DR Jerry Massie: Program Menjadi Kunci Kemenangan GSVL

Dr. Jerry Massie

Dr. Jerry Massie MA,Ph.D

MANADO – Konstalasi politik di Kota Manado terus mengalami pergerakan, hal ini dibuktikan dengan telah mendaftarnya 5 bakal calon (Balon), Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, pada Selasa (28/7/2015). Menurut Dr Jerry Massie MA Ph.D pengamat politik dan peneliti Komite Pemilih Indonesia (TEPI) bahwa Pilwako Manado 2015 diprediksinya bakal berjalan alot.

”Elektabilitas politik akan panas Di Manado persaingan akan cukup ketat dan berimbang apalagi saat ini dominasi PDIP cukup kuat dengan kehadiran Olly Dondokambey dan geliat itu akan berimbas di Manado. Kekuatan Demokrat masih normal kendati Ai Mangindaan tak diusung PD, salah satu destroyer maker adalah Imba Rogi kendati dirinya sempat tersandung masalah hukum tapi radical voters pemilih radikal saat dia maju pada Pilwako lalu bisa balik mendukungnya. Untuk Imba sendiri diuntungkan berpasangan dengan salah satu kader PAN dan juga seorang muslim. Ada beberapa kantong suara yang bakal diambil Imba Rogi,” ujar Massie pada Suluttoday.com, Jumat (31/7/2015).

Massie juga mengatakan Ai Mangindaan memiliki keunggulan berbeda dibanding sejumlah kandidat Wali Kota Manado lainnya. Aktivis LSM menurutnya akan memberikan kecenderungan lebih dekat dengan Mangindaan dibanding figur lain.

”Sementara, bagi voters (pemilih) pemula saya melihat ketokohan Ai Mangindaan cukup fenomenal pasalnya kurang lebih 20 persen pemilih pemula dia akan meraup suara cukup besar saingan utamanya adalah Hanny Pajow. Untuk Ormas/LSM maka Ai bisa menjadi calon yang bakal mendulang suara yang signifikan. Alasanya dirinya menjadi pengurus disejumlah LSM dan Ormas,” kata Massie.

”Untuk kalangan akademisi dan mahasiswa barangkali akan menatap ke Ai Mangindaan lantaran dia dosen disalah satu universitas yang ada di Sulut sejatinya, keuntungan bagi dia. Untuk male voters (pemilih laki-laki) khusus 50 tahun ke atas maka ini akan dikuasai GSVL. Saya memprediksi bahwa golput sekitar 20-30 persen maka ini perlu antisipasi oleh calon. Untuk Hanny Joost Pajouw jika dia bisa mempertahankan dominasinya waktu lalu yang finish sebagai runner up dan di pilcaleg peraih suara terbanyak yakni 22.188 suara dan dia bakal meraup suara dari Pelsus,” tutur Massie.

Lanjut dikatakan Massie bahwa keunggulan Vicky Lumentut dengan didukung konstituennya, terutama dari kalangan GPDI. Hal itu sulit dibendung karena GSVL sapaan Lumentut dinilai memiliki kontribusi kepada pemilih khususnya para tokoh agama. Begitupun keberadaan kandidat dari independen.

”Sedangkan Vicky masih mempertahankan pemilih beberapa waktu lalu (traditional voters), namun kali ini berbeda dengan dipilihnya calon wakil walikota dari kalangan GPDI maka diprediksi GPDI akan memberikan suaranya kepada Vicky-Moor kendati tak semuanya. Sedangkan calon independen Palantung-Pardede saya prediksi hanya menjadi politics entertainment saja dan tidak akan menjadi threating atau ancaman. Waktu lalu pasangan Lumentut-Mangindaan mengumpulkan sebanyak 93.837 suara atau sekitar 49,44% dari suara sah,” tutur Massie.

Sementara itu, kans Hanny Josst Pajouw untuk menang juga perlu diperhitungkan. Kemudian, kemenangan GSVL karena didukung berbagai programnya yang unggulan dan telah dirasakan masyarakat Kota Manado.

”Lalu, disusul pasangan Hanny Joost Pajouw-Anwar Panawar dengan suara 70.445, jadi HJP merupakan salah satu rival terberat juga. Salah satu kunci keuntungan GSVL yakni 8 Programnya diantaranya; Car Free Day, Universal Covarage dan PBL ini memiliki impact and influenc dampak dan pengaruh bagi pemilih di Manado kurang lebih 340 ribu,” tukas Massie menutup. (Amas Mahmud)

iklan1
iklan1