Archive for: Juli 2015

Soal PDIP Manado, Wongkar: Tak Ada Pergantian Ketua

Frangky Wongkar (Foto Ist)

Frangky Wongkar (Foto Ist)

MANADO – Diluar dugaan semua pihak bahwa ternyata pengurus DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Manado, melahirkan dinamika politik yang luar biasa mengagetkan publik. Di tengah persiapan pemenangan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, DPC PDIP Manado dikabarkan telah terjadi penggantian Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Manado, Richard Sualang.

Berdasarkan informasi yang diterima Suluttoday.com, bahwa Sualang diganti dibenarkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (Kota) Manado Eugenius Paransi. Paransi mengaku melihat adanya surat masuk yang dengan logo PDIP, yang isinya menetapkan Janes Parengkuan sebagai pengganti Richard Sualang, menahkodai DPC.

“Iya, surat tersebut masuk sekitar jam 11 siang tadi. Menyebutkan bahwa Janes Parengkuan menggantikan Richard Sualang sebagai Ketua DPC,” tutur Paransi saat dihubungi, Jumat (31/7/2015).

Informasi ini langsung saja membuahkan tanggapan keras dari Sekretaris DPC PDIP Manado Novie Lumowa. Ketika dikonfrontir, Lumowa menegaskan, surat tersebut menyalahi mekanisme.

“Secara prosedural, masuknya surat tersebut ke KPU Manado menyalahi aturan. Mestinya, selaku pengurus DPC, kami mendapatkan tembusan. Tapi sampai sekarang, kami tidak menerima adanya pemberitahuan,” ujar Lumowa via seluler.

Lumowa sendiri mengaku kaget. Pasalnya, semenjak dikeluarkannya instruksi partai untuk memenangkan pasangan kandidat yang telah resmi diusung, Sualang menunjukkan konsistensinya dalam mengikuti setiap arahan.

“Tadi malam, kita rapat bersama DPD soal strategi pemenangan, dan telah ditetapkan, kalau Ketua DPC Richard Sualang ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Pilkada di Internal. Tadi sore juga, kami melakukan rapat pembahasan pemenangan di ruang kerja Ketua Richard Sualang, di DPRD Manado. Sampai malam ini, kami belum mendapati tembusan mengenai surat tersebut,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Frangky Wongkar, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Utara (Sulut), ketika dikonfirmasi terkait kabar tersebut mengatakan, tidak ada yang namanya Surat Keputusan (SK) pergantian Ketua DPC PDIP Manado, Richard Sualang.

“Tidak ada yang namanya pergantian. Sekali lagi, tidak ada pergantian Ketua DPC PDIP Kota Manado, Richard Sualang. Logika hukumnya, saat pendaftaran dan penandatanganan SK bagi pasangan HJP-Torang semuanya atas nama Sualang. Kalau ada pergantian, otomatis bukan Sualang yang harus tanda tangan sebagai Ketua DPC,” ujarnya.

Meski demikian, sayangnya, Wongkar belum bisa memastikan eksistensi surat masuk tersebut di KPU. Upaya wartawan untuk meminta kejelasan surat tersebut tak berhasil direspons.

“Sudahlah, kita mengacu saja pada logika hukumnya. Tak ada pergantian,” ungkap Wongkar dengan nada tinggi.

Meski demikian, fakta masuknya surat berlogo moncong putih di KPU Manado, masih belum disikapi pihak DPD PDIP Sulut. Keberadaan surat tersebut di meja redaksi KPU, belum dipastikan nasibnya, apakah ditarik kembali, ataukah dibiarkan nanti menunggu geliat politik moncong putih selanjutnya. (Amas Mahmud)

Singapura Duduki Peringkat Atas Jumlah Investasi di Sulut

Lynda Deysi Watania MM MSi (Foto Ist)

Lynda Deysi Watania MM MSi (Foto Ist)

MANADO – Perkembangan penanaman modal asing (PMA) tersebar di daerah ini cukup pesat. Bidang usaha atau sektor garapan bervariasi di berbagai sektor. Antara lain, perikanan-kelautan, pariwisata, industri pengolahan ikan, perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan jasa. Data diperoleh, Negara Singapura menempati pole position (terdepan dan terbanyak) soal jumlah investasi di Sulut. Total sekira 39 perusahaan asal negara berjuluk Kota Singa tersebut. Dimulai sejak 2005-2014.

Jumlah perusahaan asing tersebut disusul Tiongkok (26 perusahaan), gabungan negara (16), Inggris (14), serta Belanda dan Filipina (masing-masing 11). Terkait ini, Pakar Ekonomi Dr Joubert Maramis saat ditemui sejumlah Wartawan Jumat (31/7/2015) mengatakan, Singapura merupakan pusat keuangan, investasi, jasa, dan perdagangan di Asia. Selain posisinya yang strategis.

