68 Tahun HMI untuk Rakyat Karya Nyata Indonesia

Milad HMI ke 68 HMI Cabang Manado gelar refleksi

Milad HMI ke 68 HMI Cabang Manado gelar refleksi

MANADO – Memperingati Enam puluh delapan (68) Tahun sudah usia Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat ini, mengingatkan kita pada 68 tahun yang lalu ketika pada 5 februari 1947 M yang bertepatan dengan tanggal islam 14 rabi’ul awal 1366 Hijriah berdirilah organisasi islam yang disingkat HMI.

Berselang dua tahun dari proklamasi 17 agustus 1945, ditengah atmosfer politik atau kondisi sosial yang diwarnai semangat revolusioner, energy dan psikologi umat islam serta bangsa yang habis tersita mempertahankan proklamasi kemerdekaan, mengusir kolonialisme namun dengan semangat Mahasiswa Sekolah Tinggi Islam seorang Lafran Pane hadir selaku salah satu tokoh yang memprakarsai berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam.

Kehadiran HMI ditengah Ibu Kota Negara Republik Indonesia masih berkedudukan di Yogyakarta sebagai respon terhadap situasi politik, pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan agama yang masih belum sepenuhnya terlepas dari cengkaraman penjajah. Tujuan dan cita-cita HMI untuk mempertahankan Negara republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, menegakkan dan mengembangkan ajaran agama islam.

HMI berkomitmen untuk membangun bangsa, pada tahun 1974 sampai orde baru perjuangan HMI selalu berjuang untuk melawan penjajah dan menentang gerakan anti Pancasila, serta berjuang untuk rakyat Indonesia. Komitemn ini terlihat juga dalam Anggaran Dasar/Bab III pasal 4 tentang tujuan HMI yaitu terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Subhanahu wata’ala.

Refleksi perjalanan perjuangan HMI yang ke 68 tahun ini menunjukkan bahwa kehadiran HMI telah berjuang atas nama rakyat sebagai karya nyata untuk membangun Indonesia. Sepanjang masyarakat adil dan makmur belum terpenuhi seperti yang dicita-citakan oleh Negara republik Indonesia maka dengan amanah konstitusi HMI akan selalu mengabdi untuk bangsa dan Negara. (Faruk Umasangaji)

iklan1
iklan1