembangunan sistim drainase primer kota Manado melalui satker pengembangan penyehatan lingkungan permukiman serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan jaringan perpipaan kawasan Boulevard kota Manado periode tahun 1994-2013.

”Kami minta kerjasama Pemkot Manado terkait dengan status aset di manado yang bersumber dari APBN. Kami juga telah turun bersama unit pengawasan untuk melihat masalah aset temuan BPK sejak tahun 2014 kebawah,” ujar Haryono ketika diterima Wakil Wali Kota Manado, Dr Harley Mangindaan diruang kerjanya.

Disampaikan Haryono, selain Manado pihaknya telah meninjau di kabupaten dan kota di Sulut. Hal ini dilakukan karena, bisa berdampak pada anggaran yang bersumber dari APBN yang bisa terhenti. ”Surat pernyataan kesediaan penyerahan aset yang tuntas apalagi tidak ditunjang APBD,” ungkapnya.

Tidak hanya soal IPAL dan jaringan perpipaan di Boulevard, namun drainase, IPAL sambungan rumah, penataan trotoar di pusat kota, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, aset itu belum diserahkan. Dijelaskan Haryono, untuk kegiatan sistim drainase primer kota Manado periode tahun 2011-2014 sekitar Rp15,4 miliar. Sementara pembangunan IPAL dan jaringan perpipaan kawasan Boulevard periode tahun 1994-2013 sekitar Rp 60 miliar.

”Kami juga berharap untuk surat pernyataan kesediaan penyerahan asset bisa ada dalam waktu dekat ini. Saat ini juga saya akan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait agar semua permintaan akan cepat diselesaikan,” tukas Wawali. (Amas Mahmud)

iklan1
iklan1