BNNP Bakal Siapkan Tempat Rehabilitasi Bagi 100 Ribu Pecandu

Tempat rehabilitasi bagi pengguna narkoba, ilustrasi (Foto Ist)

Tempat rehabilitasi bagi pengguna narkoba, ilustrasi (Foto Ist)

MANADO – Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara (Sulut) bakal menyiapkan tempat rehabilitsi bagi 100 ribu pecandu narkoba, hal ini disampaikan Kepala BNNP Sulut Kombes Pol Drs Sumirat Dwiyanto M.Si kepada sejumlah wartawan Jumat (6/5/2015) saing tadi dikantornya.

Menurut Kombes Sumirat, kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang bersifat lintas negara, kejahatan terorganisir, dan kejahatan serius yang menimpa segenap lapisan masyarakat, menimbulkan kerugian yang sangat besar terutama dari segi kejahatan, sosial ekonomi, dan keamanan mengakibatkan hilangnya suatu generasi bangsa di masa depan.

”Kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang bersifat lintas negara, kejahatan terorganisir, dan kejahatan serius yang menimpa segenap lapisan masyarakat, menimbulkan kerugian yang sangat besar terutama dari segi kejahatan, sosial ekonomi, dan keamanan mengakibatkan hilangnya suatu generasi bangsa di masa depan,” ujarnya.

Rumusan kebijakan Badan Narkotika Nasional (BNN) di bidang Pencegahandan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Narkotika serta Bahan Adiktif Lainnya. Dalam rangka melaksanakan program P4GN tersebut harus didukung dengan kebijakan nasional, strategi serta implementasinya di bidang rehabilitasi.

Yang mana Presiden Jokowi juga telah menetapkan tahun 2015 Indonesia Darurat Narkoba. Untuk itu di tahun ini dicanangkan ‘Gerakan Rehabilitasi 100.000 Pecandu Seluruh Indonesia. Dia juga menambahkan selain tempat tersebut ada juga tempat yang dijadikan IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) bagi pecandu di Sulawesi Utara diantaranya BNNP Sulut, RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, RSJ Prof dr VL Ratumbuysang, RS Bhayangkara Manado, RSUD Bitung, Puskesmas Kakaskasen, Puskesmas Tuminting, Puskesmas Tatelu, Puskesmas Koya, dan Puskesmas Tareran. Oleh karena itu diharapkan masyarakat yang memiliki keluarga sebagai pecandu atau penyalahguna narkotika diharapkan dapat melaporkan pada IPWL tersebut.

Mereka sudah kehilangan masa lalu dan masa kininya, jangan sampai mereka juga kehilangan masa depannya “Diharapkan masyarakat yang memiliki keluarga sebagai pecandu atau penyalahguna narkotika diharapkan dapat melaporkan pada IPWL tersebut. Mereka sudah kehilangan masa lalu dan masa kininya, jangan sampai mereka juga kehilangan masa depannya,” himbaunya. (Fajri Syamsudin).

iklan1
iklan1