Archive for: November 2015

Aliansi Masyarakat Adat Bantik Sulut Dukung GSVL di Pilwako

GSVL, Denny Sege dan Maichel Kolonio (Foto Ist)

GSVL, Denny Sege dan Michael Fernando Kolonio (Foto Ist)

MANADO – Sepertinya tidak pernah berhenti, dukungan terhadap pasangan calon Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan diberikan masyarakat. Kali ini, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bantik (AMAB) Sulawesi Utara (Sulut), Drs Denny Sege yang juga mantan anggota Dewan, menyatakan dukungan penuh kepada GSVL-Mor dalam Pilwako Manado.

Sege mengatakan sudah dua pasangan calon (Paslon) untuk meminta dukungan mereka, tapi dirinya belum memberikan sikap. Hanya Paslon Nomor Urut 3 saja yang menurutnya sangat tepat diberikan dukungan.

”Sudah sejak lama komitmen Pak Vicky Lumentut untuk memperhatikan dan bahkan mau mengembangkan, melestarikan budaya adat Bantik. Itu terlihat dalam keikutsertaan beliau dalam semua kegiatan yang kami lakukan, memang sudah 2 kandidat pasangan calon Wali Kota Manado yang dating meminta dukungan, tapi kami tidak mau memberikan dukungan selain kepada Bapak GS Vicky Lumentut dan Mor D Bastiaan,” tutur Denny yang juga politisi senior partai Golkar ini.

Tidak hanya itu, lanjut Denny menyampaikan pihaknya sedang melakukan gerakan politik 33, yakni mendukung Gubernur Nomor Urut 3, Benny-David dan Palon Wali Kota Manado Nomor Urut 3, GSVL-Mor yang telah banyak berbuat pada masyarakat Bantik. Dirinya mengakui sejak 2011, dimana GSVL diundang dan langsung menghadiri acara Festival Adat Bantik di Lapangan Bantik Malalayang.

”Kami juga berkomitmen mendukung Nomor Urut 3 di Pilgub Sulut dan Nomor Urut 3 di Pilwako Manado. Pak GSVL saat itu langsung mengatakan akan mendukung sepenuhnya kegiatan Festival Adat Bantik dan akan ikut melestarikan budaya Bantik dengan memasukkan iven Festival Budaya Bantik menjadi agenda tahunan yang resmi ditetapkan Pemkot Manado,” ujar Sege.

Ditambahkannya lagi bahwa pemeliharaan situs-situs budaya Bantik yang didukung pemerintah merupakan wujud dari komitmen pemerintah Kota Manado yang menghargai kearifan lokal di Manado. Denny juga berharap GSVL-Mor jika terpilih nanti terus mengembangkan komitmennya menjaga nilai-nilai budaya Bantik.

Berlangsungnya pertemuan di rumah Denny Sege (Foto Ist)

Berlangsungnya pertemuan di rumah Denny Sege (Foto Ist)

”Calon yang mengusung slogan Manado Cerdas, akan menang karena jelas telah melakukan kerja pada masyarakat. Kami berharap apabila terpilih lagi, Pak GSVL terus melanjutkan mendukung kegiatan-kegiatan budaya, terlebih budaya Bantik yang merupakan bagian dari budaya di Kota Manado, seperti yang menyebar di Malalayang, Singkil, Bailang, Molas, Meras, Buha dan Bengkol, yang terbagi di 11 Kelurahan se-Kota Manado,” kata Denny menutup.

Untuk diketahui, oertemuan yang dilaksanakan Senin (30/11/2015), dirumah Denny Sege di Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang ini dihadiri selain GSVL bersama istri tercinta, Prof Paula Runtuwene, juga ada Noortje Van Bonne, ketua DPRD Manado, Michael Fernando Kolonio, anggota DPRD Manado serta sejumlah tokoh masyarakat adat Bantik lainnya. (Amas)

KPPS Terima Bintek Dari KPU

Bimtek KPPS-edit

Suasana Bintek dari KPU Boltim kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Kotabunan, Senin 30/11/2015 (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boltim menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Kotabunan. Senin, (30/11/2015)

Bintek tentang pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara pemilihan bupati dan wakil bupati bolaang mongondow timur serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur sulawesi utara pada kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) se-kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di gelar di BPU Desa Paret Kecamatan Kotabunan ini di hadiri oleh ketua KPU Boltim Awalauddin Umbola, Irwan Tololiu Divisi Hukum pengawasan dan tekhnis Penyelenggara, Abdul Kader Bachmid Divisi Data.

