Membangkitkan Kewaspadaan Menjelang Pilkada

Luther Tadung (Foto Suluttoday.com)

Luther Tadung (Foto Suluttoday.com)

BITUNG -Kepolisian polres bitung selama sepekan ini telah melakukan Operasi Mantap Praja sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk menciptakan kondisi yang kondusif di kota bitung lebih khususnya masyarakat agar tetap hidup dalam suasana aman dan damai untuk menjelang Pilkada.

Dari hasil Operasi Mantap Praja selama dua pekan ini dimana kepolisian resort bitung telah melakukan operasi bagi masyarakat pendatang baik yang memiliki KTP maupu tidak, hal ini perlu dilakukan karena selama dua pekan ini ada puluhan masyarakat pendatang dari berbagai daerah seperti Makassar, Palu, Poso, Ternate, Surabaya, Jakarta dan Gorontalo, telah diamankan oleh polres bitung dan sudah diidentifikasi di kantor polres kemudian sudah diserahkan kepada pemerintah kota bitung dalam hal ini camat dan lurah. Hal ini diungkapkan oleh Kasat Intelkam Polres Bitung, Luther Tadung ketika ditemui oleh suluttoday.com diruang kerjanya sekitar pukul 09.57 wita, Jumat (31/7/2015).

Menurut Tadung, selain ada warga pendatang yang tidak memiliki KTP, juga polres bitung telah mengamankan ratusan warga pendatang sekitar 120 orang dari berbagai daerah seperti yang telah diungkap diatas yang memiliki KTP dan polres telah melakukan identifikasi data mereka mau kemana, untuk apa datang kebitung, dan mau tinggal dimana itu sudah diidentifikasi secara keseluruhan lalu dikomunikasikan dengan pemerintah kota.

Kemudian ada banyak warga asing dibitung seperti warga philipin yang sudah terdata jadi dipolres sudah punya data yang jelas untuk warga philipin, jadi jangan sekali-kali memanfaatkan warga pendatang maupun warga asing untuk kepentingan kelompok dalam memenangkan dalam pilkada.

Lanjut Tadung, polres hingga saat ini memaksimalkan operasi mantap praja sebagai langkah untuk menciptakan bitung tetap kondusif selama Pilkada. ”Apalagi saat ini tahapan pilkada sudah sudah berjalan sehingga jangan sekali-kali bagi pasangan jalan untuk memanfaatkan warga pendatang maupun warga asing dalam pilkada karena data yang valid sudah kami miliki dan jika nantinya terjadi sengketa pilkada yang mempersoalkan warga pendatang dan warga asing demi kepentingan salah satu calon, maka kami dari polres akan membuka kebenaran data tersebut agar tidak menjadi masalah nantinya,” ungkap Tadung. (Robyantoro H. Hulopi).

iklan1
iklan1