Warga Dodap-Buyat Terpaksa Jalan Berkilo-Kilo Untuk Dapatkan Air Bersih

Kekeringan-di-Boltim-ilustrasi

Akibat kekeringan, Warga terpaksa gunakan sungai untuk dapatkan air bersih (Ilustrasi)

BOLTIM, Suluttoday – Akibat Musim kemarau melanda Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sudah hampir empat bulan ini, membuat Warga di beberapa Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) harus menempuh perjalanan berkilo-kilo untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan mandi dan cuci pakaian.

Seperti yang di alami warga Desa Dodap Kecamatan Tutuyan, terpaksa menggunakan sungai di Desa Motongkad Kecamatan Nuangan, untuk mencuci pakaian dan mandi.

“Kami terpaksa harus menempuh jarak 6 kilo meter, hanya untuk mengambil air bersih di sungai Motongkad. Selain untuk konsumsi, kami juga menggunakan air sungai untuk mencuci beras, mandi dan mencuci pakaian,” ungkap sejumlah warga Dodap kepada Wartawan Rabu (15/10/2015).

Warga Desa Buyat Bersatu mengalami hal yang sama, mereka harus rela menempuh perjalanan satu kilo meter guna mendapatkan air bersih yang merupakan kebutuhan utama.

“Untuk mendapatkan air bersih kami menempuh perjalanan satu kilo, tepatnya di lokasi lotung buyat,” terang Rustaman Warga Buyat.

Mereka pun berharap, kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dapat mencarikan solusinya supaya mereka tidak jauh-jauh menempuh perjalan hanya untuk mencari air.

“Semua sumur di Desa Dodap sudah kering akibat kekeringan, sehingga kepada Pemkab Boltim bagaimana agar kebutuhan air ini bisa di atasi,” harap mereka. Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Boltim Syaiful Umbola mengatakan, bahwa mereka sudah berupaya mengatasi kelangkaan air di Desa Dodap dan Desa -Desa lain.

“Setiap minggu ada pembagian air bersih dengan menggunakan mobil tangki air di Desa Dodap, dan keluhan ini tetap kami akan layani sampai kebutuhan warga terlayani,” terang Umbola. (Febi)

iklan1
iklan1