Dampak Pilwako, Anggota DPRD Manado Mendadak Vokal

Jhon Pade (Foto Ist)

Jhon Pade (Foto Ist)

MANADO – Mulai dekatnya pemilihan Wali Kota Manado (Pilwako) yakni pada 9 Desember 2015, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado yang sebelumnya ‘‘pendiam’’ tiba-tiba menjadi vokal. Hal itu mendapat tanggapan sejumlah aktivis pemuda Kota Manado, salah satunya dari Jhon Pade ketua Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Anti Korupsi Sulawesi Utara.

Menurut Jhon perubahan ‘’mendadak’’ yang terjadi di parlemen Kota Manado wajib disyukuri sekaligus dipertanyakan. Lanjut Jhon menduga ada sesuatu dibalik vokal dan kritisnya beberapa anggota DPRD Manado ini, ia bahkan menduga karena ada kaitannya dengan Pilwako Manado.

‘’Luar biasa juga, anggota DPRD Manado yang sebagian saya tau dan baca dimedia massa, pendiam, kini tiba-tiba menjadi vocal. Memang sebagiannya juga sudah vocal sejak awal, tapi sebagian dadakan. Ada apa ya? Semoga kemujuan ini bukan sekedar kamuflase dan kepentingan tertentu, kami bersyukur akhirnya Wakil Rakyat kami bisa bicara lantang, namun disisi lain saya curiga ini ada kaitannya dengan Pilwako Manado,’’ ujar Pade.

Tidak hanya itu, menurut aktivis yang doyan berdemonstrasi ini tensi vokalnya anggota DPRD Manado begitu gencar disaat pemerintah Kota Manado berhasil meloby dana hibal Miliaran rupiah bagi para korban banjir, begitupun dicontohkannya terkait kinerja BP2T Manado yang jika benar-benar dikoreksi jauh sebelumnya harus dilakukan.

‘’Kemudian menariknya lagi, merka anggota DPRD Manado ini mendadak vocal bicara tentang bantuan dana hibah Miliaran rupiah yang diperjuangkan Wali Kota Manado bagi para korban banjir. Bagi saya, harus mampu dibedakan hal urgen dan tidak, jangan semua hal dipolemikkan Dewan, begitu juga dengan Kepala BP2T yang disoroti akhir-akhir ini, kok dulu didiamkan, kenapa nanti dekat Pilwako baru anggota Dewan bicara?. Ini menjadi pertanyaan kami masyarakat, agak aneh,’’ tegas Pade menutup. (Tim Redaksi)

iklan1
iklan1