Soal Tambang Ilegal, Tindi Lapor Kapolda Sulut ke Mabes Polri

Laporan GERAK Sulut yang dikirimkan ke Mabes Polri (Foto Suluttoday.com)

Laporan GERAK Sulut yang dikirimkan ke Mabes Polri (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Beroperasinya perusahaan pertambangan yang diduga ilegal dan beroperasi di Hutan Lindung di Kabupaten Bolaang Mangondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat sorotan tegas aktivis LSM. Menurut Jim Robert Tindi, Direktur Eksekutif Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulut, PT Sanmas Mitra Abadi yang terlibat sebagai kotraktor pertambangan ‘ilegal’ tak perlu dilindungi Polda Sulut.

”Yang namanya pertambangan dilahan Hutan Lindung itu tidak boleh ditolerir, namun sayangnya kok Kapolda Sulawesi Utara mengeluarkan surat perintah untuk pengamanan daerah tersebut. Ada apa ini? Harusnya sebagai lembaga negara, pihak kepolisian bertindak menindak yang salah, atas hal inilah GERAK Sulut melayangkan laporan ke Mabes Polri terhadap Kapolda Sulut,” ujar Tindi tegas.

Tindi yang dikenal sebagai aktivis yang gemar melakukan unjukrasa itu meminta dengan tegas agar Kapolri memberikan perhatian serius terhadap kasus pertambangan yang terjadi di Sulawesi Utara. Masih dibebaskannya para investor yang ‘menabrak’ undang-undang menurut Tindi merupakan citra buruk terhadap hukum di Republik Indonesia ini.

”Investor yang membuat resah warga, menguras kekayaan alam tidak harus dilindungi. Mereka inilah yang harus diberikan peringatan keras, jangan ada lembaga atau pertambangan liar yang membegal undang-undang, jika ini terjadi seperti di Boltim berarti citra hukum kita begitu lemah penegakannya. Pihak kepolisian dalam hal ini Kapolri wajib bertindak cepat,” tukas Tindi menutup. (Amas Mahmud)

iklan1
iklan1