Gubernur SHS Sentil Soal Bertambahnya Jumlah Kendaraan di Sulut,

Gubernur SHS (Foto Ist)

Gubernur SHS (Foto Ist)

MANADO – Angka penambahan kendaraan di Sulut beberapa tahun belakangan ini, sungguh mencengangkan. Betapa tidak, tahun 2014 lalu saja, kendaraan yang masuk ke Sulut berjumlah 60.079. Roda dua atau motor sebanyak 47.141. Sedangkan roda empat 12.938. Ini sangat menyesaki panjang jalan Sulut.

Penambahan kendaraan ini, memicu pro kontra. Karena selain menimbulkan kemacetan, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Contohnya, untuk pembangunan jalan tol, berhasil direalisasi karena jumlah kendaraan Sulut meningkat. “Jalan tol Manado-Bitung sebenarnya ditolak pemerintah pusat awalnya karena jumlah kendaraan Sulut tidak memenuhi. Tetapi setelah beberapa tahun jumlah kendaraan bertumbuh signifikan, maka pembangunan jalan tol bisa terwujud,” aku Gubernur Sulut SH Sarundajang (SHS) beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulut Janne Wendur SE saat ditemui Suluttoday selasa (5/5/2015) mengatakan dengan melonjaknya jumlah kendaraan, menambah kas pemerintah daerah lewat pajak. Sayangnya, penambahan kendaraan ini tak diikuti kesadaran pajak. Betapa tidak, kini ada 50 persen kendaraan di Sulut belum membayar pajak. Mereka seenaknya memakai fasilitas jalan pemerintah dan menimbulkan macet, tapi tak bayar pajak. “50% belum membayar pajak.

Untuk hindari kemacetan di Sulut, kendaraan tak membayar pajak jangan menggunakan jalan,” tegasnya. Wendur juga mengakui, penambahan kendaraan memang mempengaruhi ekonomi Sulut. “Apalagi sekarang banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang dijual murah dan sangat mudah untuk membelinya,” jelas Wendur. (Fajri Syamsudin)

iklan1
iklan1