Archive for: Juli 2015

KONI Tomohon Apresiasi 11 Cabor di PORKOT Prestasi

Vonny Pangemanan (Foto Suluttoday.com)

Vonny Pangemanan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Ketua KONI Kota Tomohon, Vonny Pangemanan memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang sangat antusias mensukseskan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Prestasi yang ke-II tahun 2015. Menurutnya, semangat para atlet benar-benar luar biasa. Antusias para atlet menggambarkan tingkat kesadaran para cabang olahraga di Kota Tomohon memiliki progress. Satu hal yang menjadi kebanggaan karena Tomohon memiliki bibit atlet berpotensi.

“Kelihatan semua pengcab memiliki kemauan yang tinggi dalam memajukan atletnya, demi membangun prestasi atlet menuju tingkat nasional,” ujar Pangemanan.

Ia mengatakan bahwa potensi olahraga di Kota Sejuk ini sangat besar dalam menujukkan prestasi. Hal ini terlihat dari 11 cabang olahraga yang sudah melakukan pertandingan, seperti Bridge, Atletik, Catur, Wushu, Sepakbola, Renang, Tinju, Menembak dan Bola Voli. KONI Kota Tomohon menetapkan bulan Juni sebagai jadwal Porkot setiap tahun.

Pangemanan mengharapkan dengan terlaksanannya Porkot ini benar-benar dapat mengangkat prestasi dari semua cabang olahraga yang ada. Tujuan Porkot ini guna menjaring atlet berbakat di Kota Tomohon yang nantinya akan dipersiapkan mengikuti Porprov atau ke tingkat yang lebih tinggi.

“Namun yang lebih penting dengan adanya even seperti ini akan merangsang kesadaran masyarakat tentang olah raga. Dengan sendirinya generasi muda kita akan fokuskan ke kegiatan olah raga demi terciptanya ketertiban dan keamanan kota,” tandasnya.(don)

Pungli di Sulut Merajalela, 18 Sekolah Dicurigai

Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Foto Ist)

Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Foto Ist)

MANADO – Pendidikan Sulut tercoreng. Ya, praktik pungutan liar (Pungli) di sekolah-sekolah kian ‘merajalela’. Betapa tidak, setelah 2014 lalu ditemukan Rp2 miliar, kini per Juni 2015, Ombudsman Sulut lagi-lagi mendeteksi Rp200 juta hasil Pungli.

Banyak siswa dan orang tua dirugikan. Pihak sekolah seakan tak ada kapoknya. Meski sejatinya biaya pendidikan telah banyak ditanggung pemerintah, tetapi Pungli tetap merajalela.

“Hingga Juni 2015, temuan pungutan liar masih tergolong tinggi. Temuan di 2014 saja, ganti rugi Pungli mencapai Rp2 miliar. Dan oknum di sekolah tersebut harus menggantinya,” ujar Kepala Ombudsman Sulut Helda Tirajoh SH.

Menurut mantan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulut ini, Pungli sering terjadi saat penerimaan peserta didik baru. “Harus ada tindakan tegas. Kalau tidak ada efek jera, kita akan tempuh jalur pidana. Tetapi ini butuh kerja sama dari pihak masyarakat. Kami akan kesulitan mendeteksi adanya penyimpangan jika tidak ada laporan,” tegas Tirajoh.

Ia menilai, sektor pendidikan memang menjadi wilayah rawan penyimpangan. Padahal, pemerintah sudah banyak menanggung biaya pendidikan. Terlebih sudah ada dana operasional sekolah (BOS). Ombudsman, kata dia, telah menindak sekolah terkait dan telah mengembalikan dana Rp2 miliar hasil Pungli kepada orang tua siswa, 2014 lalu.

“Jumlah laporan dari Januari hingga Juni 2015, untuk sekolah negeri mencapai 18 sekolah. Dan kami sudah estimasikan kurang lebih Rp200juta yang harus diganti. Praktik-praktik Pungli dilakukan dengan banyak modus,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Diknas Sulut AG Kawatu rabu (1/7/15) mengatakan, akan terus memberantas praktik Pungli di sekolah. Dia tak menampik praktik haram itu memang ada. “Diakui ada penyimpangan untuk dana bantuan. Bila kedapatan ada indikasi, pasti kepala sekolah bersangkutan langsung dipecat dari jabatannya,” tegas Kawatu.

“Saya selalu memantau pekerjaan staf saya. Khusus di Diknas Sulut, haram hukumnya jika kedapatan praktik pungli seperti itu. Tetapi jika di instansi pendidikan lain, jika kedapatan pungli, akan dikenai sanksi sesuai peraturan,” terang Kawatu. (Fajri Syamsudin)

Polres Bitung Bakal Lakukan Revolusi Mental

Polresta Bitung saat melakukan dialog (Foto Suluttoday.com)

Polresta Bitung saat melakukan dialog (Foto Suluttoday.com)

BITUNG – Tepatnya tanggal 1 Juli 2015, Polres Bitung lakukan HUT Bayangkara Ke-69 namun tidak seperti biasa dimana setiap HUT Bayangkara jajaran polres melakukan upacara tetapi di HUT Ke-69 ini polres Bitung lebih memilih menggelar Dialog dan Buka Puasa Bersama. Dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama dimasing-masing polsek sekota bitung yang tersebar di 8 kecamatan melakukan kegiatan yang sama dan hal ini dilakukan oleh polsek maesa.

Dialog tersebut dengan tema “Melalui Revolusi Mental, Polri Siap Memantapkan Solidaritas dan Propesionalisme Guna Mendukung Pembangunan Nasional”. Dialog berlangsung di kantor Polsek Maesa, Rabu (1/7/2015).

