FISPOL Unsrat Manado Sukses Gelar Seminar Nasional

Suasana saat berlangsungnya seminar (Foto Suluttoday.com)

Suasana saat berlangsungnya seminar (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Restorasi diri bagi pemulihan kepercayaan, rekonsiliasi dengan sesama, dan implementasi ninali-nilai kebhinekaan demi terciptanya kebersamaan dan persaudaraan menjadi kewajiban bagi daerah perbatasan seperti Sulawesi Utara, Papua-Maluku. Senin (2/3/2015). Menurut Christianus Ludong, Pisikolog dalam acara Seminar Kebangsaan yang dilaksanakan Senat Mahasiswa FISPOL Unsrat, bahwa rasa percaya dan tidak percaya antara manusia merupakan konflik mendasar yang harus diselesaikan sebelum kita melangkah lebih jauh dalam melakukan restorasi bagi generasi muda.

Disisi lain Drs Jerry Ulaen, M.Hum, Dekan Fakultas Ilmu Budaya menyampaikan bahwa sebagai generasi muda negara Indonesia adalah mutlak bagi kita dan pancasila merupakan sumber yang harus dijalani dalam kehidupan sehari-hari. ”Pemuda adalah agen perubahan. Sebagai mahasiswa yang disebut golongan terpilih perlu untuk meningkatkan kecerdasan sebab dipundak mahasiswa terdapat harapan bangsa,” ujarnya.

Para peserta seminar saat serius mengikuti pemaparan materi (Foto Suluttoday.com)

Para peserta seminar saat serius mengikuti pemaparan materi (Foto Suluttoday.com)

Lanjut ditambahkan Ulaen, jangan jadikan manusia yang menyalahkan orang lain dan lupa akan kesalahan diri sendiri. Hidup kita harus menjadi jawaban masa depan dan restorasi menjadi kewajiban bagi generasi muda. Paradigma dan mentalitas kita perlu dipositifkan. Homogen, sukuistik, dan primodial merupakan sifat yang harus dihilangkan dalam pemikiran kita. Tutup Pdt. Christian Warouw selaku Rohaniawan Papua. (Faruk Umasangaji)

iklan1
iklan1