Vicky Lumentut: Rohaniawan Merupakan Mitra Strategis Pemerintah

DR GS Vicky Lumentut saat menyampaikan arahan (Foto Ist)

DR GS Vicky Lumentut saat menyampaikan arahan (Foto Ist)

MANADO – Ketika menanggapi respon serta apresiasi masyarakat Kota Manado terkait program yang dicanangkan dan direalisasikan pemerintah Kota Manado, Wali Kota GS Vicky Lumentut mengatakan bahwa program Dana Duka (bantuan sosial) merupakan salah satu bentuk apresiasi pemkot kepada para rohaniawan yang perannya menempati posisi yang penting di tengah-tengah masyarakat.

”Para rohaniawan merupakan mitra strategis pemerintah dalam hal pembangunan di bidang spiritual, dan juga membantu pemerintah dalam sosialisasi dan motivasi untuk mendukung program-program pemerintah. Kedepannya saya tentu berharap, sinergitas kerjasama yang telah terjalin selama ini dapat semakin ditingkatkan, sehingga kelak secara bersama-sama kita dapat mewujudkan masyarakat Manado yang tidak saja maju dan sejahtera, tetapi memiliki iman dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa,” ujar pria yang aktif pelayanan kerohanian di GMIM Perak Sorong Pakowa sejak tahun 1990, baik sebagai Penatua Anak Sekolah Minggu (ASM) maupun Penatua Pria Kaum Bapa (P/KB).

Dikatakan pula, untuk mensejahterahkan masyarakat, ada dua pilar pembangunan yang sangat penting, yakni peran pemerintah dan peran dari para rohaniawan atau para tokoh-tokoh agama. Rohaniawan atau tokoh agama memiliki tugas dan peran penting guna pembaharuan bagi umat atau jemaatnya.

”Untuk itu kalau peran kedua pilar ini (pemerintah dan rohaniawan, red) dapat berjalan baik, semuanya ini tentu jadi lengkap guna harapan pembangunan yang dilakukan bersama demi kepentingan masyarakat luas,” ujar mantan birokrat handal yang juga merupakan Ketua para Wali Kota se-Indonesia ini.

Diketahui, sebelum GSVL menjabat Wali Kota Manado, insentif tokoh agama hanya Rp500 ribu per tahun sampai 2011. Nanti di saat GSVL menjabat Walikota, pada 2012 insentif tokoh agama bukan lagi diberikan Rp500 ribu per tahun tapi sudah menjadi Rp500 ribu per bulan dan berjalan hingga tahun 2013. Selanjutnya pada tahun 2014, naik menjadi Rp600 ribu per bulan, sementara untuk tahun 2015 berjalan ini sudah menjadi Rp1 juta per bulan.

Unttuk diketahui, dana insentif Rohaniawan di Manado – 2011 : Rp500.000,- per tahun – 2012 : Rp6.000.000,- per tahun (Rp500.000,- per bulan) – 2013 : Rp6.000.000,- per tahun (Rp500.000,- per bulan) – 2014 : Rp7.200.000,- per tahun (Rp600.000,- per bulan) – 2015 : Rp12.000.000,- per tahun (Rp1.000.000,- per bulan). (Amas Mahmud)

iklan1
iklan1