Usung Lafran Pane Pahlawan Nasional, KAHMI Sulut Gelar Seminar

Undangan Seminar Nasional (Foto Ist)

Undangan Seminar Nasional (Foto Ist)

MANADO – Tokoh yang melahirkan banyak generasi tercerahkan dan tokoh Nasional, yang berhasil melahirkan gagasan besar perubahan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, figur ini tak lain adalah Prof Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sebagai pelopor organisasi kemahasiswa tertua di Indonesia, Lafran Pane layak dikenang jasa-jasanya.

Sebagai wujud kontribusi positif, Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulut akan mengusung Prof Lafran Pane sebagai pahlawan nasional. Lafran Pane adalah pendiri HMI, organisasi mahasiswa tertua di Indonesia. Lafran akan diusung melalui forum seminar nasional yang akan digelar di auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Jumat (29/1/2016) pukul 13.30 Wita.

”Alasan Prof Lafran Pane diusung calon pahalawan nasional lantaran Lafran pernah sama-sama dengan para Adam Malik, Wattimena yang dikenal dengan pejuang Menteng 31,” ujar Penasehat Majelis Nasional KAHMI Nasional Dr Akbar Tanjung di Manado, kemarin.

Pertimbangan lain, kata Akbar, Lafran terlahir dari keluarga pejuang, seperti sastrawan Sanusi Pane dan Armin Pane. Lafran yang dilahirkan di Sibolga Tapanuli Selatan layak diangkat sebagai pahlawan nasional jika melihat keterlibatan ketua PB HMI pertama di zaman pergolakan.

”Tujuan Lafran dirikan HMI salah satu adalah mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” kata Akbar yang pernah menjabat ketua umum PB HMI 1972.

Ketua Presidium KAHMI Sulut Dr Abdurrahman Konoras menambahkan seminar nasional bertema Prof Lafran Pane dalam Pusaran Sejarah Perjuangan Bangsa akan menghadirkan tiga pembahas. Yaitu, Dr Akbar Tanjung, Dr Ronny Maramis (akademisi/alumni GMKI) dan Pj Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono yang juga mantan aktivis GMNI. “Kota Manado adalah kota ke-21 di Indonesia.

Sebelum Manado, Akbar Tanjung hadir di seminar nasional yang sama di kampus Universitas Pattimura dan Unkhair Ternate. Puncaknya akan dilakukan diseminasi di Jogyakarta tanggal 5 Februari,” kata Konoras.

Koordinator tim kerja yang juga Ketua Harian KAHMI Sulut Ir Hamzah Latief menambahkan Kahmi Sulut berharap, tokoh dan organisasi masyarakat termasuk akademisi Sulut memberi dukungan kepada Lafran untuk menjadi pahlawan nasional.

“Kami berharap ada rekomendasi dan dukungan dari para tokoh masyarakat, akademisi dan pimpinan organisasi masyarakat dan mahasiswa,” ujarnya.(Tim Redaksi)

iklan1
iklan1