“Modal investasi dunia banyak diputuskan oleh kantor pusat atau perwakilan perusahaan di Singapura,” ucap Maramis, sembari menilai, saat ini investasi paling dibidik Singapura adalah listrik. Dia menambahkan, pemerintah pusat dan Sulut harus meningkatkan kepercayaan dan jaminan kepada investor asing (FDI). “Jika ingin investasi survival di Sulut sampai masa depan,” imbuhnya.

Menanggapinya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sulut Dra Lynda Watania MM MSi menuturkan, secara umum banyaknya investasi masuk ke Sulut, tidak lepas dari gencarnya promosi terpadu. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Kegiatan promosi ini dilaksanakan di dalam negeri maupun luar negeri dengan ditunjang perencanaan matang. Berdasarkan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM),” ungkap Watania.

Sementara itu dia juga menambahkan, gencarnya Singapura melakukan investasi di Sulut dipengaruhi beberapa faktor penentu. Di antaranya, keamanan kondusif, kepastian hukum seperti penerbitan Perpres Nomor 97/2014 tentang PTSP dan lainnya. Kemudian adanya infrastruktur penunjang seperti jalan tol, jalur kereta api, Hub Port Bitung, bendungan multifungsi Kuwil, PLTP Lahendong lima dan enam di Tompaso, hingga regular flight ke Singapura.

“Keramahtamahan masyarakat Sulut juga jadi penunjang, dan juga ketersediaan fasilitas yang ada,” tutupnya. (Fajri Syamsudin)

DR Jerry Massie: Program Menjadi Kunci Kemenangan GSVL

Dr. Jerry Massie

Dr. Jerry Massie MA,Ph.D

MANADO – Konstalasi politik di Kota Manado terus mengalami pergerakan, hal ini dibuktikan dengan telah mendaftarnya 5 bakal calon (Balon), Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, pada Selasa (28/7/2015). Menurut Dr Jerry Massie MA Ph.D pengamat politik dan peneliti Komite Pemilih Indonesia (TEPI) bahwa Pilwako Manado 2015 diprediksinya bakal berjalan alot.

”Elektabilitas politik akan panas Di Manado persaingan akan cukup ketat dan berimbang apalagi saat ini dominasi PDIP cukup kuat dengan kehadiran Olly Dondokambey dan geliat itu akan berimbas di Manado. Kekuatan Demokrat masih normal kendati Ai Mangindaan tak diusung PD, salah satu destroyer maker adalah Imba Rogi kendati dirinya sempat tersandung masalah hukum tapi radical voters pemilih radikal saat dia maju pada Pilwako lalu bisa balik mendukungnya. Untuk Imba sendiri diuntungkan berpasangan dengan salah satu kader PAN dan juga seorang muslim. Ada beberapa kantong suara yang bakal diambil Imba Rogi,” ujar Massie pada Suluttoday.com, Jumat (31/7/2015).

Massie juga mengatakan Ai Mangindaan memiliki keunggulan berbeda dibanding sejumlah kandidat Wali Kota Manado lainnya. Aktivis LSM menurutnya akan memberikan kecenderungan lebih dekat dengan Mangindaan dibanding figur lain.

”Sementara, bagi voters (pemilih) pemula saya melihat ketokohan Ai Mangindaan cukup fenomenal pasalnya kurang lebih 20 persen pemilih pemula dia akan meraup suara cukup besar saingan utamanya adalah Hanny Pajow. Untuk Ormas/LSM maka Ai bisa menjadi calon yang bakal mendulang suara yang signifikan. Alasanya dirinya menjadi pengurus disejumlah LSM dan Ormas,” kata Massie.

”Untuk kalangan akademisi dan mahasiswa barangkali akan menatap ke Ai Mangindaan lantaran dia dosen disalah satu universitas yang ada di Sulut sejatinya, keuntungan bagi dia. Untuk male voters (pemilih laki-laki) khusus 50 tahun ke atas maka ini akan dikuasai GSVL. Saya memprediksi bahwa golput sekitar 20-30 persen maka ini perlu antisipasi oleh calon. Untuk Hanny Joost Pajouw jika dia bisa mempertahankan dominasinya waktu lalu yang finish sebagai runner up dan di pilcaleg peraih suara terbanyak yakni 22.188 suara dan dia bakal meraup suara dari Pelsus,” tutur Massie.

Lanjut dikatakan Massie bahwa keunggulan Vicky Lumentut dengan didukung konstituennya, terutama dari kalangan GPDI. Hal itu sulit dibendung karena GSVL sapaan Lumentut dinilai memiliki kontribusi kepada pemilih khususnya para tokoh agama. Begitupun keberadaan kandidat dari independen.