Awaluddin Umbola mengatakan, KPPS supaya memahami serta menjalankan tugas dan fungsi yang di berikan sesuai dengan materi bintek yang di terima.

“KPPS harus bekerja tim, dan menjalankan tufoksi sesuai aturan,” singkatnya.

Di tegaskannya pula, bagi pemilih ketika memberikan hak suaranya supaya tidak membawa HandPonne (HP) kedalam bilik suara.

“Tidak di benarkan membawa HP ke dalam bilik suara, petugas KPPS harus memantau undangan saat masuk bilik suara, selain itu tidak di benarkan merobek atau mengeluarkan. Gambar kepala calon yang di pilih karena suara itu di anggap tidak sah,” terang Umbola. (Rahman)

Serangan Politik Uang Semakin Menjadi, Tim SERU Bakal Laporkan Salah Satu Paslon

Ilustrasi politik uang-edit

Ilustrasi politik uang (Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Dugaan serangan politik uang berupa beras 5 Kg dan uang Rp 50 ribu, untuk mendapatkan dukungan suara menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boltim, yang kerap dilakukan oleh salah satu Tim Sukses (TS) Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Boltim, akan segara dilaporkan oleh tim Paslon Bupati dan Wakil, Sehan Landjar-Rusdi Gumalangit (SERU) ke Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten.

“Persoalan dugaan money politik uang ini akan kita laporkan ke Panwas. Sebab, ini sudah yang keberapa kalinya,” tegas ketua tim SERU, Yusra Alhabsyi pada Senin, (30/11/2015).

Menurut dia, laporan dari koordinator tim SERU Kecamatan Kotabunan, dimana tiga pendukung SERU di Desa Kotabunan dan Bulawan didatangi oleh TS paslon tertentu kemudian membagikan beras dan uang sejumlah Rp 50. TS tersebut katanya mengarahkan agar memilih calon mereka. Namun setelah TS itu pergi, pendukung SERU tersebut langsung melaporkan dugaan politik uang tersebut ke tim kecamatan, sekaligus dengan barang bukti uang Rp 50 ribu dan beras sebanyak 5 Kg.

“Ini sudah sering terjadi, jadi harus dilaporkan agar masyarakat tidak selalu dibodohi,” tegas.

Kordinator tim SERU Kecamatan Kotabunan, Sayuti Lamaluta ketika dikonfirmasi soal dugaan serangan politik uang kata dia itu memang benar. Dimana pada Sabtu (28/11/2015) pekan lalu, tiga warga pendukung SERU mendatanginya dan melaporkan adanya dugaan politik uang itu.

“Kami didatangi oleh TS salah satu paslon, kemudian dibujuk dengan uang dan beras, tetapi imbalannya harus memilih calon mereka,” kata Lamaluta, mengutip perkataan tiga warga tersebut.

Namun untuk membawa masalah ini ke ranah hukum atau dilaporkan Panwas, mereka masih membutuhkan saksi yang kuat.

“Barang bukti sudah ada, tapi untuk menguatkan laporan ini ke Panwas kami masih membutuhkan saksi-saksi selain tiga warga tersebut,”terangnya.

Hal yang sama pula di temukan di desa moyongkota kecamatan modayag barat, sejumlah pendukung Paslon SERU di datangi oleh TS Paslon tertentu dengan membagikan beras 5 kg dan sejumlah uang Rp 200 ribu. Namun aksi ini gagal setelah di ketahui oleh masyarakat setempat dan barang tersebut langsung di kembalikan oleh penerima kepada TS.

