Paripurna Usulan Pemberhentian Wakil Ketua DPRD Bitung Dihujani Intrupsi

Paripurna DPRD Kota Bitung (Foto Suluttoday.com)

Paripurna DPRD Kota Bitung (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Rapat Paripurna Usulan Pemberhentian Pimpinan DPRD Bitung Hengky Honandar dan Maurits Mantiri, karena telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Paslon. Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Bitung Laurensius Supit, namun yang sangat menarik dalam rapat Paripurna tersebut dihujani instrupsi sesama anggota dewan.

Ditengah-tengah berlangsung sidang Paripurna salah satu anggota dewan Alexander Wenas melakukan instrupsi, dia mempertanyakan kenapa sidang paripurna kemarin dibatalkan oleh pimpinan DPRD. Selain itu juga DPRD masih kurang memahami tatib, serta ada upaya dari pimpinan dewan menekan para pejabat.

Instrupsi tersebut mendapat tantangan dari sesama anggota dewan Ronny Boham, Syam Panai dan Nabsar Badoa, menganggap bahwa apa yang disampaikan oleh wenas tidak masuk dalam konteks rapat pada hari ini. Sehingga perlu dilanjutkan sidang tersebut, sebab dalam sidang ini hanya memutuskan usulan pemberhentian pimpinan dewan yang sudah manjadi paslon.

Namun tetap wenas tidak puas dengan penjelasan sesama anggota dewan, bahkan yang bersangkutan menantang. Situasi sidang terus memanas bahkan Ketua DPRD, meminta kepada wenas agar kembali duduk dan memberikan peringatan kepada yang bersangkutan namun ia tetap tidak mengindahkannya sehingga sidang diskor.

Sidang kembali dilanjutkan namun yang bersangkutan tetap ngetot terhadap apa yang ia sampaikan tadi, dan sempat terjadi debat antara ketua dan wenas. Dalam penjelasan ketua dihadapan sidang paripurna, bahwa saya membatalkan paripurna kemarin karena diminta oleh wakil-wakil ketua karena mereka ingin hadir apa lagi ini sebagai bentuk penghargaan kita terakhir atas pengabdian mereka selama di DPRD.

Setelah mendapat penjelasan akhirnya sidang dilanjutkan dengan menandatangani berita acara pemberhentian sebagai wakil-wakil ketua DPRD, sambil berkasnya diproses lebih lanjut kegubernur dan sebelum mendapatkan SK dari Gubernur kedua wakil ketua DPRD masih berstatus anggota dewan kecuali sudah mendapat SK. (Robby).

iklan1
iklan1