Baru 6 SKPD di Sulut yang Melaporkan Berkas Ijazah Pegawai

Ijazah Palsu, ilustrasi (Foto Ist)

Ijazah Palsu, ilustrasi (Foto Ist)

MANADO – Sebagai tindak lanjut terhadap surat Menteri Pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan-RB), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) provinsi Sulut belum lama ini telah menyurati semua unit kerja atau Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup pemerintah provinsi Sulut, untuk memasukan ijazah pegawai di masing masing SKPD.

Namun dari sekian banyak SKPD, kata kepala BKD Sulut Femmy Suluh kepada Suluttoday kamis (9/7/2015), mengungkapkan baru Enam SKPD yang memasukan berkas ijazah pegawainya. Oleh karena itu pihaknya terus mengimbau SKPD yang belum memasukan ijazah agar segera memasukan, untuk kemudian akan diteliti oleh tim yang diketuai oleh Sekretaris daerah provinsi Sulut, Siswa Rachmat Mokodongan. Menurutnya bahwa proses penelitian terhadap ijazah pegawai akan dilakukan dalam beberapa tahap.

“Pemeriksaan ijazah dilakukan melalui pangkalan data mahasiswa di website Dirjen Dikti. Jika di pangakalan data tidak ada, akan dilakukan proses kroscek di Kopertis dan kampus yang bersangkutan,” katanya.

Penelitian terhadap ijazah pegawai itu dilakukan menyusul merebaknya kasus pemalsuan ijazah oleh sindikat ijazah palsu dan operasional perguruan tinggi tanpa izin, yang diketahui sendiri oleh menteri pendidikan tinggi dan riset beberapa waktu lalu. (Fajri Syamsudin)

iklan1
iklan1