“Kami tidak menerima pemberian itu, karena menurut kami ini hal tidak baik untuk di lakukan, karena sudah jelas merusak tatanan demokrasi, kami tidak ingin suara kami di beli,” beber sejumlah warga yang enggan namanya di beritakan. (Rahman)

Umat Budha Manado Ikut Mendukung GSVL-Mor

Wali Kota Manado saat diberikan kesempatan bicara di Klenteng (Foto Ist)

Wali Kota Manado saat diberikan kesempatan bicara di Vihara (Foto Ist)

MANADO – Keberadaan GS Vicky Lumentut sebagai Wali Kota dan calon Wali Kota Manado terus mendapat dukungan dari elemen masyarakat untuk bertarung di Pilkada Kota Manado pada 9 Desember nanti. Pasalnya, mantan birokrat tulen yang kini banting stir menjadi politisi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulut ini sudah membuktikan komitmennya membangun Kota Manado pada 5 tahun kepemimpinannya sebagai Wali Kota periode 2010-2015 ini.

Situasi tersebut membuat dukungan terhadap GSVL, panggilan akrab suami tercinta DR. Paula Lumentut-Runtuwene yang saat ini berpasangan dengan mantan Wakil Ketua DPRD Manado, Mor Bastiaan terus mengalir. Kali ini amunisi dukungan terhadap pasangan calon yang dikenal dengan jargon “Manado Cerdas” itu datang dari Umat Budha Tantrayana Indonesia di Manado.

Hal itu terungkap saat GSVL diundang menghadiri Upacara Api Homa di Vihara Vajra Viriya Dharma, Kota Manado, Minggu (29/11/2015). Umat Tridharma ini secara terang-terangan mendoakan GSVL agar dapat melanjutkan semua program pro rakyat yang selama 5 tahun kepemimpinannya itu dinilai sangat membantu masyarakat ibu kota Provinsi Sulut ini. (Tim Redaksi)

Kejuaraan Futzal Kawanua Cup Hentak Manado

Sedang berlangsungnya pertandingan (Foto Suluttoday.com)

Sedang berlangsungnya pertandingan Futsal (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Olahraga futsal di Kota Manado seakan tak pernah sepi dari hingar bingar kejuaraan. Kali ini, satu lagi event kejuaraan futsal bergengsi mulai menghentak Kota Manado tepatnya di GOR Myfutzal Kawasan Megamas. Kejuaraan bertajuk Kawanua Futzal Cup 2015 ini di dukung sepenuhnya oleh pihak Kementerian Olahraga (Kemenpora) RI.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel), Januar ‘Janu’ Lalelorang menyampaikan sebanyak 32 tim futsal yang ada di Sulawesi Utara turut mengikuti gelaran turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp35 juta.

”Dari 32 tim akan dibagi sebanyak delapan grup yang diawali babak penyisihan. Setelah penyisihan diambil tim yang juara grup untuk lanjut ke fase selanjutnya,” kata Janu sapaan akrabnya kepada wartawan, Senin (30/11/2015).

Jalannya turnamen ini dipastikan seru dan penuh ketegangan, manakala diikuti tim-tim futsal kenamaan Manado seperti El Ragnarok, Utama FC, Permata Ria, Bank SulutGo dan IPDN. Tentunya, tim-tim yang sarat pengalaman saling duel untuk menjadi yang terbaik. Turnamen dengan hadiah terbesar ini dimulai tanggal 1 hingga 5 Desember.

”Ada yang menarik di sela-sela kejuaraan ini. Pada hari keempat, nantinya akan ada lomba Jugling dengan memperebutkan hadiah sebesar Rp 500 ribu plus trophy,” jelas Januar.

Adapun hadiah yang disediakan panitia adalah juara 1 mendapatkan Rp15 juta plus tropy, juara 2 Rp10 juta plus tropy, juara 3 Rp5 juta plus tropy dan juaa 4 Rp2juta plus tropy. (Amas)

iklan1