Wali Kota GSVL Pimpin Upacara di TMP, Bersama Danrem 131

manadoSEMANGAT juang para pemuda Sulawesi Utara pada peristiwa Merah Putih 1946 ternyata masih terus terasa dalam sanubari seorang Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut. Tak heran, saat pimpin upacara mengenang peristiwa herioik tersebut di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi, Sabtu (14/2) pagi, GSVL, sapaan akrab Wali Kota berkobar-berkobar memberi semangat kepada para generasi muda di Bumi Nyiur Melambai ini untuk terus mengenang perjuangan para pahlawan yang gugur saat peristiwa merah putih itu untuk merebut NKRI dari tangan penjajah.

“Generasi muda harus bisa terus mengenang dan pelihara Peristiwa Merah Putih di Daerah Nyiur Melambai, Sulut. Karena kita tidak ada saat ini jika tidak ada para pelaku sejarah itu yang telah mengorbankan jiwa dan raganya.” tegas GSVL membakar jiwa juang anak muda sebagai penerus bangsa saat ini.

Wali Kota Manado saat menabur bunga (Foto Ist)

Wali Kota Manado saat menabur bunga (Foto Ist)

Dalam kegiatan ziarah ke TMP itu juga, GSVL bersama Danrem 131 Santiago, Brigjen TNI Binarko Sugihanto dan muspida serta pejabat yang hadir mengikuti upacara tersebut ikut menabur bunga di sejumlah makam para pahlawan. “Mari torang tidak lupa dengan jasa para Pahlawan kita,’’ ajak GSVL. (***)

GSVL dan First Lady Manado Berbagi Kasih di Hari Valentine Bersama Pelajar dan Guru

SUASANA SMA Negeri 1 Manado benar-benar terlihat lain dari hari biasanya. Tampak Wali Kota GS Vicky Lumentut dan First Lady Julyeta Paula Lumentut-Runtuwene telihat akrab dengan ratusan pelajar di situ dan sejumlah guru. Suasana keakraban begitu kental. Itulah pemandangan saat Valentine Day 14 Februari di salah satu sekolah unggulan warga Manado tersebut.

GSVL dan sang istri yang juga Ketua TP PKK Manado ini benar-benar memanfaatkan momentum hari kasih sayang untuk bernostalgia bersama guru-guru dan para siswa SMA 1 Manado serya mengingatka kepada para siswa untuk bisa melakukan pengendalian diri agar nanti tidak terjerumus dalam hal-hal yang cenderung negatif.

manadomanado

“Saya mengingatkan kepada para siswa untuk mempu melakukan pengendalikan diri terutama hal-hal yang bisa merusak masa depan.Saya meminta dan mengajak kepada para siswa untuk mengendalikan diri dan jangan sampai terjerumus pada pergaulan bebas yang bisa merusak masa depan,” ungkap Lumentut.

“Selamat hari valentine day. Khususnya para generasi muda atau siswa jangan berlebihan memaknai momentum hari kasih sayang ini,” himbau lumentut.

Selfie ria Walikota di SMA1 Valentine Day di SMA1

Menurutnya, momentum ini dimaknai jangan terlalu berlebihan, untuk batas-batas pergaulan, karena masih tergolong siswa. “Kalianlah generasi muda adalah penerus untuk membangun kota Manado dan bangsa ini. Karena itu dia meminta bergaul dengan wajar dan jangan terjerumus pada hal-hal negative,’’ katanya yang kemudian bersama istri didaulat membawakan tembang kenangan. Keduanya terlihat romantis saat membagi-bagikan cokelat sebagai symbol di Hari Kasih Sayang. (***)

Warisi Semangat Wolter Mongisidi, GSVL Patenkan Festival Seni Budaya Bantik Iven Tahunan Pemkot

KEPEDULIAN yang besar dari Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) pada warganya merupakan suatu hal yang patut dicontohi. Pada Sabtu (14/2) siang, GSVL membuka secara langsung Festival Seni Budaya Bantik 2015 dan Peringatan 66 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional asal Bantik Robert Wolter Mongisidi, yang dipusatkan di Aula Kelurahan Malalayang Satu Kecamatan Malalayang. Warga Bantik pun salut dengan kehadiran Walikota GSVL. Dibukanya kegiatan pada 14 Februari ini bertepatan dengan tanggal lahir Pahlawan Nasional Bantik, Robert Wolter Mongisidi.

manadomanado

Di hadapan warga Batik, GSVL menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Orang nomor satu di ibukota Sulut ini mengungkapkan sosok Robert Wolter Mongisidi yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia patut diwarisi semangatnya. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau mengenang jasa para pahlawannya. Mari kita isi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pahlawan-pahlawan kusuma bangsa. Selamat melestarikan nilai-nilai budaya, sebagai aset kejayaan di Manado,” ujar GSVL yang disambut aplaus ratusan warga Banti yang hadir.

manado

Walikota GSVL merespon dan mendukung penuh agenda ini, karena festival Bantik ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memelihara jati diri dan kearifan lokal. “Festival Bantik ini menambah kekayaan budaya kita dan menunjang pariwisata kita. Karena itu, saya minta pertahankan terus semangat dan jati diri Bantik ini. Semoga juga juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Manado,” ujar GSVL.

Di satu sisi, Walikota visioner ini berharap semangat Bote—panggilan akrab Robert Wolter Mongisidi—akan diwarisi generasi muda untuk pembangunan Manado yang lebih baik. “Semangat Bote yakni ‘setia hingga terakhir dalam keyakinan’, harus terus terpatrih. Maka kita yang ada saat ini, merupakan penerus semangat Bote baik itu datang dari bidang hidup profesi, dan kapabilitas yang dimiliki di manapun kita berada,” ajak GSVL. (Lipsus)

iklan1
iklan1