Harga Minyak Anjlok, EBT Solusi Atasi Kemiskinan

Kantor DPD RI (Foto Ist)

Kantor DPD RI (Foto Ist)

JAKARTA – Anjloknya harga minya diakui menyulitkan masyarakat, terutama rakyat ekonomi lemah, Merespon hal itu, Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba mengatakan anjloknya harga minyak hingga menyentuh angka USD 30 per barel, bisa jadi momentum yang baik untuk mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT). Menurutnya, EBT menjadi kunci Indonesia berdaulat energi.

“EBT bisa memunculkan kedaulatan energi, mengatasi kemiskinan, dan keseimbangan iklim,” kata Purba dalam diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (31/1/2016).

Salah satu manfaatnya adalah menyediakan kebutuhan listrik untuk daerah-daerah di Indonesia. Sebab, di Indonesia ada 12.000 desa yang belum teraliri listrik.

Dengan begitu, pemerintah harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya membuat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), membuat kebijakan tentang energi di Indonesia. Dalam pembuatan kebijakan tersebut, pemerintah harus melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar bisa langsung dilaksanakan oleh Gubernur dan Pemerintah Daerah.

Dalam waktu dekat ini, DPD akan mengundang PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk membicarakan pemanfaatan EBT. “Kami akan mengundang PLN dalam waktu dekat mungkin Selasa atau Rabu untuk membicarakan masalah ini. Dan Kementerian ESDM untuk waktu yang akan datang,” pungkasnya. (ST/Merdeka.com)

iklan1
iklan1