”Sedangkan Vicky masih mempertahankan pemilih beberapa waktu lalu (traditional voters), namun kali ini berbeda dengan dipilihnya calon wakil walikota dari kalangan GPDI maka diprediksi GPDI akan memberikan suaranya kepada Vicky-Moor kendati tak semuanya. Sedangkan calon independen Palantung-Pardede saya prediksi hanya menjadi politics entertainment saja dan tidak akan menjadi threating atau ancaman. Waktu lalu pasangan Lumentut-Mangindaan mengumpulkan sebanyak 93.837 suara atau sekitar 49,44% dari suara sah,” tutur Massie.

Sementara itu, kans Hanny Josst Pajouw untuk menang juga perlu diperhitungkan. Kemudian, kemenangan GSVL karena didukung berbagai programnya yang unggulan dan telah dirasakan masyarakat Kota Manado.

”Lalu, disusul pasangan Hanny Joost Pajouw-Anwar Panawar dengan suara 70.445, jadi HJP merupakan salah satu rival terberat juga. Salah satu kunci keuntungan GSVL yakni 8 Programnya diantaranya; Car Free Day, Universal Covarage dan PBL ini memiliki impact and influenc dampak dan pengaruh bagi pemilih di Manado kurang lebih 340 ribu,” tukas Massie menutup. (Amas Mahmud)

Lomban Lepas Peserta Jalan Sehat Sambut HUT RI ke-70

Max Lomban (Foto Ist)

Maxmilian J Lomban (Foto Ist)

BITUNG – Dalam rangka memperingati HUT RI yang jatuh pada Bulan Agustus nanti, Panitia Peringatan Hari-Hari Besar Pemkot Bitung menggelar jalan sehat mengawali seluruh rangkaian kegiatan yang di buka oleh Wakil Walikota Bitung Maxmilian J Lomban di dampingi Wakil Ketua TP-PKK kota Bitung Ny. Khouni Lomban Rawung, di Lapangan Upacara Kantor Walikota Bitung, Jumat (31/7/2015).

Peserta Jalan sehat kali ini adalah seluruh SKPD yang ada di Lingkup Pemerintahan kota Bitung bersama dengan unsur Forkopimda dan anggota DPRD Kota Bitung yang mengambil start di Kantor Walikota Bitung menuju Jalan A. Maramis selanjutnya melalui jalan H. Worang, dan kembali finish di Kantor Walikota Bitung.

Dalam Kesempatan itu Lomban menuturkan bahwa akan ada beberapa kegiatan yang telah disiapkan Panitia Hari-Hari Besar Nasional kota Bitung untuk memeriahkan HUT RI ke-70 ini dan pelaksanaan Jalan Sehat kali ini merupakan awal dari seluruh kegiatan tersebut.

”Saya berharap kegiatan yang telah dipersiapkan nantinya boleh berjalan dengan lancar, aman dan sesuai dengan yang diharapkan yang tentunya harus didukung oleh seluruh aparatur pemerintahan dan semua lapisan masyarakat,” tutur Lomban sembari berterima kasih kepada seluruh peserta jalan sehat yang boleh berpartisipasi pada pelaksanaan kegiatan ini. (Robyantoro H. Hulopi).

Kesehatan 7 Pasangan Calon Telan Anggaran 260 Juta

Sosialisasi KPU Bitung (Foto Ist)

Sosialisasi KPU Bitung (Foto Ist)

BITUNG – Pemeriksaan Kesehatan dari tujuh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung di RS. Prof. R. D. Kandouw Malalayang, manado menelan anggaran yang sangat pantastis kenapa tidak, total biaya yang digunakan Rp. 260.000.000. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris KPU Kota Bitung Ryllo Panai kepada Suluttoday.com ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Jumat (31/7/2015).

Lanjut Panai, dari pemeriksaan kesehatan pasangan calon menelan anggaran dengan tangsiran “Total biaya pemeriksaan kesehatan untuk 7 pasangan calon, 4 Perseorangan dan 3 dari gabungan partai politik, sekitar dua ratus enam puluhan juta rupiah,” jelas Panai.

Sementara itu, Humas KPU Kota Bitung Victory Rotty mengatakan bahwa jadwal untuk pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung, dua yakni tanggal 29-30 Juli. ”Semua pasangan calon hadir dan mengikuti tes fisik dan mental,” kata Rotty.

Adapun ketujuh pasangan calon tersebut; dari Perseorangan Stevanus Pasuma-Jan Karundeng, Linna Utiaracmman-Petus Singale, Ridwan Lahiya-Max Purukan dan Michael Jakobus-Paulus Kumentas. Pasangan dari gabungan partai politik Aryanti Baramuli Putri (Pengusung Hanura, PAN, PPP dan Golkar. Pendukung PKS), Max J. Lomban-Maurits Mantiri (pengusung NasDem dan PDI-P), dan Hengky Honandar-Fabian Kaloh (pengusung Demokrat, PKPI, PKB dan Gerindra). (Roby)

iklan1