SMANSA Pineleng Tingkatkan Prestasi Akademik dan Ekstrakulikuler

Dra Chatarina Sumanti (Foto Suluttoday.com)

Dra Chatarina Sumanti (Foto Suluttoday.com)

MANADO – SMA Negeri 1 (SMANSA) Pineleng, Kabupaten Minahasa terus ditingkatkan Prestasi Akademik. Sekolah yang berdiri sejak tanggal 14 Desember 2014 ini, awal dengan nama SMA Pineleng. Sekolah ini memiliki kelas jauh SMA Negeri 1 Tondano dengan memiliki sejumlah siswa 29 orang yang terdiri dari 1 rombongan belajar dan diprakarsai oleh Bapak Drs Jantje Wowiling Sajouw M.Si yang waktu itu menjabat Kadis Dikpora Minahasa.

Kemudian diresmikan pada tahun 2010 bulan Februari dengan kepala sekolah Dra Chatarina Sumanti. Saat ini SMANSA Pineleng memiliki 6 rombongan belajar (rombel). Selain meningkatkan prestasi akademik, sekolah ini memiliki program Ekstrakulikuler guna mengembangkan minat dan bakat peserta didik. Antara lain program ekstrakulikuler dalam meliputi kegiatan Seni dan Olahraga, yang terdiri dari Organ, Piano, Guitar dan Melukis.

Di bidang olahraga, SMANSA Pineleng aktif di Volly, Sepakbola dan Bridge. Untuk olahraga bridge sempat dilakukan pertandingan terakhir pada bulan Februari lalu, dimana siswa/siswi SMANSA Pineleng masuk 5 besar sehingga pada perlombaan tanggal 17 April belum lama didaulat menjadi tuan rumah Lomba Siswa Nasional.

“Guru-guru SMANSA beruntung mendapat seorang Bupati yang berlatar belakang pendidikan, apalagi memiliki perhatian besar bagi dunia pendidikan,” ungkap Dra Chatarina Sumanti.

Adapun pokok pendidikan di Minahasa adalah “Number One” dan diakui oleh guru-guru SD, SMP dan SMA yang turut menyaksikan Liga Bridge Siswa Nasional. Begitu juga tentang kesejahteraan saat ini, para guru turut berbangga karena SK Dirjen sudah diterbitkan.

Artinya tinggal menunggu hari dan dana sertifikasi akan masuk ke rekening secara utuh, tanpa potongan sepeserpun. Begitu juga Perda Minahasa akan segera mengeluarkan dana tunjangan bagi guru-guru yang belum disertifikasi. “Semoga dengan tunjangan yang ada, akan lebih mengoptimalkan kinerja guru-guru di SMANSA Pineleng, ataupun guru-guru di Minahasa pada umumnya,” ujar Sumanti. (*/don)

iklan1
iklan1