Max Lomban Hadiri Rapat Bersama Kapolda Sulut

Soal keamanan Kota Bitung, Polda Sulut lakukan pertemuan (Foto Ist)

Soal keamanan Kota Bitung, Polda Sulut lakukan pertemuan (Foto Ist)

BITUNG – Menindak lanjuti kamtibmas serta menepis isu adanya keributan yang akan melanda Kota Bitung, kabupaten Minut dan Kota. Tomohon, Wakil Wali Kota Bitung, Max J Lomban SE MSi, didampingi Asisten I Setda, Fabian Kaloh SIP MSi, Kabag Kesbangpol Kota Bitung, serta para Camat, menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi bersama.

Kapolda Suulut, Brigjen Pol Drs Wilmar Marpaung, Gubernur Sulut, DR SH Sarundajang, Wagub DR Djauhari Kansil, serta unsur Forkopimda Sulut, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Senin (20/7/2015) kemarin di ruang Catur Prasetya Mapolda Sulut.

Dalam kesempatan ini, Marpaung mengatakan, peristiwa yang terjadi di Tolikara Papua, tidak boleh terjadi di Sulawesi Utara, karena itu pihaknya mengajak para Tokoh-tokoh/Pemuka Agama agar sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar tidak memicu terjadinya kerusuhan.

”Kami telah membentuk tim khusus untuk mengungkap sejumlah kasus yang terjadi di Kota Bitung dan Kabupaten Minut, karena itu kami mohon bantuan bapak/ibu dan tokoh agama serta tokoh masyarakat dapat membantu kami dalam mengungkap kasus-kasus yang terjadi, kami akan menangkap dan memproses sesuai hukum yang berlaku, tidak pandang bulu,” ungkap Marpaung.

Sementara, Sarundajang saat kesempatan ini mengungkapkan salut, terhadap kinerja Polda Sulut dalam mengungkap sejumlah kasus.

”Saya memiliki pengalaman di daerah konflik, jangan sampai ini terjadi di daerah kita, karena itu mari kita saling mawas diri, tidak ada cara lain, selain membangun komunikasi yang baik, Kota Bitung, Minut dan Tomohon, segera menggelar dialog antar tokoh agama, dan pererat kerukunan,” ujar Sarundajang.

Lanjutnya juga, banyak oknum yang mencoba-coba membuat daerah Sulut menjadi rusuh, karena itu, mari menjaga lingkungan masing-masing.

”Kita jangan mudah diadu domba, mari kita bersatu dan tolak segala bentuk perbuatan yang akan menghancurkan daerah ini, serahkan semuanya pada pihak kepolisian,” tuturnya. (Robyantoro H. Hulopi).

iklan1
iklan1