Rhamdani Paparkan Kiprah Ansor dan Sebut SHS Tokoh Rekonsiliasi

S

Suasana pembukaan Muswil GP Ansor Sulut di MCC (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dengan mengusung tema ‘Mengawal Pluralisme, Melawan Radikalisme dan Menumbuhkan Nasionalisme’, Musyawarah Wilayah (Muswil) XI Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan di Manado Convention Center (MCC), Rabu (23/12/2015) kemarin begitu ‘menggelegar’ dan menghadirkan ribuan kader Ansor serta Banser Sulut.

Selaku Ketua GP Ansor Sulut, Benny Rhamdani tak hanya menyentil terkait tema Muswil, namun lebihnya juga pria yang akrab disapa Brani ini menyampaikan rasa kagumnya kepada sosok Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS), mantan Gubernur Sulut yang pada kesempatan itu hadir bersama para pejabat daerah lainnya. Brani memaparkan bahwa GP Ansor sejauh itu terus mengambil bagian dalam proses menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa.

”Selama kurang lebih 10 tahun atau 2 periode saya memimpin GP Ansor Sulut, termasuk kami tidak diam dengan segala dinamika yang ada di daerah ini. GP Ansor merupakan Ormas yang sangat dialektis, sangat dinamik dan bahkan romantik. Itu yang menjadi catatan penting kami. Dalam kesempatan ini hadir banyak tokoh hebat, termasuk diantaranya Pak Dr SH Sarundajang yang merupakan pemimpin berhasil di daerah ini,” ujar Brani dalam sambutannya.

Lanjut ditambahkan Brani memuji bahwa kontribusi seorang Sarundajang terhadap generasi dan politisi yang telah terorbitkan di Sulawesi Utara tidaklah sendikit. Diakuinya, selama 10 tahun itu juga terjalin persahabatan pertemanan bahkan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulut yang saat itu di pimpin seseorang yang berasal dari Kawangkoan, seorang guru kerukunan, bapak kedisiplinan dan tokoh kemajukan yaitu Dr Sarundajang.

”Banyak nasehat, pendidikan, pengetahuan yang di ajarkan pada kami. Pak SBY pernah turun untuk menanganinya, Pak Jusuf Kalla juga pernah ditugaskan negara untuk menanganinya. Tapi mereka berdua kembali ke Jakarta dengan tangan kosong dan kegagalan, hanya seorang SH Sarundajang yang mampu mewujudkan rekonsiliasi seperti ini,” ujar Brani. (Amas)

iklan1
iklan1