Senior GMKI dan GMNI Juga Usulkan Prof Lafran Pahlawan Nasional

Logo GMNI dan GMKI, perkawanan organisasi Cipayung (Foto Ist)

Logo GMNI dan GMKI, perkawanan organisasi Cipayung (Foto Ist)

MANADO – Mantan aktivis mahasiswa yang pernah berkiprah di organisasi Cipayung, seperti organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ikut memberikan dukungan terhadap upaya yang dilakukan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk mendorong agar Prof Lafran Pane, pendiri HMI dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.

Seperti disampaikan Dr Tommy Sumakul, SH,MH, senior GMKI cabang Manado yang saat ini menjadi pengurus Persatuan Alumni GMKI mengatakan kekagumannya terhadap karya dan konsistensi seorang Lafran Pane yang dikenal begitu sederhana, namun memiliki ide-ide brilian. Menurut Sumakul yang juga dosen Fakultas Hukum Unsrat Manado itu, pihaknya mendukung untuk diusulkannya Prof Lafran sebagai Pahlwan Nasional karena menjadi teladan bagi rakyat.

”Saya menyampaikan terima kasih dan ikut bangga atas undangan pengurus KAHMI Sulut kepada saya agar bisa menjadi narasumber dalam Seminar Nasional ini. Apalagi, bisa bertemu Bang Akbar Tanjung senior HMI dan juga tokoh Nasional, membaca beragam literatur dan mengikuti rekam jejak Prof Lafran, memang beliau figur yang sederhana, memiliki komitmen perjuangan tinggi untuk kepentingan masyarakat. Beliau ini berhasil mendeklarasikan HMI, yang hingga saat ini terus bekembang, bagi kami Prof Lafran layak menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Sumakul saat menyampaikan materi, Jumat (29/1/2016) di kantor Rektorat Unsrat Manado.

Sementara itu, alumni GMNI Soni Sumarsono yang juga Pejabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) mengaku mendukung penuh upaya yang dilakukan para alumni HMI untuk mengusulkan Prof Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional. Dengan nada sedikit menyindir, Soni mengatakan harusnya tugas Negara memberikan gelar kepada rakyatnya yang telah berjasa pada bangsa Indonesia.

”Luar biasa gagasan dan konsistensi Prof Lafran, sebagai generasi yang pernah belajar di organisasi Cipayung kami juga mendukung Prof Lafran Pane menjadi Pahlawan Nasional. Pak Lafran ini semasa hidupnya penuh inspirasi dan selalu membela rakyata, seperti cukup banyak diceritakan Bang Akbar Tanjung, tentu kami juga banggsa berada dalam proses ini, mari kita dorong bersama. Disisi lain, saya juga merasa ada keanehan harusnya Negara memfasilitasi rakyatnya untuk hal pemberin gelar Pahlawan, bukan nanti diusulkan rakyat,” ucap Sumarsono, Jumat (29/1/2016). (Amas)

iklan1
iklan1