Dialog dan Buka Puasa Bersama dipimpin langsung oleh Wakapolres Bitung Kompol. Bargani dan didampingi Kapolsek Maesa Kompol. Deli Manullang, Am.d dan Wakapolsek Maesa AKP. Arie Najoan. Dialog dan Buka Puasa Bersama juga dihadiri oleh Camat Maesa Stella Mangkay dan didampingi oleh lurah-lurah, sebelum dialog dilakukan lebih awal dari Pdt. Deky Kaeta, Mth dalam penyampaiannya, kasih dan penyertaannyalah maka kita bisa berada ditempat ini dan sudah tetap apa yang diambil oleh polres dengan dialog ini.

”Jika kamu beriman maka harus perduli terhadap sesamamu yang masih lapar kemudian jangan pernah duduk bersama kami jika kamu tidak memaafkan orang lain maka kamu juga tidak akan mendapat berkat,” tutur Najoan.

Terungkap dalam dialog yang disampaikan oleh camat dan lurah bahwa kecamatan maesa dan kecamatan madidir sangat tidak aman, dimana telah terjadi kasus pencurian cingkeh di kelurahan madidir unet dan perkelahian dengan membawah senjata tajam dan selain itu juga panah wayer masih mengancam daerah kita.

Dan yang paling ditekankan adalah tentang pemberian Disko Tanah karena setiap ada Disko Tanah pasti terjadi keributan sehingga dibutuhkan solusi. Menanggapi apa yang dikeluhkan oleh camat, lurah dan masyarakat setempat menurut Wakapolres Bargani, saat ini polres bitung akan memaksimalkan seluruh kekuatan yang kami miliki dengan melakukan patroli, pos-pos polisi, dll, serta secepatnya menghubungi pihak-pihak terdekat dan dibutuhkan peranan kita bersama dalam mengamankan situasi didaerah kita masing-masing dengan mengedepankan komunikasi sesama kita. Dan dalam waktu dekat ini polres bitung sudah membentuk Tim Tarsius yang nantinya Tim ini yang akan menjadi landasan keamanan kota nantinya, “ungkapnya”, (Robyantoro H. Hulopi).

Organisasi Jurnalis Online Manado Resmi Dideklarasikan

Ketua JAROD saat menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Ketua JAROD saat menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Berkomitmen untuk menjaga profesionalisme, Jurnalis Online Manado (JAROD), Rabu (1/7/2015) akhirnya resmi dideklarasikan. Kegiatan deklarasi yang dirangkaikan dengan diskusi dan buka puasa bersama di ruang Serbaguna kantor Wali Kota Manado itu berjalan sukses. Terlihat, Ketua AJI Manado, Yoseph Ikanubun, Ketua KPU Manado, E. Paransi dan Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Manado juga tampil memukau dalam acara dialog publik tersebut.

Dalam acara deklarasi, Wahyudi Barik selaku Ketua panitia pelaksana menyampaikan perlunya JAROD muncul ditengah adanya kompetisi media online di Manado. Tidak hanya itu, Barik pun menyampaikan terima kasih dan rasa bangga terhadap semangat pengurus JAROD dalam menyukseskan kegiatan deklarasi.

”Begitu derasnya arus informasi dan kompetisi pemberitaan di zaman modern ini, maka kiranya wadah JAROD ini menjadi sangat penting dideklarasikan. Kami panitia mengucapkan terima kasih atas support pemerintah Kota Mando maupun semua pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini, kepada teman-teman seperjuangan pengurus JAROD sekaligus deklarator saya ucapkan banyak terima kasih atas semua dukungannya yang luar biasa,” tutur Barik.

Prosesi Deklarasi JAROD (Foto Suluttoday.com)

Prosesi Deklarasi JAROD (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Ketua JAROD Manado Amas Mahmud menegaskan bahwa kehadiran JAROD sebagai instrumen untuk menghimpun dan menyatukan semua media online yang ada di Manado tanpa diskriminasi. Lanjut dikatakan Amas bahwa tantangan JAROD kedepan, khsusunya di Kota Manado yakni disaat momentum Pilwako sehingga perlu dilakukannya penguatan kualitas pemberitaan menjadi perhatian JAROD.

Ketua panitia pelaksana saat menyampaikan laporan (Foto Suluttoday.com)

Ketua panitia pelaksana saat menyampaikan laporan (Foto Suluttoday.com)

”JAROD harus terus melakukan pembenahan, berhubung saat ini JAROD baru menggelar deklarasi maka jika ada kekurangan saat ini akan menjadi bagian penting untuk dimaksimalkan. Kedepan tantangan JAROD akan makin terbuka, apalagi kita di Manado sedang menghadapi Pilwako, yang dengan momentum tersebut wartwan media online dituntut untuk memuat berita-berita yang berimbang, objektif dan akurat. JAROD juga sebagai wadah menyatukan semua jurnalis online Manado yang perlu terus-menerus wartawannya diberikan pembekalan dan belajar guna meningkatkan kualitas jurnalistik tentunya. Kita harus terus belajar,” ujar Amas, alumnus FISPOL Unsrat Manado ini.

Untuk diketahui, mewakili Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dalam kesempatan memberikan sambutan kali ini adalah Kadis Kominfo Manado, Yohanes Waworuntu juga memberikan apresiasi atas terlahirnya JAROD. Yang juga ikut menghadiri undangan deklarasi JAROD ini selain para pembina JAROD, juga terlihat aktivis pemuda Sulawesi Utara, Jim Robert Tindi, dan para peserta Hadra. (Iky Tukuboya)

iklan1